alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Kodrat Bali Pasang Badan, Minta Polisi Adil Tangani Kasus Atletnya

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Bali siap pasang badan bagi salah satu atletnya, Ferdy Surya Dewa Yana, 23, dan juga ayah Ferdy, Ade Yana, 51, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan di depan minimarket, dekat SMPN 3 Kuta Selatan, Senin (7/2) lalu.

Padahal, dalam kasus ini, Ferdy Yana yang merupakan atlet tarung derajat PON peraih perunggu di PON Papua lalu dan ayahnya berniat mengamankan keselamatan adik Ferdy dan juga anak kandung Ade Yana, yakni Ferdandy Dewa Yana, 19, yang sempat dikeroyok oleh empat orang.

Bahkan dalam kasus itu, Ade Yana sang ayah menerima tebasan senjata tajam. Namun, malah Ferdy dan ayahnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Intinya kami dari Kodrat Bali siap pasang badan untuk kasus ini. Kami berharap polisi bisa bersikap seadil-adilnya dan melihat kasus ini secara fair. Masa ada orang kena tebas dan membela diri malah ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Sekretaris Umum Pengprov Kodrat Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka saat dikonfirmasi, Jumat (1/4).

Pria yang akrab disapa Gung Cok ini pun siap mengawal kasus ini. Bahkan telah memberikan pendampingan hukum lewat dua orang pengacara.

Gung Cok pun berharap polisi bisa menggelar perkara dan secara jernih melihat kasus ini. “Itu ada unsur niat menghilangkan nyawa seseorang. Masa seperti itu dilindungi dan malah atlet kami dan ayahnya dijadikan sebagai tersangka yang notabene terkena senjata tajam,” beber Gung Cok.

Menurut Gung Cok, apa yang dilakukan atletnya itu merupakan tindakan untuk membela diri. “Sebagai atlet tarung derajat, memang dididik untuk membela diri dalam situasi seperti itu,” tandasnya, sembari mengatakan akan terus mengikuti perkembangan dan menelusuri kasus ini.

Sementara itu Ketua Umum Pengprov Kodrat Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau yang akrab disapa Turah Joko mengakui akan mencari tahu lebih lanjut terkait apa sesungguhnya yang terjadi di lapangan.

Turah Joko, menyampaikan secara organisasi sudah pasti akan melindungi atletnya jika tindakannya memang dinilai untuk mempertahankan diri pada saat terjadi keributan itu.

“Pastinya saya belum tahu, ini sedang kami telusuri. Dari kacamata saya, kalau seorang anak membela orang tuanya yang terkena serangan senjata tajam, saya rasa itu hal wajar yang memang harus dilakukan. Makanya kami akan pelajari kronologisnya dulu,” kata Turah Joko.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ferdy Yana dan Ade Yana membantu dan memberikan perlawanan karena adiknya yang dikeroyok empat orang tak dikenal. Mereka berdua dijadikan tersangka oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan pada Selasa (23/3), karena dilaporkan balik oleh pemuda bernama Erwin, 23.

Sebetulnya, Erwin lebih dulu ditetapkan tersangka, karena dialah salah satu orang yang mengeroyok sang adik sekaligus menebas Ade Yana dengan sajam.

Namun, keluarga besar Ferdy yang mengetahui adanya masalah ini merasa tak terima. Sehingga mereka melanjutkan laporan terhadap keempat pemuda itu.

Selanjutnya dalam prosesnya hanya Erwin yang ditetapkan sebagai tersangka. Akan tetapi Ferdy dan Ade tak menyangka malah mendapat panggilan sebagai tersangka pengeroyokan dari penyidik. Ferdy pun heran atas penetapan itu, karena merasa tak ada melakukan pengeroyokan.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Bali siap pasang badan bagi salah satu atletnya, Ferdy Surya Dewa Yana, 23, dan juga ayah Ferdy, Ade Yana, 51, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan di depan minimarket, dekat SMPN 3 Kuta Selatan, Senin (7/2) lalu.

Padahal, dalam kasus ini, Ferdy Yana yang merupakan atlet tarung derajat PON peraih perunggu di PON Papua lalu dan ayahnya berniat mengamankan keselamatan adik Ferdy dan juga anak kandung Ade Yana, yakni Ferdandy Dewa Yana, 19, yang sempat dikeroyok oleh empat orang.

Bahkan dalam kasus itu, Ade Yana sang ayah menerima tebasan senjata tajam. Namun, malah Ferdy dan ayahnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Intinya kami dari Kodrat Bali siap pasang badan untuk kasus ini. Kami berharap polisi bisa bersikap seadil-adilnya dan melihat kasus ini secara fair. Masa ada orang kena tebas dan membela diri malah ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Sekretaris Umum Pengprov Kodrat Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka saat dikonfirmasi, Jumat (1/4).

Pria yang akrab disapa Gung Cok ini pun siap mengawal kasus ini. Bahkan telah memberikan pendampingan hukum lewat dua orang pengacara.

Gung Cok pun berharap polisi bisa menggelar perkara dan secara jernih melihat kasus ini. “Itu ada unsur niat menghilangkan nyawa seseorang. Masa seperti itu dilindungi dan malah atlet kami dan ayahnya dijadikan sebagai tersangka yang notabene terkena senjata tajam,” beber Gung Cok.

Menurut Gung Cok, apa yang dilakukan atletnya itu merupakan tindakan untuk membela diri. “Sebagai atlet tarung derajat, memang dididik untuk membela diri dalam situasi seperti itu,” tandasnya, sembari mengatakan akan terus mengikuti perkembangan dan menelusuri kasus ini.

Sementara itu Ketua Umum Pengprov Kodrat Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau yang akrab disapa Turah Joko mengakui akan mencari tahu lebih lanjut terkait apa sesungguhnya yang terjadi di lapangan.

Turah Joko, menyampaikan secara organisasi sudah pasti akan melindungi atletnya jika tindakannya memang dinilai untuk mempertahankan diri pada saat terjadi keributan itu.

“Pastinya saya belum tahu, ini sedang kami telusuri. Dari kacamata saya, kalau seorang anak membela orang tuanya yang terkena serangan senjata tajam, saya rasa itu hal wajar yang memang harus dilakukan. Makanya kami akan pelajari kronologisnya dulu,” kata Turah Joko.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ferdy Yana dan Ade Yana membantu dan memberikan perlawanan karena adiknya yang dikeroyok empat orang tak dikenal. Mereka berdua dijadikan tersangka oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan pada Selasa (23/3), karena dilaporkan balik oleh pemuda bernama Erwin, 23.

Sebetulnya, Erwin lebih dulu ditetapkan tersangka, karena dialah salah satu orang yang mengeroyok sang adik sekaligus menebas Ade Yana dengan sajam.

Namun, keluarga besar Ferdy yang mengetahui adanya masalah ini merasa tak terima. Sehingga mereka melanjutkan laporan terhadap keempat pemuda itu.

Selanjutnya dalam prosesnya hanya Erwin yang ditetapkan sebagai tersangka. Akan tetapi Ferdy dan Ade tak menyangka malah mendapat panggilan sebagai tersangka pengeroyokan dari penyidik. Ferdy pun heran atas penetapan itu, karena merasa tak ada melakukan pengeroyokan.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/