alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dagang Nasi Campur Langganan Pasien Meninggal Positif Covid-19

GIANYAR, BALI EXPRESS – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP)  Covid 19 Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya menyampaikan dua tambahan kasus positif dan dua pasien sembuh, Selasa (30/6) malam. 

Salah satu kasus positif merupakan seorang pedagang nasi campur di Kecamatan Blahbatuh yang merupakan langganan dari pasien positif meninggal dunia beberapa hari lalu. “Kasus pertama, NR, 47, yang bersangkutan keseharian berkerja sebagai pedagang nasi campur yang berlokasi di Kecamatan Blahbatuh, dan merupakan langganan dari almarhum pasien yang telah dinyatakan meninggal dengan diagnosa positif Covid-19,” jelasnya. 

Dijelaskannya, pada (23/6) yang bersangkutan berdagang terakhir kalinya karena kondisi tidak sehat. Pada 25 Juni 2020 yang bersangkutan ke RS Kasih Ibu Saba dengan keluhan maag, air liur kental, dan tidak mau makan. Maka dilakukan test rapid dengan hasil reaktif, dan selanjutnya dirujuk ke RSPTN Unud. 

“Pada 27Juni 2020, dilakukan swab pertama, 28 Juni  keluar dengan hasil dengan positif. Pada 30 Juni 2020, Tim Surveillance Kabupaten, Tim Puskesmas Blahbatuh 2, didampingi Perbekel setempat beserta aparat kepolisian, melakukan tracing dan rapid test bagi keluarga dan kontak erat. 

Test rapid sebanyak 18 orang, yakni 5 orang anggota keluarga, 6 orang karyawan koperasi, dan 7 orang pedagang di sekitar warung dengan hasil seluruhnya non rekatif,” imbuh pria yang juga Sekda Gianyar tersebut. 

Sementara kasus kedua,DKGIP, 27, asal Kecamatan Ubud, seorang PNS di Jakarta dan pulang ke Bali pada 18 Maret 2020. “Kronologisnya pada 18 Maret 2020 datang dari Jakarta, 19 Mei 2020 yang bersangkutan melakukan rapid test di Puskesmas Ubud 2 dengan hasil non reaktif. Pada 11 Juni 2020, yang bersangkutan rencana mau berangkat ke Jakarta sebagai persyaratan perjalanan keluar daerah, maka melakukan rapid test di RS Payangan dengan hasil reaktif,” paparnya. 

Kemudian pada 12 Juni 2020, yang bersangkutan melakukan swab mandiri ke RSPTN Unud dengan hasil positif Covd-19. Selanjutnya yang bersangkutan diisolasi di RSPTN Unud. Pada 15 Juni 2020, dilakukan evaluasi dengan pemeriksaan swab kediua oleh pihak RSPTN Unud dengan hasil negatif.

” Tanggal 18 Juni 2020, dilakukan evaluasi lanjutan dengan pemeriksaan swab ketiga. Tanggal 19 Juni 2020, keluar hasil dan dinyatakan negatif. Tanggal 20 Juni 2020, yang bersangkutan dinyatakan sembuh oleh pihak RSPTN Unud dan diperbolehkan pulang. Tindak lanjut pelaksanaan test (rapid/swab), tracing, treatmen dan isolasi kontak erat dilaksanakan oleh Tim Puskesmas Ubud 2,” imbuhnya. “Jadi, kesimpulannya dua positif dan dua sembuh,” tandas Wisnu Wijaya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP)  Covid 19 Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya menyampaikan dua tambahan kasus positif dan dua pasien sembuh, Selasa (30/6) malam. 

Salah satu kasus positif merupakan seorang pedagang nasi campur di Kecamatan Blahbatuh yang merupakan langganan dari pasien positif meninggal dunia beberapa hari lalu. “Kasus pertama, NR, 47, yang bersangkutan keseharian berkerja sebagai pedagang nasi campur yang berlokasi di Kecamatan Blahbatuh, dan merupakan langganan dari almarhum pasien yang telah dinyatakan meninggal dengan diagnosa positif Covid-19,” jelasnya. 

Dijelaskannya, pada (23/6) yang bersangkutan berdagang terakhir kalinya karena kondisi tidak sehat. Pada 25 Juni 2020 yang bersangkutan ke RS Kasih Ibu Saba dengan keluhan maag, air liur kental, dan tidak mau makan. Maka dilakukan test rapid dengan hasil reaktif, dan selanjutnya dirujuk ke RSPTN Unud. 

“Pada 27Juni 2020, dilakukan swab pertama, 28 Juni  keluar dengan hasil dengan positif. Pada 30 Juni 2020, Tim Surveillance Kabupaten, Tim Puskesmas Blahbatuh 2, didampingi Perbekel setempat beserta aparat kepolisian, melakukan tracing dan rapid test bagi keluarga dan kontak erat. 

Test rapid sebanyak 18 orang, yakni 5 orang anggota keluarga, 6 orang karyawan koperasi, dan 7 orang pedagang di sekitar warung dengan hasil seluruhnya non rekatif,” imbuh pria yang juga Sekda Gianyar tersebut. 

Sementara kasus kedua,DKGIP, 27, asal Kecamatan Ubud, seorang PNS di Jakarta dan pulang ke Bali pada 18 Maret 2020. “Kronologisnya pada 18 Maret 2020 datang dari Jakarta, 19 Mei 2020 yang bersangkutan melakukan rapid test di Puskesmas Ubud 2 dengan hasil non reaktif. Pada 11 Juni 2020, yang bersangkutan rencana mau berangkat ke Jakarta sebagai persyaratan perjalanan keluar daerah, maka melakukan rapid test di RS Payangan dengan hasil reaktif,” paparnya. 

Kemudian pada 12 Juni 2020, yang bersangkutan melakukan swab mandiri ke RSPTN Unud dengan hasil positif Covd-19. Selanjutnya yang bersangkutan diisolasi di RSPTN Unud. Pada 15 Juni 2020, dilakukan evaluasi dengan pemeriksaan swab kediua oleh pihak RSPTN Unud dengan hasil negatif.

” Tanggal 18 Juni 2020, dilakukan evaluasi lanjutan dengan pemeriksaan swab ketiga. Tanggal 19 Juni 2020, keluar hasil dan dinyatakan negatif. Tanggal 20 Juni 2020, yang bersangkutan dinyatakan sembuh oleh pihak RSPTN Unud dan diperbolehkan pulang. Tindak lanjut pelaksanaan test (rapid/swab), tracing, treatmen dan isolasi kontak erat dilaksanakan oleh Tim Puskesmas Ubud 2,” imbuhnya. “Jadi, kesimpulannya dua positif dan dua sembuh,” tandas Wisnu Wijaya.


Most Read

Artikel Terbaru

/