alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Pengusaha Tempe di Ubung Meninggal, Diduga Terpapar Covid di Kumbasari

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar kembali mengumumkan satu orang meninggal dunia akibat Covid-19. Almarhum adalah seorang pengusaha tempe umur 50 tahun yang tinggal di Kelurahan Ubung. Sebelumnya, almarhum dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara pada tanggal 22 Juni dengan keluhan demam. Kemudian dilakukan swab test pada tanggal 23 Juni. Hasil swab keluar pada tanggal 26 Juni dan dinyatakan positif. Selanjutnya pada tanggal 1 Juli pukul 01.00 Wita dinyatakan meninggal, dan kini telah dikubur di pemakaman Kampung Wanasari. Sementara itu, istri dan empat orang anaknya negatif swab test. Sedangkan 9 karyawan juga melakukan isolasi mandiri setelah melakukan rapid test dengan hasil non-reaktif.

Juru Bicara GTPP Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan, diduga almarhum terpapar di Pasar Kumbasari saat mengantar tempe ke pedagang di pasar tersebut. “Dugaan sementara, dia terpapar dari pasar karena sebelumnya dia sering membeli ikan ke pasar,” ujarnya.

Selain itu, terdapat 16 orang yang dinyatakan positif korona setelah melakukan swab test. “Dari 16 orang itu, terdapat 1 kluster keluarga,” kata Dewa Rai.

Adapun pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 1 Juli 2020 yakni, seorang laki-laki umur 19 tahun dari Desa Pemecutan Klod dan dikarantinta di Wismabima. Kemudian seorang perempuan umur 27 tahun dari Desa Peguyangan Kaja, dirawat di RSUP.

Kemudian ada 4 orang sekeluarga di Desa Pemecutan Klod yang dirawat di Bapelkes. Mereka terpapar dari sang ibu yang berusia 40 tahun. Si ibu merupakan seorang pedagang warung. Ia menulari seorang anak laki-laki umur 13 tahun, anak laki-laki umur 9, suaminya yang berusia 42 tahun dan kerabat lelakinya yang berusia 55 tahun.

Selanjutnya pasien laki-laki umur 30 tahun dari Desa Pemecutan Kaja, kini dirawat di RSUP Sanglah. Berikutnya seorang laki-laki umur 60 tahun dari Desa Tegal Kertha, dirawat di RSUP Sanglah. Lalu ada seorang laki-laki umur 19 tahun dari Kelurahan Padangsambian,  dirawat di Bapelkes. Selanjutnya pasien perempuan umur 50 tahun dari Desa Tegal Kertha, kini dirawat di RS Wangaya.

Ada pula pasien laki-laki umur 29 dari Kelurahan Sesetan, dirawat di Rumah Singgah. Lalu pasien perempuan umur 60 tahun dari Desa Tegal Kertha, dirawat di RS PTN Unud. Pasien selanjutnya, seorang laki-laki dari Kelurahan Panjer berusia 44 tahun. Kini ia masih melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Kemudian seorang laki-laki umur 69 tahun dari Kelurahan Pemecutan juga dinyatakan positif, dirawat di RS Wangaya. Lalu seorang laki-laki umur 29 tahun dari Kelurahan Sesetan. Kini ia menjalani perawatan di Rumah Singgah Wismabima. Pasien terakhir seorang laki-laki umur 10 tahun dari Desa Pemecutan Klod. Ia diketahui tertular dari ibunya (39), pedagang ikan di Pasar Kumbasari.

