alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Selama Februari, BPBD Kota Denpasar Tangani 400 Kasus

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tidak ada yang tahu bencana bisa datang kapan saja. Kewaspadaan serta kehati-hatian harus tetap dilakukan agar selamat dari ancaman bahaya. 

Berdasarkan data yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, selama bulan Februari telah terjadi 400 kejadian di Kota Denpasar.

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Ardy Ganggas yang dikonfirmasi Senin (1/3) mengatakan, dari 400 kejadian yang ditangani pihak BPBD Kota Denpasar, paling banyak adalah penanganan indikasi Covid-19 dengan jumlah 109 kasus. 

“Namun, jumlah penanganan warga yang terindikasi Covid-19 di bulan ini yang kami tangani, lebih sedikit dibandingkan bulan lalu. Di bulan Januari, kami menangani 191 kasus,” terang Ardy Ganggas.

Lanjutnya, dari 22 data kasus kejadian yang ditangani, selain indikasi Covid-19 itu, ada beberapa kasus yang intens ditangani dengan jumlah banyak. Seperti kecelakaan dengan jumlah 84 kasus. Kemudian berturut-turut evakuasi jenazah (Pantastis) sebanyak 56, pohon tumbang 45 kasus, evakuasi orang sakit dengan jumlah 41, penemuan ular atau binatang lainnya dengan jumlah 41, penemuan jenazah 7, warga pingsan 6, kebakaran 5, ODGJ 4, banjir dan orang hanyut masing-masing 1 kasus. 

Sedangkan kasus seperti penanganan gempa, got meluap/jalan berlubang, pengecekan pasien sakit, orang linglung, pengeroyokan, orang tersengat listrik, orang mengamuk, tumpahan minyak di jalan, tanah longsor dan orang terjatuh dengan jumlah nihil kasus. 

“BPBD Kota Denpasar tetap bertugas full dan tidak kerja dari rumah alias work from home (WFH). Karena pelayanan penanggulangan bencana tidak bisa via daring. Untuk itu harus tetap stand by,” tegas Ardy Ganggas. 

Selain itu, pihaknya berpesan dalam masa pandemi ini, masyarakat tetap dan selalu kedepankan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat. Begitu juga dengan seluruh personel agar bisa melakukan pelayanan prima kepada masyarakat. 

Sebagai perbandingan, jumlah kasus yang ditangani BPBD Kota Denpasar di bulan Januari lalu sebanyak 544 kasus. Dan, jumlah kasus yang paling banyak ditangani yakni penanganan indikasi Covid-19. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tidak ada yang tahu bencana bisa datang kapan saja. Kewaspadaan serta kehati-hatian harus tetap dilakukan agar selamat dari ancaman bahaya. 

Berdasarkan data yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, selama bulan Februari telah terjadi 400 kejadian di Kota Denpasar.

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Ardy Ganggas yang dikonfirmasi Senin (1/3) mengatakan, dari 400 kejadian yang ditangani pihak BPBD Kota Denpasar, paling banyak adalah penanganan indikasi Covid-19 dengan jumlah 109 kasus. 

“Namun, jumlah penanganan warga yang terindikasi Covid-19 di bulan ini yang kami tangani, lebih sedikit dibandingkan bulan lalu. Di bulan Januari, kami menangani 191 kasus,” terang Ardy Ganggas.

Lanjutnya, dari 22 data kasus kejadian yang ditangani, selain indikasi Covid-19 itu, ada beberapa kasus yang intens ditangani dengan jumlah banyak. Seperti kecelakaan dengan jumlah 84 kasus. Kemudian berturut-turut evakuasi jenazah (Pantastis) sebanyak 56, pohon tumbang 45 kasus, evakuasi orang sakit dengan jumlah 41, penemuan ular atau binatang lainnya dengan jumlah 41, penemuan jenazah 7, warga pingsan 6, kebakaran 5, ODGJ 4, banjir dan orang hanyut masing-masing 1 kasus. 

Sedangkan kasus seperti penanganan gempa, got meluap/jalan berlubang, pengecekan pasien sakit, orang linglung, pengeroyokan, orang tersengat listrik, orang mengamuk, tumpahan minyak di jalan, tanah longsor dan orang terjatuh dengan jumlah nihil kasus. 

“BPBD Kota Denpasar tetap bertugas full dan tidak kerja dari rumah alias work from home (WFH). Karena pelayanan penanggulangan bencana tidak bisa via daring. Untuk itu harus tetap stand by,” tegas Ardy Ganggas. 

Selain itu, pihaknya berpesan dalam masa pandemi ini, masyarakat tetap dan selalu kedepankan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat. Begitu juga dengan seluruh personel agar bisa melakukan pelayanan prima kepada masyarakat. 

Sebagai perbandingan, jumlah kasus yang ditangani BPBD Kota Denpasar di bulan Januari lalu sebanyak 544 kasus. Dan, jumlah kasus yang paling banyak ditangani yakni penanganan indikasi Covid-19. 


Most Read

Artikel Terbaru

/