alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ribuan Barang Bukti Arak Gula Dimusnahkan di Karangasem

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Setelah tim Satpol PP Provinsi Bali bersama Satpol PP Karangasem gencar melakukan sidak terhadap perajin arak gula, terdapat ratusan liter arak gula beserta bahan lainnya berhasil disita oleh petugas. Untuk itu, pada Jumat (1/4), barang bukti tersebut dimusnahkan di Kantor Satpol PP Karangasem. Itu dilakukan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, beserta Kasatpol PP Provinsi Bali I Dewa Rai Dharmadi.

Kasatpol PP Bali menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan 860 liter arak gula, Ragi, dan Gula Pasir. Itu didapatkan dari 26 perajin yang tersebar di dua Kecamatan di Kabupaten Karangasem. Namun, Dewa Dharmadi mengaku meskipun sudah dilakukan sidak, tampaknya masih ada perajin arak yang menggunakan gula.

Barang bukti tersebut pihaknya dapatkan dari beberapa waktu lalu. Terhitung dari awal Januari 2022, dan dimusnahkan pada awal April 2022.

Setelah dilakukan pemusnahan ini, pihaknya berharap bisa lebih intensif dalam melakukan penindakan. “Mohon waktu, semoga dengan dimusnahkannya hari ini barang buktinya, kedepan kami bisa lebih intensif untuk melakukan penertiban,” lanjutnya.

Untuk menjalankan intruksi dari Gubernur Bali supaya tidak ada lagi perajin arak gula, penertiban tidak hanya dilakukan tim Satpol PP saja. Tampaknya tim kepolisian dari Polres Karangasem juga ikut serta dalam menindak para perajin tersebut.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster berharap, para perajin arak gula tersebut bisa beralih menjadi perajin arak tradisional. Karena arak gula disebut bisa merusak kesehatan. “Saya minta masyarakat agar tertib, disiplin didalam menerapkan peraturan gubernur nomor 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi/ destilasi khas Bali,” harapnya.

Ia sangat menyayankan, dengan adanya perajin arak gula ini, bisa merusak arak Bali tradisional. Disebutnya lagi, jika arak gula didiamkan dalam kurun waktu 10 hari bisa menjadi rusak, sedangkan arak tradisional, semakin lama didiamkan akan semakin bagus. “Produksi lah yang tradisional, jangan mau cari uang dengan cara nakal begini, ikuti saja yang tradisional,” tegasnya. (dir)


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Setelah tim Satpol PP Provinsi Bali bersama Satpol PP Karangasem gencar melakukan sidak terhadap perajin arak gula, terdapat ratusan liter arak gula beserta bahan lainnya berhasil disita oleh petugas. Untuk itu, pada Jumat (1/4), barang bukti tersebut dimusnahkan di Kantor Satpol PP Karangasem. Itu dilakukan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, beserta Kasatpol PP Provinsi Bali I Dewa Rai Dharmadi.

Kasatpol PP Bali menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan 860 liter arak gula, Ragi, dan Gula Pasir. Itu didapatkan dari 26 perajin yang tersebar di dua Kecamatan di Kabupaten Karangasem. Namun, Dewa Dharmadi mengaku meskipun sudah dilakukan sidak, tampaknya masih ada perajin arak yang menggunakan gula.

Barang bukti tersebut pihaknya dapatkan dari beberapa waktu lalu. Terhitung dari awal Januari 2022, dan dimusnahkan pada awal April 2022.

Setelah dilakukan pemusnahan ini, pihaknya berharap bisa lebih intensif dalam melakukan penindakan. “Mohon waktu, semoga dengan dimusnahkannya hari ini barang buktinya, kedepan kami bisa lebih intensif untuk melakukan penertiban,” lanjutnya.

Untuk menjalankan intruksi dari Gubernur Bali supaya tidak ada lagi perajin arak gula, penertiban tidak hanya dilakukan tim Satpol PP saja. Tampaknya tim kepolisian dari Polres Karangasem juga ikut serta dalam menindak para perajin tersebut.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster berharap, para perajin arak gula tersebut bisa beralih menjadi perajin arak tradisional. Karena arak gula disebut bisa merusak kesehatan. “Saya minta masyarakat agar tertib, disiplin didalam menerapkan peraturan gubernur nomor 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi/ destilasi khas Bali,” harapnya.

Ia sangat menyayankan, dengan adanya perajin arak gula ini, bisa merusak arak Bali tradisional. Disebutnya lagi, jika arak gula didiamkan dalam kurun waktu 10 hari bisa menjadi rusak, sedangkan arak tradisional, semakin lama didiamkan akan semakin bagus. “Produksi lah yang tradisional, jangan mau cari uang dengan cara nakal begini, ikuti saja yang tradisional,” tegasnya. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/