alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Sebelum Serang Mabes Polri, ZA Sudah Tulis Surat Wasiat

JAKARTA, BALI EXPRESS -Sebelum menyerang nekat ke Mabes Polri, Jakarta, ZA yang akhirnya tewas ditembak, Rabu (31/3), ternyata sudah menulis surat wasiat.

Lurah Kelapa Dua Wetan Sandy Adamsyah mengatakan, surat wasiat yang diduga ditulis tangan oleh ZA, pelaku penyerangan Mabes Polri, Rabu (31/3), sudah ditemukan sebelumnya oleh keluarganya. Hal ini disampaikan Sandy usai menyaksikan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian terhadap keluarga ZA. “Ditemukan sebelum aksi (penyerangan),” kata Sandy. 

Pihak keluarga, kata Sandy, berencana melaporkan kepada kepolisian setelah menemukan surat wasiat dari ZA. “Ada inisiatif untuk melaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur, tetapi saat keluarga mau melaporkan, sudah terjadi aksi penembakan,” lanjutnya.  

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur memeriksa rumah yang diduga tempat tinggal teroris yang menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3) sore. Rumah tersebut terletak di Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

“Pelaku berinsial ZA beralamat di Jalan Lapangan Tembak, Kepala Dua Wetan, Jakarta Timur,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3).

Baca Juga :  Gubernur Pastika Sambut Baik Perkebunan Tebu di Gerokgak

Listyo menjelaskan, wanita tersebut masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan.

Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri. “Oleh anggota ditunjukkan. Namun, yang bersangkutan melakukan penyerangan kepada (anggota) yang ada di pos jaga,” kata Kapolri.

Listyo menuturkan, ZA merupakan lone wolf yang memiliki ideologi ISIS. Hal ini terbukti dari hasil profiling di media sosialnya yang berisi tulisan-tulisan terkait jihad.

“Yang bersangkutan memiliki akun IG yang baru dibuat 21 jam yang lalu. Di dalamnya ada bendera ISIS,” kata Kapolri.

Pelaku juga diketahui merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta, namun drop out pada semester lima.

Saat melakukan penggeledahan di kediaman pelaku, Densus menemukan sepucuk surat wasiat yang ditujukan kepada orang tuanya. “Ditemukan surat wasiat di rumahnya dan ada kata-kata di WAG keluarga, bahwa yang bersangkutan akan pamit,” kata Kapolri. 

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menyebut penyerang Mabes Polri, ZA, 25, melakukan penembakan kepada petugas sebanyak enam kali. “Dua kali tembakan kepada anggota yang ada di dalam pos, dua kali yang ada di luar, dan menembak lagi kepada anggota yang ada di belakangnya,” kata Kapolri saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3).

Baca Juga :  Mau Melerai, Anggota Dalmas Dipukuli Ketua Pecalang dan Anggota Ormas

Berdasarkan hal itu, lanjutnya, aparat langsung melakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku, dan ZA seketika tewas di tempat.

Kronologisnya, sekitar pukul 16.30 WIB seorang wanita masuk dari pintu belakang Bareskrim Polri kemudian mengarah ke pos gerbang utama Mabes Polri.

Pelaku tersebut lantas menanyakan keberadaan kantor pos. Petugas yang ditanyai oleh perempuan tersebut menunjukkan arah kantor pos yang ditanyainya.

Setelah mendatangi pos, perempuan itu pergi dan kembali mendatangi pos jaga. Pada saat itulah, perempuan yang diketahui eks salah satu mahasiswa perguruan tinggi tersebut menembaki petugas sebanyak enam kali.

Berdasarkan hasil olah  tempat kejadian perkara (TKP), diketahui yang bersangkutan beralamat tinggal di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua, Wetan, Kecamatam Ciracas Kota Jakarta Timur. (jpnn)


JAKARTA, BALI EXPRESS -Sebelum menyerang nekat ke Mabes Polri, Jakarta, ZA yang akhirnya tewas ditembak, Rabu (31/3), ternyata sudah menulis surat wasiat.

Lurah Kelapa Dua Wetan Sandy Adamsyah mengatakan, surat wasiat yang diduga ditulis tangan oleh ZA, pelaku penyerangan Mabes Polri, Rabu (31/3), sudah ditemukan sebelumnya oleh keluarganya. Hal ini disampaikan Sandy usai menyaksikan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian terhadap keluarga ZA. “Ditemukan sebelum aksi (penyerangan),” kata Sandy. 

Pihak keluarga, kata Sandy, berencana melaporkan kepada kepolisian setelah menemukan surat wasiat dari ZA. “Ada inisiatif untuk melaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur, tetapi saat keluarga mau melaporkan, sudah terjadi aksi penembakan,” lanjutnya.  

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur memeriksa rumah yang diduga tempat tinggal teroris yang menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3) sore. Rumah tersebut terletak di Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

“Pelaku berinsial ZA beralamat di Jalan Lapangan Tembak, Kepala Dua Wetan, Jakarta Timur,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3).

Baca Juga :  Hadiri HUT STT Buana Santi, Giri Ajak Teruna Teruni Bangun Badung

Listyo menjelaskan, wanita tersebut masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan.

Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri. “Oleh anggota ditunjukkan. Namun, yang bersangkutan melakukan penyerangan kepada (anggota) yang ada di pos jaga,” kata Kapolri.

Listyo menuturkan, ZA merupakan lone wolf yang memiliki ideologi ISIS. Hal ini terbukti dari hasil profiling di media sosialnya yang berisi tulisan-tulisan terkait jihad.

“Yang bersangkutan memiliki akun IG yang baru dibuat 21 jam yang lalu. Di dalamnya ada bendera ISIS,” kata Kapolri.

Pelaku juga diketahui merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta, namun drop out pada semester lima.

Saat melakukan penggeledahan di kediaman pelaku, Densus menemukan sepucuk surat wasiat yang ditujukan kepada orang tuanya. “Ditemukan surat wasiat di rumahnya dan ada kata-kata di WAG keluarga, bahwa yang bersangkutan akan pamit,” kata Kapolri. 

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menyebut penyerang Mabes Polri, ZA, 25, melakukan penembakan kepada petugas sebanyak enam kali. “Dua kali tembakan kepada anggota yang ada di dalam pos, dua kali yang ada di luar, dan menembak lagi kepada anggota yang ada di belakangnya,” kata Kapolri saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3).

Baca Juga :  TA 2022, Dewan Dorong Disketapang Pengadaan 100 Ton Beras

Berdasarkan hal itu, lanjutnya, aparat langsung melakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku, dan ZA seketika tewas di tempat.

Kronologisnya, sekitar pukul 16.30 WIB seorang wanita masuk dari pintu belakang Bareskrim Polri kemudian mengarah ke pos gerbang utama Mabes Polri.

Pelaku tersebut lantas menanyakan keberadaan kantor pos. Petugas yang ditanyai oleh perempuan tersebut menunjukkan arah kantor pos yang ditanyainya.

Setelah mendatangi pos, perempuan itu pergi dan kembali mendatangi pos jaga. Pada saat itulah, perempuan yang diketahui eks salah satu mahasiswa perguruan tinggi tersebut menembaki petugas sebanyak enam kali.

Berdasarkan hasil olah  tempat kejadian perkara (TKP), diketahui yang bersangkutan beralamat tinggal di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua, Wetan, Kecamatam Ciracas Kota Jakarta Timur. (jpnn)


Most Read

Artikel Terbaru

/