Kemudian terdapat pasien yang sembuh sebanyak 23 kasus yakni, laki-laki dari Kelurahan Penatih yang berusia 54 tahun. Laki-laki umur 24 tahun dari Desa Pemecutan Klod. Lalu seorang perempuan umur 55 dari Desa Pemecutan Kaja. Kemudian seorang perempuan umur 52 dari Desa Tegal Kertha. Selanjutnya seorang perempuan umur 44 tahun dari Desa Ubung Kaja. Lalu ada seorang laki-laki umur 29 tahun dari Desa Tegal Kertha. Kemudian seorang laki-laki umur 46 tahun dari Desa Ubung Kaja. Lalu laki-laki umur 55 tahun dari Desa Pemecutan Kaja. Selanjutnya seorang laki-laki umur 19 tahun dari Kelurahan Padangsambian. Ada pula seorang dokter  perempuan umur 27 dari Kelurahan Sumerta. Kemudian seorang laki-laki umur 15 tahun dari Kelurahan Sesetan. Lalu laki-laki umur 6 tahun dari Desa Dangin Puri Kauh. Lalu laki-laki umur 25 tahun dari Kelurahan Dauh Puri. Selanjutnya seorang laki-laki umur 44 tahun dari Kelurahan Ubung. Lalu, seorang laki-laki umur 23 dari Kelurahan Sesetan. Kemudian seorang perempuan berusia 44 dari Kelurahan Padangsambian. Lalu,  seorang laki-laki umur 21 dari Desa Pemecutan Klod. Kemudian seorang perempuan berusia 8 tahun dari Kelurahan Padangsambian. Pasien sembuh selanjutnya adalah seorang perempuan berusia 40 tahun dari Kelurahan Padangsambian. Ada pula seorang laki-laki umur 45 tahun dari Kelurahan Padangsambian. Lalu, seorang laki-laki umur 32 tahun dari Desa Kesiman Kertalangu. Selanjutnya seorang perempuan berusia 23 dari Kelurahan Renon. Beikutnya seorang perempuan berusia 14 tahun dari Kelurahan Pemecutan.

Secara akumulatif jumlah kasus positif Covid-19 di Denpasar sebanyak 555 kasus. Sementara yang sembuh menjadi 219 kasus. Sedangkan yang meninggal, dari data GTPP, menjadi 10 orang. Dan yang dirawat sebanyak 326 orang.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar kembali mengumumkan satu orang meninggal dunia akibat Covid-19. Almarhum adalah seorang pengusaha tempe umur 50 tahun yang tinggal di Kelurahan Ubung. Sebelumnya, almarhum dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara pada tanggal 22 Juni dengan keluhan demam. Kemudian dilakukan swab test pada tanggal 23 Juni. Hasil swab keluar pada tanggal 26 Juni dan dinyatakan positif. Selanjutnya pada tanggal 1 Juli pukul 01.00 Wita dinyatakan meninggal, dan kini telah dikubur di pemakaman Kampung Wanasari. Sementara itu, istri dan empat orang anaknya negatif swab test. Sedangkan 9 karyawan juga melakukan isolasi mandiri setelah melakukan rapid test dengan hasil non-reaktif.

Juru Bicara GTPP Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan, diduga almarhum terpapar di Pasar Kumbasari saat mengantar tempe ke pedagang di pasar tersebut. “Dugaan sementara, dia terpapar dari pasar karena sebelumnya dia sering membeli ikan ke pasar,” ujarnya.

Selain itu, terdapat 16 orang yang dinyatakan positif korona setelah melakukan swab test. “Dari 16 orang itu, terdapat 1 kluster keluarga,” kata Dewa Rai.

Adapun pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 1 Juli 2020 yakni, seorang laki-laki umur 19 tahun dari Desa Pemecutan Klod dan dikarantinta di Wismabima. Kemudian seorang perempuan umur 27 tahun dari Desa Peguyangan Kaja, dirawat di RSUP.

Kemudian ada 4 orang sekeluarga di Desa Pemecutan Klod yang dirawat di Bapelkes. Mereka terpapar dari sang ibu yang berusia 40 tahun. Si ibu merupakan seorang pedagang warung. Ia menulari seorang anak laki-laki umur 13 tahun, anak laki-laki umur 9, suaminya yang berusia 42 tahun dan kerabat lelakinya yang berusia 55 tahun.

