alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Anak Dibawah Umur Bonceng Tiga Lalu Hantam Mobil, Satu Tewas

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sungguh naas nasib yang dialami tiga remaja dari Kecamatan Seririt. Pada Minggu (30/1) sekitar pukul 23.30 wita, mereka mengalami kecelakaan di Jalan Raya Seririt-Singaraja. Tepatnya di sebelah timur SPBU Desa Dencarik, Kecamatan Banjar. Ketiganya berboncengan dalam satu sepeda motor. Ketiganya terluka parah dalam kecelakaan itu. Satu orang dinyatakan tewas setelah beradu dengan kendaraan Wuling.

Kapolsek Banjar, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, ketiga remaja itu masing-masing berinisial MR, 17 ; KMO, 14 ; dan KYH, 13. Diduga MR, yang membonceng dua temannya berinisial KMO, 14 tahun, asal Kecamatan Seririt, dan KYH, 13 tahun, asal Kecamatan Seririt, saat itu berkendara dalam kondisi mabuk. “Motor dikemudikan oleh MR. Mereka berbonceng tiga tanpa helm dan tidak ada SIM,” ungkapnya.

Dijelskan, pada Minggu malam, mobil Wuling yang dikendarai oleh Rafi Ramdhani, 26 datang dari arah barat menuju ke arah timur. Setibanya di lokasi, datang dua pengendara sepeda motor dengan berkendara secara zig-zag. Rafi saat itu menghindar ke kanan, kemudian ia menabrak sepeda motor yang dikemudikan oleh MR dengan membonceng KYH dan KMO. “Ini murni karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor,” tambahnya.

Akibat kecelakaan ini, MR mengalami cidera kepala berat, serta luka robek pada kepala sebelah kiri. Sementara rekannya KMO mengalami luka robek pada bagian wajah, tangan dan kaki, serta patah tulang pada bagian kaki kanan. Sedangkan KYH mengalami luka robek pada bagian wajah dan mata kanan.

Warga yang mengetahui kejadian ini lantas bergegas melarikan ketiga remaja tersebut ke RS Parama Sidhi Singaraja. Namun setelah satu jam mendapatkan penanganan intensif, nyawa MR tak dapat diselamatkan. Ia meninggal dunia pada Senin dini hari. Sementara pengendara mobil Wuling, beserta dua penumpangnya selamat.

Kapolsek Banjar, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, kecelakaan diduga akibat ketiga remaja berkendara dalam kondisi mabuk. Pasalnya saat dievakuasi ke rumah sakit, petugas Kepolisian mencium aroma alkohol dari mulut ketiga remaja tersebut. “Kami belum tau ketiganya ini minum dimana, kemudian hendak kemana. Kondisinya masih trauma, sehingga belum bisa kami mintai keterangan,” terangnya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sungguh naas nasib yang dialami tiga remaja dari Kecamatan Seririt. Pada Minggu (30/1) sekitar pukul 23.30 wita, mereka mengalami kecelakaan di Jalan Raya Seririt-Singaraja. Tepatnya di sebelah timur SPBU Desa Dencarik, Kecamatan Banjar. Ketiganya berboncengan dalam satu sepeda motor. Ketiganya terluka parah dalam kecelakaan itu. Satu orang dinyatakan tewas setelah beradu dengan kendaraan Wuling.

Kapolsek Banjar, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, ketiga remaja itu masing-masing berinisial MR, 17 ; KMO, 14 ; dan KYH, 13. Diduga MR, yang membonceng dua temannya berinisial KMO, 14 tahun, asal Kecamatan Seririt, dan KYH, 13 tahun, asal Kecamatan Seririt, saat itu berkendara dalam kondisi mabuk. “Motor dikemudikan oleh MR. Mereka berbonceng tiga tanpa helm dan tidak ada SIM,” ungkapnya.

Dijelskan, pada Minggu malam, mobil Wuling yang dikendarai oleh Rafi Ramdhani, 26 datang dari arah barat menuju ke arah timur. Setibanya di lokasi, datang dua pengendara sepeda motor dengan berkendara secara zig-zag. Rafi saat itu menghindar ke kanan, kemudian ia menabrak sepeda motor yang dikemudikan oleh MR dengan membonceng KYH dan KMO. “Ini murni karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor,” tambahnya.

Akibat kecelakaan ini, MR mengalami cidera kepala berat, serta luka robek pada kepala sebelah kiri. Sementara rekannya KMO mengalami luka robek pada bagian wajah, tangan dan kaki, serta patah tulang pada bagian kaki kanan. Sedangkan KYH mengalami luka robek pada bagian wajah dan mata kanan.

Warga yang mengetahui kejadian ini lantas bergegas melarikan ketiga remaja tersebut ke RS Parama Sidhi Singaraja. Namun setelah satu jam mendapatkan penanganan intensif, nyawa MR tak dapat diselamatkan. Ia meninggal dunia pada Senin dini hari. Sementara pengendara mobil Wuling, beserta dua penumpangnya selamat.

Kapolsek Banjar, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, kecelakaan diduga akibat ketiga remaja berkendara dalam kondisi mabuk. Pasalnya saat dievakuasi ke rumah sakit, petugas Kepolisian mencium aroma alkohol dari mulut ketiga remaja tersebut. “Kami belum tau ketiganya ini minum dimana, kemudian hendak kemana. Kondisinya masih trauma, sehingga belum bisa kami mintai keterangan,” terangnya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/