alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Giri Prasta Apresiasi Semangat Persatuan Krama Blahkiuh

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Krama Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung secara rutin setiap 2,5 tahun menggelar Karya Pitra Yadnya (memukur kinembulan) lan Manusa Yadnya secara bersama-sama. Tahun ini Desa Adat Blahkiuh kembali melaksanakan yadnya tersebut meskipun di tengah pandemi Covid-19, namun tetap mentaati protokol kesehatan yang ketat.

Semangat krama Blahkiuh ini mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri puncak karya pitra dan manusa yadnya, Desa Adat Blahkiuh, Kamis (1/7). Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Blahkiuh untuk melaksanakan yadnya bersama-sama sebagai wujud dharmaning leluhur. “Atas nama Pemkab Badung kami sangat mendukung, semoga karya ini berjalan dengan baik. Kami juga mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan prokes yang ketat, dan yang belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi, sehingga dapat mengurangi penyebaran virus corona,” kata Bupati.

Bupati menekankan pentingnya karya Pitra Yadnya Kinembulan dan Manusa Yadnya tersebut. Menurutnya upacara pitra yadnya/atiwa-tiwa, atma wedana dan sarwa prakerti ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma, sehingga menjadi Dewa Hyang Guru dan melinggih di merajan rong tiga. Banyak rangkaian dari upacara nyekah yang patut dilaksanakan oleh krama sebagai peserta nyekah. Mulai dari ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina puspa, meajar-ajar dan terakhir mamitang ke Pura Dalem dan ngelinggihang di masing-masing merajan.

“Kami harapkan, semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggungjawab serta wujud bhakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” pintanya. Sebagai wujud bhakti terhadap pelaksanaan karya, bupati menyerahkan dana punia Pemkab Badung Rp 250 juta, serta secara pribadi bupati mapunia Rp 25 juta.

Bendesa Adat Blahkiuh, I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja menyampaikan, upacara mamukur kinembulan di desanya dilaksanakan setiap 2,5 tahun. Tahun ini merupakan yang kesembilan. Memukur kali ini diikuti 48 sawa, metatah/mesangih 70 orang, mepetik 64 orang dan tutug kelih 47 orang. Mengenai biaya, masing-masing sawa dikenakan urunan Rp 5 juta per sawa. Selain itu yang ikut mesangih dan tutug kelih juga dikenakan biaya. (esa)


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Krama Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung secara rutin setiap 2,5 tahun menggelar Karya Pitra Yadnya (memukur kinembulan) lan Manusa Yadnya secara bersama-sama. Tahun ini Desa Adat Blahkiuh kembali melaksanakan yadnya tersebut meskipun di tengah pandemi Covid-19, namun tetap mentaati protokol kesehatan yang ketat.

Semangat krama Blahkiuh ini mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri puncak karya pitra dan manusa yadnya, Desa Adat Blahkiuh, Kamis (1/7). Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Blahkiuh untuk melaksanakan yadnya bersama-sama sebagai wujud dharmaning leluhur. “Atas nama Pemkab Badung kami sangat mendukung, semoga karya ini berjalan dengan baik. Kami juga mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan prokes yang ketat, dan yang belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi, sehingga dapat mengurangi penyebaran virus corona,” kata Bupati.

Bupati menekankan pentingnya karya Pitra Yadnya Kinembulan dan Manusa Yadnya tersebut. Menurutnya upacara pitra yadnya/atiwa-tiwa, atma wedana dan sarwa prakerti ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma, sehingga menjadi Dewa Hyang Guru dan melinggih di merajan rong tiga. Banyak rangkaian dari upacara nyekah yang patut dilaksanakan oleh krama sebagai peserta nyekah. Mulai dari ngangget don bingin, murwa daksina, meprelina puspa, meajar-ajar dan terakhir mamitang ke Pura Dalem dan ngelinggihang di masing-masing merajan.

“Kami harapkan, semua prosesi upacara tersebut dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggungjawab serta wujud bhakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” pintanya. Sebagai wujud bhakti terhadap pelaksanaan karya, bupati menyerahkan dana punia Pemkab Badung Rp 250 juta, serta secara pribadi bupati mapunia Rp 25 juta.

Bendesa Adat Blahkiuh, I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja menyampaikan, upacara mamukur kinembulan di desanya dilaksanakan setiap 2,5 tahun. Tahun ini merupakan yang kesembilan. Memukur kali ini diikuti 48 sawa, metatah/mesangih 70 orang, mepetik 64 orang dan tutug kelih 47 orang. Mengenai biaya, masing-masing sawa dikenakan urunan Rp 5 juta per sawa. Selain itu yang ikut mesangih dan tutug kelih juga dikenakan biaya. (esa)


Most Read

Artikel Terbaru

/