alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Vaksinasi Tenaga Pariwisata Tuntas, Berharap Pariwisata Dunia Dibuka

DENPASAR, BALI EXPRESS –  Dibukanya pariwisata internasional sangat dinanti-nanti oleh pelaku pariwisata di Bali. Segala persiapan pun telah dilakukan, termasuk vaksinasi bagi tenaga pariwisata yang ada. Dengan demikian, harapan pembukaan pariwisata untuk wisatawan internasional pun semakin mendekati ‘lampu hijau’. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Senin (1/3) menjelaskan, sampai saat ini vaksinasi bagi tenaga pariwisata masih terus berlanjut. “Yang kemarin 2.500 tenaga pariwisata telah divaksin. Kalau pariwisata kan tidak ditutup, tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan, tapi untuk wisatawan Nusantara saja,” jelasnya. 

Diakuinya, keran pariwisata internasional sampai saat ini  belum dibuka, sebab kebijakan itu disebut dari Presiden langsung. Pihaknya pun berharap pasca vaksinasi digelar agar secara tertata dan selektif pariwisata internasional dapat dibuka. 

“Kita berharap internasional dengan tertata selektif bisa dibuka. Itu harapan kita. Cuma masalahnya yang menentukan itu presiden, bukan  gubernur, jadi harus menunggu kebijakan pusat,” sambung Astawa. 

Dijelaskannya, per Minggu (28/2), tenaga pariwisata yang mendaftar vaksin sebanyak 92 ribu. Data tersebut ia dapatkan sesuai pengisian form yang dilakukan dengan  sistem online. “Sampai kemarin yang daftar sebanyak 92 ribuan,” tandasnya. 

Dikonfirmasi terpisah Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyebutkan jangka panjang memang ada dibukanya pariwisata untuk wisatawan internasional.

“Untuk jangka panjangnya pasti arah kita ke sana. Tapi  upaya kita untuk memberikan vaksin terhadap tenaga kerja pariwisata dan masyarakat. Kemudian disertai dengan disiplin terhadap protokol kesehatan, yang keberhasilannya ditandai dengan menurunnya angka yang terinveksi virus Covid-19,” paparnya. 

Sementara untuk jangka pendeknya, pria yang juga sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali ini, menerangkan akan membuka program free Covid-19 Corridoor (FCC). 

“Program jangka pendek kita adalah membuka program FCC. Untuk sampai pada tahapan tersebut, tentu ada pertimbangan lain, diantaranya kebijakan pemerintah pusat, dan kondisi di luar negeri,” tandasnya. 


DENPASAR, BALI EXPRESS –  Dibukanya pariwisata internasional sangat dinanti-nanti oleh pelaku pariwisata di Bali. Segala persiapan pun telah dilakukan, termasuk vaksinasi bagi tenaga pariwisata yang ada. Dengan demikian, harapan pembukaan pariwisata untuk wisatawan internasional pun semakin mendekati ‘lampu hijau’. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Senin (1/3) menjelaskan, sampai saat ini vaksinasi bagi tenaga pariwisata masih terus berlanjut. “Yang kemarin 2.500 tenaga pariwisata telah divaksin. Kalau pariwisata kan tidak ditutup, tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan, tapi untuk wisatawan Nusantara saja,” jelasnya. 

Diakuinya, keran pariwisata internasional sampai saat ini  belum dibuka, sebab kebijakan itu disebut dari Presiden langsung. Pihaknya pun berharap pasca vaksinasi digelar agar secara tertata dan selektif pariwisata internasional dapat dibuka. 

“Kita berharap internasional dengan tertata selektif bisa dibuka. Itu harapan kita. Cuma masalahnya yang menentukan itu presiden, bukan  gubernur, jadi harus menunggu kebijakan pusat,” sambung Astawa. 

Dijelaskannya, per Minggu (28/2), tenaga pariwisata yang mendaftar vaksin sebanyak 92 ribu. Data tersebut ia dapatkan sesuai pengisian form yang dilakukan dengan  sistem online. “Sampai kemarin yang daftar sebanyak 92 ribuan,” tandasnya. 

Dikonfirmasi terpisah Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyebutkan jangka panjang memang ada dibukanya pariwisata untuk wisatawan internasional.

“Untuk jangka panjangnya pasti arah kita ke sana. Tapi  upaya kita untuk memberikan vaksin terhadap tenaga kerja pariwisata dan masyarakat. Kemudian disertai dengan disiplin terhadap protokol kesehatan, yang keberhasilannya ditandai dengan menurunnya angka yang terinveksi virus Covid-19,” paparnya. 

Sementara untuk jangka pendeknya, pria yang juga sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali ini, menerangkan akan membuka program free Covid-19 Corridoor (FCC). 

“Program jangka pendek kita adalah membuka program FCC. Untuk sampai pada tahapan tersebut, tentu ada pertimbangan lain, diantaranya kebijakan pemerintah pusat, dan kondisi di luar negeri,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/