Selanjutnya pasien laki-laki umur 30 tahun dari Desa Pemecutan Kaja, kini dirawat di RSUP Sanglah. Berikutnya seorang laki-laki umur 60 tahun dari Desa Tegal Kertha, dirawat di RSUP Sanglah. Lalu ada seorang laki-laki umur 19 tahun dari Kelurahan Padangsambian,  dirawat di Bapelkes. Selanjutnya pasien perempuan umur 50 tahun dari Desa Tegal Kertha, kini dirawat di RS Wangaya.

Ada pula pasien laki-laki umur 29 dari Kelurahan Sesetan, dirawat di Rumah Singgah. Lalu pasien perempuan umur 60 tahun dari Desa Tegal Kertha, dirawat di RS PTN Unud. Pasien selanjutnya, seorang laki-laki dari Kelurahan Panjer berusia 44 tahun. Kini ia masih melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Kemudian seorang laki-laki umur 69 tahun dari Kelurahan Pemecutan juga dinyatakan positif, dirawat di RS Wangaya. Lalu seorang laki-laki umur 29 tahun dari Kelurahan Sesetan. Kini ia menjalani perawatan di Rumah Singgah Wismabima. Pasien terakhir seorang laki-laki umur 10 tahun dari Desa Pemecutan Klod. Ia diketahui tertular dari ibunya (39), pedagang ikan di Pasar Kumbasari.

Kemudian terdapat pasien yang sembuh sebanyak 23 kasus yakni, laki-laki dari Kelurahan Penatih yang berusia 54 tahun. Laki-laki umur 24 tahun dari Desa Pemecutan Klod. Lalu seorang perempuan umur 55 dari Desa Pemecutan Kaja. Kemudian seorang perempuan umur 52 dari Desa Tegal Kertha. Selanjutnya seorang perempuan umur 44 tahun dari Desa Ubung Kaja. Lalu ada seorang laki-laki umur 29 tahun dari Desa Tegal Kertha. Kemudian seorang laki-laki umur 46 tahun dari Desa Ubung Kaja. Lalu laki-laki umur 55 tahun dari Desa Pemecutan Kaja. Selanjutnya seorang laki-laki umur 19 tahun dari Kelurahan Padangsambian. Ada pula seorang dokter  perempuan umur 27 dari Kelurahan Sumerta. Kemudian seorang laki-laki umur 15 tahun dari Kelurahan Sesetan. Lalu laki-laki umur 6 tahun dari Desa Dangin Puri Kauh. Lalu laki-laki umur 25 tahun dari Kelurahan Dauh Puri. Selanjutnya seorang laki-laki umur 44 tahun dari Kelurahan Ubung. Lalu, seorang laki-laki umur 23 dari Kelurahan Sesetan. Kemudian seorang perempuan berusia 44 dari Kelurahan Padangsambian. Lalu,  seorang laki-laki umur 21 dari Desa Pemecutan Klod. Kemudian seorang perempuan berusia 8 tahun dari Kelurahan Padangsambian. Pasien sembuh selanjutnya adalah seorang perempuan berusia 40 tahun dari Kelurahan Padangsambian. Ada pula seorang laki-laki umur 45 tahun dari Kelurahan Padangsambian. Lalu, seorang laki-laki umur 32 tahun dari Desa Kesiman Kertalangu. Selanjutnya seorang perempuan berusia 23 dari Kelurahan Renon. Beikutnya seorang perempuan berusia 14 tahun dari Kelurahan Pemecutan.

Secara akumulatif jumlah kasus positif Covid-19 di Denpasar sebanyak 555 kasus. Sementara yang sembuh menjadi 219 kasus. Sedangkan yang meninggal, dari data GTPP, menjadi 10 orang. Dan yang dirawat sebanyak 326 orang.


Most Read

Artikel Terbaru

/