alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Diduga Depresi, Pria Paruh Baya Gantung Diri, Sempat Buat Tulisan Ini

GIANYAR, BALI EXPRESS – Lagi-lagi seorang warga Kabupaten Gianyar nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kali ini diduga karena mengalami gangguan kejiwaan, I Made Suwitra, 49, ditemukan sudah tak bernyawa dirumahnya di Banjar Juga, Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Gianyar, dengan seutas tali yang menjerat lehernya, Kamis (1/7) sekitar pukul 07.00 WITA.

 

Informasi di lapangan menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika sekitar pukul 06.00 WITA, kakak kandung korban I Wayan Sudarma dan ibu kandung korban Ni Nyoman Pica datang menemui paman korban untuk memberitahukan bahwa akhir-akhir ini korban sering bertingkah laku aneh dan sering berimajinasi. Korban juga sering kali berbicara sendiri serta  sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan sebilah pisau.

 

Setelah menyampaikan hal tersebut, sekitar pukul 07.00 WITA paman korban Nyoman Wijaya tanpa sengaja melalui dari teras rumahnya dan terkejut saat melihat korban Suwitra sudah dalam keadaan tergantung di bangunan permanen lantai II rumah milik korban. 

 

I Nyoman Wijaya kemudian langsung memberitahukan hal tersebut kepada keluarga lainnya kemudian bersama-sama mengecek ke TKP. Dan benar saja setelah dicek didapati korban telah tergantung menggunakan seutas tali plastik warna biru yang dikaitkan pada lambang bangunan. 

 

Atas kejadian tersebut saksi  kemudian melaporkan eristiwa tersebut kepada Kelian, Perbekel Mas, Bendesa Adat Mas dan selanjutnya diteruskan ke Polsek Ubu.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama mengatakan bahwa setelah menerima laporan pihaknya langsung turun untuk melakukan olah TKP. Dimana dari hasil olah TKP ditemukan pisau di bawah jenazah korban. Korban juga diduga sebelum gantung diri korban sempat menulis dengan menggunakan batu bata pada lantai yang ada di Lantai II dengan tulisan “Pembunuhan Berencana Dono Mekel Dan Bocor Dekawi Yanti” yang tidak diketahui artinya.

 

Kemudian hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban oleh tim medis Puskesmas Ubud 1 dr Anak Agung Dewi Anjani, korban diperkirakan meninggal 1 jam lebih sejak ditemukan. Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Terdapat luka lama pada tangan kiri korban. Terdapat bekas jeratan pada leher. Pada celana korban terdapat cairan urine tercampur dengan tinja. “Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegasnya.

 

Kendatipun demikian pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian korban. Namun dari hasil pemeriksaan luar, sementara disimpulkan bahwa korban meninggal dunia murni gantung diri. “Diduga korban mengalami gangguan kejiwaan atau depresi yang dikuatkan dengan keterangan kakak kandung korban yang menyampaikan bahwa korban sering berhalusinasi dan sering berbicara sendiri,” imbuhnya.

 

Pihak keluarga pun menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Selanjutnya jenasah korban langsung dikuburkan di Kuburan Desa Adat Juga, Desa Mas.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Lagi-lagi seorang warga Kabupaten Gianyar nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kali ini diduga karena mengalami gangguan kejiwaan, I Made Suwitra, 49, ditemukan sudah tak bernyawa dirumahnya di Banjar Juga, Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Gianyar, dengan seutas tali yang menjerat lehernya, Kamis (1/7) sekitar pukul 07.00 WITA.

 

Informasi di lapangan menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika sekitar pukul 06.00 WITA, kakak kandung korban I Wayan Sudarma dan ibu kandung korban Ni Nyoman Pica datang menemui paman korban untuk memberitahukan bahwa akhir-akhir ini korban sering bertingkah laku aneh dan sering berimajinasi. Korban juga sering kali berbicara sendiri serta  sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan sebilah pisau.

 

Setelah menyampaikan hal tersebut, sekitar pukul 07.00 WITA paman korban Nyoman Wijaya tanpa sengaja melalui dari teras rumahnya dan terkejut saat melihat korban Suwitra sudah dalam keadaan tergantung di bangunan permanen lantai II rumah milik korban. 

 

I Nyoman Wijaya kemudian langsung memberitahukan hal tersebut kepada keluarga lainnya kemudian bersama-sama mengecek ke TKP. Dan benar saja setelah dicek didapati korban telah tergantung menggunakan seutas tali plastik warna biru yang dikaitkan pada lambang bangunan. 

 

Atas kejadian tersebut saksi  kemudian melaporkan eristiwa tersebut kepada Kelian, Perbekel Mas, Bendesa Adat Mas dan selanjutnya diteruskan ke Polsek Ubu.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama mengatakan bahwa setelah menerima laporan pihaknya langsung turun untuk melakukan olah TKP. Dimana dari hasil olah TKP ditemukan pisau di bawah jenazah korban. Korban juga diduga sebelum gantung diri korban sempat menulis dengan menggunakan batu bata pada lantai yang ada di Lantai II dengan tulisan “Pembunuhan Berencana Dono Mekel Dan Bocor Dekawi Yanti” yang tidak diketahui artinya.

 

Kemudian hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban oleh tim medis Puskesmas Ubud 1 dr Anak Agung Dewi Anjani, korban diperkirakan meninggal 1 jam lebih sejak ditemukan. Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Terdapat luka lama pada tangan kiri korban. Terdapat bekas jeratan pada leher. Pada celana korban terdapat cairan urine tercampur dengan tinja. “Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegasnya.

 

Kendatipun demikian pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian korban. Namun dari hasil pemeriksaan luar, sementara disimpulkan bahwa korban meninggal dunia murni gantung diri. “Diduga korban mengalami gangguan kejiwaan atau depresi yang dikuatkan dengan keterangan kakak kandung korban yang menyampaikan bahwa korban sering berhalusinasi dan sering berbicara sendiri,” imbuhnya.

 

Pihak keluarga pun menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Selanjutnya jenasah korban langsung dikuburkan di Kuburan Desa Adat Juga, Desa Mas.


Most Read

Artikel Terbaru

/