alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Rapid Test Gratis di Badung Terbatas Untuk 12 Hotel Terverifikasi

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pemerintah Kabupaten Badung menjanjikan program rapid test gratis kepada pekerja pariwisata. Namun rapid test ini terbatas. Sebab dilakukan secara bertahap. Pada bulan ini (Juli, Red), disasar 12 hotel atau restoran yang terverifikasi, masing-masing bisa mengajukan maksimal 10 orang karyawan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra. Menurutnya, informasi rapid test gratis telah disebar. “Kami akan memberikan rapid test kepada karyawan ber-KTP Badung dan kami sudah infokan mekanismenya ke seluruh general manager hotel, termasuk restoran untuk mengajukan karyawannya,” ungkapnya, Rabu (1/7).

Terkait jumlah karyawan, Badra tak menampik dibatasi. Masing-masing hotel dan restoran diberikan kuota 10 orang. Pun hotel dan restoran yang dimaksud, diharuskan lolos verifikasi terlebih dahulu. Sehingga sudah layak membuka usaha kembali di tengah pandemi Covid-19. “Secara bertahap masing-masing kami alokasikan dulu 10 orang,” ujarnya.

Menurutnya, dari 10 karyawan yang akan dirapid test terlebih dahulu adalah tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan wisatawan atau pengunjung. “Kami utamakan dulu karyawan yang bersentuhan langsung dengan customer. Seperti di restoran, front office ini yang diprioritaskan dulu dan dinas kesehatan sudah siap,” terangnya.

Sementara terkait verifikasi destinasi wisata, kata birokrat asal Kuta ini, akan difokuskan pada destinasi yang berada di Kuta Selatan. Namun, usaha yang mengajukan melalui website untuk diverifikasi telah mencapai ratusan pengajuan. “Untuk target menyambut 9 Juli ini kami fokus di 12 tempat dulu, karena tim yang melakukan verifikasi juga harus fokus dan hati-hati, sedangkan tim terdiri dari tiga kelompok yang terdiri dari 4 orang,” bebernya.

Dikatakan, destinasi, hotel dan restoran yang telah diverifikasi akan mendapatkan sertifikat dan diumumkan melalui website Dispar Badung. “Kami nanti akan umumkan yang sudah terverifikasi. Jadi wisatawan bisa melihat di website kami,” katanya.

Namun, tidak menutup kemungkinan usaha yang diizinkan beroperasi akan ditinjau kembali apabila melakukan pelanggaran terhadap standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan. “Sebelum diberikan sertifikat, kami sudah meminta pengusaha membuat fakta integritas. Jadi kalau melanggar, dapat ditindak. Apalagi ditemukan sampai positif Covid-19, pastinya usaha itu akan ditutup lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, Koordinator Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Badung IGN Jaya Saputra, mengatakan, Dinas Kesehatan menyiapkan sebanyak 53.000 rapid test. Dari angka tersebut, telah digunakan sebanyak 21.000 rapid test. “Jadi masih ada yang belum terpakai. Ini yang akan dipakai untuk rapid tenaga kerja pariwisata setelah diupdate datanya oleh Dispar beserta komponen pariwisata lainya,” ucapnya.

Sayangnya, Jaya Saputra tak bisa merinci anggaran yang diperlukan dalam program rapid test tersebut. “Anggarannya ada di RKA Dinas Kesehatan, mengenai detail angkanya ada di Diskes,” tandasnya.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, dana refocusing yang diperoleh Diskes dalam penanganan Covid-19 di Badung mencapai Rp 127.883.455.358. Anggaran ini telah digunakan per 22 Mei sebesar Rp 17.579.101.624.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Pemerintah Kabupaten Badung menjanjikan program rapid test gratis kepada pekerja pariwisata. Namun rapid test ini terbatas. Sebab dilakukan secara bertahap. Pada bulan ini (Juli, Red), disasar 12 hotel atau restoran yang terverifikasi, masing-masing bisa mengajukan maksimal 10 orang karyawan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra. Menurutnya, informasi rapid test gratis telah disebar. “Kami akan memberikan rapid test kepada karyawan ber-KTP Badung dan kami sudah infokan mekanismenya ke seluruh general manager hotel, termasuk restoran untuk mengajukan karyawannya,” ungkapnya, Rabu (1/7).

Terkait jumlah karyawan, Badra tak menampik dibatasi. Masing-masing hotel dan restoran diberikan kuota 10 orang. Pun hotel dan restoran yang dimaksud, diharuskan lolos verifikasi terlebih dahulu. Sehingga sudah layak membuka usaha kembali di tengah pandemi Covid-19. “Secara bertahap masing-masing kami alokasikan dulu 10 orang,” ujarnya.

Menurutnya, dari 10 karyawan yang akan dirapid test terlebih dahulu adalah tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan wisatawan atau pengunjung. “Kami utamakan dulu karyawan yang bersentuhan langsung dengan customer. Seperti di restoran, front office ini yang diprioritaskan dulu dan dinas kesehatan sudah siap,” terangnya.

Sementara terkait verifikasi destinasi wisata, kata birokrat asal Kuta ini, akan difokuskan pada destinasi yang berada di Kuta Selatan. Namun, usaha yang mengajukan melalui website untuk diverifikasi telah mencapai ratusan pengajuan. “Untuk target menyambut 9 Juli ini kami fokus di 12 tempat dulu, karena tim yang melakukan verifikasi juga harus fokus dan hati-hati, sedangkan tim terdiri dari tiga kelompok yang terdiri dari 4 orang,” bebernya.

Dikatakan, destinasi, hotel dan restoran yang telah diverifikasi akan mendapatkan sertifikat dan diumumkan melalui website Dispar Badung. “Kami nanti akan umumkan yang sudah terverifikasi. Jadi wisatawan bisa melihat di website kami,” katanya.

Namun, tidak menutup kemungkinan usaha yang diizinkan beroperasi akan ditinjau kembali apabila melakukan pelanggaran terhadap standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan. “Sebelum diberikan sertifikat, kami sudah meminta pengusaha membuat fakta integritas. Jadi kalau melanggar, dapat ditindak. Apalagi ditemukan sampai positif Covid-19, pastinya usaha itu akan ditutup lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, Koordinator Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Badung IGN Jaya Saputra, mengatakan, Dinas Kesehatan menyiapkan sebanyak 53.000 rapid test. Dari angka tersebut, telah digunakan sebanyak 21.000 rapid test. “Jadi masih ada yang belum terpakai. Ini yang akan dipakai untuk rapid tenaga kerja pariwisata setelah diupdate datanya oleh Dispar beserta komponen pariwisata lainya,” ucapnya.

Sayangnya, Jaya Saputra tak bisa merinci anggaran yang diperlukan dalam program rapid test tersebut. “Anggarannya ada di RKA Dinas Kesehatan, mengenai detail angkanya ada di Diskes,” tandasnya.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, dana refocusing yang diperoleh Diskes dalam penanganan Covid-19 di Badung mencapai Rp 127.883.455.358. Anggaran ini telah digunakan per 22 Mei sebesar Rp 17.579.101.624.


Most Read

Artikel Terbaru

/