alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Biar Kuat Begadang, Makelar Tanah Nyabu Seminggu Dua Kali

BALI EXPRESS, SINGARAJA – Ada-ada saja pengakuan unik dari seorang pecandu narkoba. Seperti diutarakan Komang Adnyana alias Koming, 32. Pria yang bekerja sebagai seorang makelar tanah ini nekat mengkonsumsi barang haram jenis sabu agar kuat begadang saat menonton TV.

 

Saat ditemui awak media di Mapolres Buleleng, Selasa (30/4) lalu,  Koming hanya tertunduk malu. Bahkan kedua tangannya  yang sudah diborgol begitu erat menutupi wajahnya agar tak tertangkap mata kamera.

 

Pria yang beralamat di jalan Pulau Batam, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng ini mengaku mengonsumsi narkoba sejak enam bulan yang lalu. Kepada awak media Koming mengaku jika mengkonsumsi sabu karena terbuai rayuan teman.

 

Barang haram itu ia pesan kepada seorang pengedar di wilayah Denpasar, melalui aplikasi WhatsApp. Bahkan sabu-sabu itu ia konsumsi sebanyak dua kali dalam seminggu, dengan harapan agar kuat begadang.

 

“Awalnya (nyabu, Red) karena nyoba-nyoba. Saya suka menonton TV, jadi sering begadang, makanya nyabu. Setiap minggu beli 0.60 gram, seharga Rp 1,3 juta. Makainya tidak setiap hari. Ya seminggu dua kali lah” aku pria yang bekerja sebagai makelar tanah ini.

 

Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Suparta mengatakan, tersangka Koming ditangkap pada Minggu (21/4) pukul 21.30 wita, di depan Wihara, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. Penangkapan ini dilakukan saat dirinya baru saja usai mengambil pesanan sabu, yang ditempel di bawah sebuah tiang listrik. 

 

Tak ingin kalah cepat, momen itupun langsung dimanfaatkan polisi untuk menggeledah badan tersangka. Alhasil, dari tangannya, polisi berhasil menemukan satu bungkus plastik pilip berisi sabu, seberat 0.73 gram brutto.

 

“Tersangka Koming ini sementara berperan sebagai pengguna. Dari hasil penyelidikan kami, dia adalah jaringan Kota Denpasar. Barang dipesan lewat telepon, lalu ditempel di suatu tempat,” katanya. 

 

Dar  hasil pengembangan, AKP Suparta menyebut jika pihaknya telah berhasil mengantongi identitas dari sang pengendar, yang diketahui berinisial D. Saat ini pihaknya telah memasukkan warga asal Kota Denpasar itu ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

 

Atas ulahnya, Koming pun dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancamam hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 Miliar.


BALI EXPRESS, SINGARAJA – Ada-ada saja pengakuan unik dari seorang pecandu narkoba. Seperti diutarakan Komang Adnyana alias Koming, 32. Pria yang bekerja sebagai seorang makelar tanah ini nekat mengkonsumsi barang haram jenis sabu agar kuat begadang saat menonton TV.

 

Saat ditemui awak media di Mapolres Buleleng, Selasa (30/4) lalu,  Koming hanya tertunduk malu. Bahkan kedua tangannya  yang sudah diborgol begitu erat menutupi wajahnya agar tak tertangkap mata kamera.

 

Pria yang beralamat di jalan Pulau Batam, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng ini mengaku mengonsumsi narkoba sejak enam bulan yang lalu. Kepada awak media Koming mengaku jika mengkonsumsi sabu karena terbuai rayuan teman.

 

Barang haram itu ia pesan kepada seorang pengedar di wilayah Denpasar, melalui aplikasi WhatsApp. Bahkan sabu-sabu itu ia konsumsi sebanyak dua kali dalam seminggu, dengan harapan agar kuat begadang.

 

“Awalnya (nyabu, Red) karena nyoba-nyoba. Saya suka menonton TV, jadi sering begadang, makanya nyabu. Setiap minggu beli 0.60 gram, seharga Rp 1,3 juta. Makainya tidak setiap hari. Ya seminggu dua kali lah” aku pria yang bekerja sebagai makelar tanah ini.

 

Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Suparta mengatakan, tersangka Koming ditangkap pada Minggu (21/4) pukul 21.30 wita, di depan Wihara, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. Penangkapan ini dilakukan saat dirinya baru saja usai mengambil pesanan sabu, yang ditempel di bawah sebuah tiang listrik. 

 

Tak ingin kalah cepat, momen itupun langsung dimanfaatkan polisi untuk menggeledah badan tersangka. Alhasil, dari tangannya, polisi berhasil menemukan satu bungkus plastik pilip berisi sabu, seberat 0.73 gram brutto.

 

“Tersangka Koming ini sementara berperan sebagai pengguna. Dari hasil penyelidikan kami, dia adalah jaringan Kota Denpasar. Barang dipesan lewat telepon, lalu ditempel di suatu tempat,” katanya. 

 

Dar  hasil pengembangan, AKP Suparta menyebut jika pihaknya telah berhasil mengantongi identitas dari sang pengendar, yang diketahui berinisial D. Saat ini pihaknya telah memasukkan warga asal Kota Denpasar itu ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

 

Atas ulahnya, Koming pun dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancamam hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 Miliar.


Most Read

Artikel Terbaru

/