alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Sempat Digendong Naik Boat, Koster Plaspas Pelabuhan Sampalan Nusa Penida

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menghadiri Upacara Pemlaspasan Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Klungkung pada, Jumat (1/4).  Pemlaspasan tersebut juga dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB Muiz Thohir.

Upacara Pemlaspasan diiringi dengan Tari Baris Jangkang dan dirangkaikan dengan Upacara Pekelem, dipuput oleh Ida Mpu Buda Satya Yoga dan Ida Rsi Baghawan Dharma Sata Sida.  Gubernur Koster menyampaikan Pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur di Kota Denpasar, Sampalan di Nusa Penida dan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung merupakan program prioritas pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara.

Sebagai program prioritas infrastruktur bertujuan untuk membangun Bali secara keseluruhan, guna mendukung pelayanan publik dan menunjang pusat-pusat perekonomian baru di Bali. Karena ia mengamati pembangunan infrastruktur di Bali termasuk yang tertinggal di Indonesia, dan tidak ada yang didesain secara terkoneksi antar wilayah dan sektor oleh pemerintah.

Infrastruktur di Pulau Nusa Penida sudah seharusnya dikembangkan secara layak dan memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari masyarakat, selain juga untuk mendukung Upacara Pujawali di Pura Ratu Gede Dalem Ped. “Setiap ada Upacara Pujawali, umat Hindu Se-Bali tangkil ke Pura Ratu Gede Dalem Ped, sehingga perlu transportasi yang baik,” kata Wayan Koster.

Dia juga menceritakan Pelabuhan Segitiga Emas ini  diwujudkan karena pada tahun 2016 silam, pernah menyebrang ke Nusa Penida dari Sanur saat kondisi ombak besar. “Untuk berpindah dari kapal, saya harus digendong dan begitu juga masyarakat kerap kali saya lihat kainnya harus diangkat agar tidak terkena air laut menuju kapal. Atas hal inilah, saya tersentuh dan bertekad membangun pelabuhan di Nusa Penida dan Sanur jika terpilih menjadi Gubernur Bali,” bebernya.

Disebutkannya masak masalah begitu tidak selesai bertahun – tahun. Jadi negara harus hadir, karena Nusa Penida merupakan destinasi wisata yang makin lama makin terkenal baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara

“Beberapa hari setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019, Bapak Presiden memanggil saya selaku Gubernur Bali, dan disana saya menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara koneksi,” cerita Wayan Koster.

Pembangunan itu melalui APBN Kementrian Perhubungan RI dengan total anggaran Rp 566 Miliar lebih. Terdiri dari anggaran pembangunan Pelabuhan Sanur sebesar Rp 370 Miliar, untuk Pelabuhan Sampalan Rp 90 Miliar, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp 106 Miliar.

Ia menambahkan, belum pernah ada pembangunan seperti ini yang dibiayai langsung dari APBN dan diperjuangkan oleh Gubernur Bali. Sehingga meski dirinya kalah di Klungkung, namun tetap berfikir untuk membangun Bali secara keseluruhan agar seimbang antara Bali Utara, Selatan Barat dan Timur.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menghadiri Upacara Pemlaspasan Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Klungkung pada, Jumat (1/4).  Pemlaspasan tersebut juga dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi NTB Muiz Thohir.

Upacara Pemlaspasan diiringi dengan Tari Baris Jangkang dan dirangkaikan dengan Upacara Pekelem, dipuput oleh Ida Mpu Buda Satya Yoga dan Ida Rsi Baghawan Dharma Sata Sida.  Gubernur Koster menyampaikan Pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur di Kota Denpasar, Sampalan di Nusa Penida dan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung merupakan program prioritas pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara.

Sebagai program prioritas infrastruktur bertujuan untuk membangun Bali secara keseluruhan, guna mendukung pelayanan publik dan menunjang pusat-pusat perekonomian baru di Bali. Karena ia mengamati pembangunan infrastruktur di Bali termasuk yang tertinggal di Indonesia, dan tidak ada yang didesain secara terkoneksi antar wilayah dan sektor oleh pemerintah.

Infrastruktur di Pulau Nusa Penida sudah seharusnya dikembangkan secara layak dan memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari masyarakat, selain juga untuk mendukung Upacara Pujawali di Pura Ratu Gede Dalem Ped. “Setiap ada Upacara Pujawali, umat Hindu Se-Bali tangkil ke Pura Ratu Gede Dalem Ped, sehingga perlu transportasi yang baik,” kata Wayan Koster.

Dia juga menceritakan Pelabuhan Segitiga Emas ini  diwujudkan karena pada tahun 2016 silam, pernah menyebrang ke Nusa Penida dari Sanur saat kondisi ombak besar. “Untuk berpindah dari kapal, saya harus digendong dan begitu juga masyarakat kerap kali saya lihat kainnya harus diangkat agar tidak terkena air laut menuju kapal. Atas hal inilah, saya tersentuh dan bertekad membangun pelabuhan di Nusa Penida dan Sanur jika terpilih menjadi Gubernur Bali,” bebernya.

Disebutkannya masak masalah begitu tidak selesai bertahun – tahun. Jadi negara harus hadir, karena Nusa Penida merupakan destinasi wisata yang makin lama makin terkenal baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara

“Beberapa hari setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019, Bapak Presiden memanggil saya selaku Gubernur Bali, dan disana saya menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara koneksi,” cerita Wayan Koster.

Pembangunan itu melalui APBN Kementrian Perhubungan RI dengan total anggaran Rp 566 Miliar lebih. Terdiri dari anggaran pembangunan Pelabuhan Sanur sebesar Rp 370 Miliar, untuk Pelabuhan Sampalan Rp 90 Miliar, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp 106 Miliar.

Ia menambahkan, belum pernah ada pembangunan seperti ini yang dibiayai langsung dari APBN dan diperjuangkan oleh Gubernur Bali. Sehingga meski dirinya kalah di Klungkung, namun tetap berfikir untuk membangun Bali secara keseluruhan agar seimbang antara Bali Utara, Selatan Barat dan Timur.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/