alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

BNK Tabanan Tes Urine Anggota Dewan

TABANAN, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan melakukan tes urine seluruh anggota DPRD Tabanan, Kamis (1/7) di ruang sidang paripurna.

Dari 40 orang anggota DPRD yang mengikuti tes tersebut, hanya satu yang berhalangan. Yakni Ni Made Rahayuni yang kebetulan izin mengikuti upacara Ngaben kerabatnya.

Informasi sementara sampai dengan sore, hasil tes urine terhadap 39 orang anggota DPRD Tabanan itu negatif. Namun hasil secara resmi dan tertulis belum keluar.

Tes tersebut sempat pula dipantau Kepala BNK yang juga Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan. Dia menyebutkan, hal serupa juga akan dilakukan di jajaran organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

“Hari ini baru di DPRD. Nanti juga ke OPD,” ujar Edi Wirawan usai memantau kegiatan tes urine di DPRD Tabanan.

Dia menyebutkan, tes urine ini bagian dari upaya untuk memutus rantai peredaran narkotika. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan panutan kepada masyarakat.

“Dari tingkat atas memberikan contoh ke bawah. Bagaimana mau ngomongin pemberantasan narkotika, kalau tidak diberikan contoh. Begitu juga pada tingkat OPD nantinya,” imbuhnya.

Selain itu, sambung dia, upaya ini juga sebagai langkah awal penerapan program Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba. Bahkan rencanya, program ini akan dilakukan terhadap lima desa terlebih dulu.

“Sebetulnya sudah banyak yang siap. Tetapi untuk di awal, lima desa dulu. Disesuaikan dengan kondisi Covid-19 seperti sekarang ini. Tetapi harapannya ke depannya ke-133 desa jadi Desa Bersinar,” sebut Edi.

Katanya, kalau program itu nantinya jalan, kegiatannya akan diisi dengan penyuluhan dari para pakar. Testimoni dari para mantan pemakai, sehingga bisa memberikan inspirasi dan memotivasi untuk menjauhi narkotika.

“Termasuk memasukkan soal larangan narkotika ini ke dalam pararem atau aturan adat. Kami awali dulu dari dewan. Nanti ke OPD. Bagaimana mau melakukan perbaikan kalau dari tingkat atas tidak memberikan contoh. Anggota dewan merupakan tokoh masyarakat. Mereka mewakili daerah pemilihannya. Sehingga kami juga berharap anggota dewan ikut membantu memberantas peredaran narkotika,” pungkasnya. 

 


TABANAN, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan melakukan tes urine seluruh anggota DPRD Tabanan, Kamis (1/7) di ruang sidang paripurna.

Dari 40 orang anggota DPRD yang mengikuti tes tersebut, hanya satu yang berhalangan. Yakni Ni Made Rahayuni yang kebetulan izin mengikuti upacara Ngaben kerabatnya.

Informasi sementara sampai dengan sore, hasil tes urine terhadap 39 orang anggota DPRD Tabanan itu negatif. Namun hasil secara resmi dan tertulis belum keluar.

Tes tersebut sempat pula dipantau Kepala BNK yang juga Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan. Dia menyebutkan, hal serupa juga akan dilakukan di jajaran organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

“Hari ini baru di DPRD. Nanti juga ke OPD,” ujar Edi Wirawan usai memantau kegiatan tes urine di DPRD Tabanan.

Dia menyebutkan, tes urine ini bagian dari upaya untuk memutus rantai peredaran narkotika. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan panutan kepada masyarakat.

“Dari tingkat atas memberikan contoh ke bawah. Bagaimana mau ngomongin pemberantasan narkotika, kalau tidak diberikan contoh. Begitu juga pada tingkat OPD nantinya,” imbuhnya.

Selain itu, sambung dia, upaya ini juga sebagai langkah awal penerapan program Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba. Bahkan rencanya, program ini akan dilakukan terhadap lima desa terlebih dulu.

“Sebetulnya sudah banyak yang siap. Tetapi untuk di awal, lima desa dulu. Disesuaikan dengan kondisi Covid-19 seperti sekarang ini. Tetapi harapannya ke depannya ke-133 desa jadi Desa Bersinar,” sebut Edi.

Katanya, kalau program itu nantinya jalan, kegiatannya akan diisi dengan penyuluhan dari para pakar. Testimoni dari para mantan pemakai, sehingga bisa memberikan inspirasi dan memotivasi untuk menjauhi narkotika.

“Termasuk memasukkan soal larangan narkotika ini ke dalam pararem atau aturan adat. Kami awali dulu dari dewan. Nanti ke OPD. Bagaimana mau melakukan perbaikan kalau dari tingkat atas tidak memberikan contoh. Anggota dewan merupakan tokoh masyarakat. Mereka mewakili daerah pemilihannya. Sehingga kami juga berharap anggota dewan ikut membantu memberantas peredaran narkotika,” pungkasnya. 

 


Most Read

Artikel Terbaru

/