alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Sebelum Dibunuh, Pemilik Kos Dua Kali Melerai Pasangan Kekasih Itu

BALI EXPRESS, SINGARAJA – Pemilik kos yang menjadi TKP pembunuhan Ni Made Ayu Serli Mahardika, 20 di Buleleng, Kadek Sura Nguraha mengaku sudah pernah melerai pasangan pelaku dan korban saat bertengkar. Tapi dia tidak menyangka keributan demi keributan itu justru berujung pada pembunuhan.

 

Kadek Sura Nugraha mengungkapkan, pasca ditemukan jasad Serli di rumah kos miliknya, pihaknya telah melakukan pecaruan biasa pada Purnama lalu. Namun pecaruan itu masih tergolong pecaruan biasa. Sebab, saat itu pihaknya belum bisa masuk lantaran kos-kosan tersebut dalam kondisi dipasangi garis polisi.

 

“Upacara pecaruan sudah dilakukan saat purnama. Tetapi mecaru biasa, karena kos-kosannya kan masih ada garis polisi. Tetapi nanti kami akan gelar upacara yang lebih besar lagi, yakni pecaruan Rsi Gana,” ujar Sura.

 

Sura menuturkan, sebelum pembunuhan itu terjadi, sejatinya pihaknya sudah dua kali memediasi korban dan pelaku karena sering bertengkar di dalam kos.

 

“Sudah dua kali saya mediasi, agar tidak bikin keributan di kos. Makanya saya peringatkan lagi sekali. Habis itu lama saya tidak ketemu mereka,” ujarnya.

 

Ketika korban dinyatakan hilang, orang tua Serli yang di kampung sebut Sura sempat menghubungi dirinya. Bahkan, Kamis (12/4) pagi, Sura sempat mendatangi kamar kos milik korban. Namun karena terkunci, Sura pun berpikir jika korban pergi bersama teman kuliahnya.

 

“Saat itu motor korban memang saya lihat terparkir di kos. Tetapi saya pikir dia pergi bersama temannya. Bahkan saat di kos sempat saya cium bau busuk. Ya saya pikir ada sampah di dalam kos,” tutupnya.

 

Seperti diketahui, seorang mahasiswi cantik ditemukan tewas dan membusuk di dalam kamar kos, kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Kamis (11/4) siang.

Mahasiswi semester IV Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu belakangan diketahui bernama Ni Made Serly Mahardika.


BALI EXPRESS, SINGARAJA – Pemilik kos yang menjadi TKP pembunuhan Ni Made Ayu Serli Mahardika, 20 di Buleleng, Kadek Sura Nguraha mengaku sudah pernah melerai pasangan pelaku dan korban saat bertengkar. Tapi dia tidak menyangka keributan demi keributan itu justru berujung pada pembunuhan.

 

Kadek Sura Nugraha mengungkapkan, pasca ditemukan jasad Serli di rumah kos miliknya, pihaknya telah melakukan pecaruan biasa pada Purnama lalu. Namun pecaruan itu masih tergolong pecaruan biasa. Sebab, saat itu pihaknya belum bisa masuk lantaran kos-kosan tersebut dalam kondisi dipasangi garis polisi.

 

“Upacara pecaruan sudah dilakukan saat purnama. Tetapi mecaru biasa, karena kos-kosannya kan masih ada garis polisi. Tetapi nanti kami akan gelar upacara yang lebih besar lagi, yakni pecaruan Rsi Gana,” ujar Sura.

 

Sura menuturkan, sebelum pembunuhan itu terjadi, sejatinya pihaknya sudah dua kali memediasi korban dan pelaku karena sering bertengkar di dalam kos.

 

“Sudah dua kali saya mediasi, agar tidak bikin keributan di kos. Makanya saya peringatkan lagi sekali. Habis itu lama saya tidak ketemu mereka,” ujarnya.

 

Ketika korban dinyatakan hilang, orang tua Serli yang di kampung sebut Sura sempat menghubungi dirinya. Bahkan, Kamis (12/4) pagi, Sura sempat mendatangi kamar kos milik korban. Namun karena terkunci, Sura pun berpikir jika korban pergi bersama teman kuliahnya.

 

“Saat itu motor korban memang saya lihat terparkir di kos. Tetapi saya pikir dia pergi bersama temannya. Bahkan saat di kos sempat saya cium bau busuk. Ya saya pikir ada sampah di dalam kos,” tutupnya.

 

Seperti diketahui, seorang mahasiswi cantik ditemukan tewas dan membusuk di dalam kamar kos, kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Kamis (11/4) siang.

Mahasiswi semester IV Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu belakangan diketahui bernama Ni Made Serly Mahardika.


Most Read

Artikel Terbaru

/