alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Scoopy Hantam Pikap di Gatsu, Pemuda Tewas, Dua Luka

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kecelakaan maut antara sepeda motor dan mobil pikap terjadi di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat, tepatnya persimpangan dengan Jalan Gunung Catur, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat pada Senin (31/1) malam. Akibatnya seorang pengendara tewas di tempat dan empat orang mengalami luka-luka.

Menurut Kasatlantas Polresta Denpasar, Kompol Ni Putu Utariani yang dikonfirmasi pada Selasa (1/2), peristiwa ini bermula ketika pikap suzuki Cary DK 8053 IM yang dikemudikan Gede Warnaja bersama ibunya Ni Ketut Muliati, 50, melintas dari arah timur ke barat sekitar pukul 23.15. “Saat kejadian, tidak ada hujan dan arus lalu lintas sangat lancar,” bebernya.

Bertepatan kala itu, dari arah berlawanan melintas motor Honda Scoopy DK 5513 ACZ, yang dikendarai I Made Leo Sudiarta, 25, sambil membonceng pria diduga ayahnya bernama I Putu Dedy Widiantara, 50. Namun sesampainya di tempat kejadian perkara, mobil pikap hendak berbelok ke kanan. Apesnya hal itu kurang disadari Leo yang tengah memacu gas kendaraannya.

Sehingga tabrakan tak dapat terhindarkan. Pemuda asal Banjar Kwanji, Sempidi, Mengwi, Badung tersebut menghantam bagian depan pikap dengan sangat keras, sampai menderita luka-luka di kepala. Kondisi ini semakin diperparah lantaran Leo diduga tak memakai helm kala itu. “Tabrakannya seperti adu jangkrik, baik motor dan bagian depan pikap ringsek,” tambahnya.

Akibatnya, pengendara Scoopy ini meninggal dunia di TKP. Adapun Dedy yang dibonceng olehnya mengalami luka robek pada kaki kanan, hidung dan lutut. Sementara, Warnaja pengemudi pikap tidak terluka. Akan tetapi penumpangnya Muliati mengalami lecet pada muka dan paha kanan diduga akibat serpihan kaca.

Pengendara lain serta warga sekitar sontak dibuat heboh atas kejadian ini. Mereka coba membantu dan langsung mengubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar guna penanganan lebih lanjut. Kemudian, petugas BPBD dan relawan juga tiba untuk mengevakuasi baik korban luka maupun meninggal dunia.

Jenazah Leo dan pria diduga ayahnya yang terluka dibawa BPBD Denpasar ke RSUP Sanglah. Sedangkan Muliati dibawa ke RS Wangaya oleh relawan. “Kasusnya sudah ditangani, sementara kecelakaan diduga karena kurang hati-hati dalam berkendara,” pungkasnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kecelakaan maut antara sepeda motor dan mobil pikap terjadi di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat, tepatnya persimpangan dengan Jalan Gunung Catur, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat pada Senin (31/1) malam. Akibatnya seorang pengendara tewas di tempat dan empat orang mengalami luka-luka.

Menurut Kasatlantas Polresta Denpasar, Kompol Ni Putu Utariani yang dikonfirmasi pada Selasa (1/2), peristiwa ini bermula ketika pikap suzuki Cary DK 8053 IM yang dikemudikan Gede Warnaja bersama ibunya Ni Ketut Muliati, 50, melintas dari arah timur ke barat sekitar pukul 23.15. “Saat kejadian, tidak ada hujan dan arus lalu lintas sangat lancar,” bebernya.

Bertepatan kala itu, dari arah berlawanan melintas motor Honda Scoopy DK 5513 ACZ, yang dikendarai I Made Leo Sudiarta, 25, sambil membonceng pria diduga ayahnya bernama I Putu Dedy Widiantara, 50. Namun sesampainya di tempat kejadian perkara, mobil pikap hendak berbelok ke kanan. Apesnya hal itu kurang disadari Leo yang tengah memacu gas kendaraannya.

Sehingga tabrakan tak dapat terhindarkan. Pemuda asal Banjar Kwanji, Sempidi, Mengwi, Badung tersebut menghantam bagian depan pikap dengan sangat keras, sampai menderita luka-luka di kepala. Kondisi ini semakin diperparah lantaran Leo diduga tak memakai helm kala itu. “Tabrakannya seperti adu jangkrik, baik motor dan bagian depan pikap ringsek,” tambahnya.

Akibatnya, pengendara Scoopy ini meninggal dunia di TKP. Adapun Dedy yang dibonceng olehnya mengalami luka robek pada kaki kanan, hidung dan lutut. Sementara, Warnaja pengemudi pikap tidak terluka. Akan tetapi penumpangnya Muliati mengalami lecet pada muka dan paha kanan diduga akibat serpihan kaca.

Pengendara lain serta warga sekitar sontak dibuat heboh atas kejadian ini. Mereka coba membantu dan langsung mengubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar guna penanganan lebih lanjut. Kemudian, petugas BPBD dan relawan juga tiba untuk mengevakuasi baik korban luka maupun meninggal dunia.

Jenazah Leo dan pria diduga ayahnya yang terluka dibawa BPBD Denpasar ke RSUP Sanglah. Sedangkan Muliati dibawa ke RS Wangaya oleh relawan. “Kasusnya sudah ditangani, sementara kecelakaan diduga karena kurang hati-hati dalam berkendara,” pungkasnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/