alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Penumpang di Padangbai Tak Bisa Lagi Tes GeNose

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Pemerintah kembali memperketat akses keluar-masuk Bali seiring meningkatnya laporan angka kasus Covid-19. Di Karangasem, Satgas Penanganan Covid-19 di Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem melakukan pengawasan ekstra terhadap penumpang yang masuk Bali.

Sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Desa/Kelurahan, penumpang juga diatur dalam hal administrasi atau kelengkapan perjalanan di masa pandemi. Yakni wajib menunjukkan surat rapid tes antigen 2×24 jam.

 

Imbasnya, pemeriksaan melalui tes GeNose tidak berlaku. Praktis, penumpang atau pelaku perjalanan yang masuk Bali dengan menyertakan hasil tes GeNose tetap tidak bisa masuk. Satgas di Padangbai juga menyetop layanan pemeriksaan Covid-19 dengan tes GeNose.

 

Ketua Satgas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 di Pelabuhan Padangbai I Nyoman Agus Sugiarta mengatakan, Pelabuhan Padangbai tak lagi melayani tes GeNose bagi penumpang mulai Rabu (30/6). Pemeriksaan GeNose terakhir Selasa (29/6) berjumlah 24 orang dengan hasil seluruhnya negatif. Sedangkan pemeriksaan rapid test antigen hanya tiga orang dengan hasil negatif. 

Tak hanya itu, penyeberang yang masuk Bali menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 menggunakan tes GeNose juga tak diterima oleh petugas pelabuhan. “Itu sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2021. Dalam SE tersebut menyatakan masuk Bali melalui pelabuhan wajib menunjukkan surat rapid tes antigen 2×24 jam,” ucapnya, Kamis (30/6).

 

Agus yang menjabat koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali itu menambahkan, diberlakukannya SE ini dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, mengingat memang terjadi lonjakan kasus di Provinsi Bali dan di luar Bali. “Pemeriksaan penumpang di pelabuhan juga diperketat lagi. Mulai dari pemeriksaan identitas, serta surat bebas COVID-19,” katanya.

Dia menjelaskan, bila nantinya ditemukan adanya penumpang yang tak dapat menunjukan surat keterangan bebas COVID-19 dengan rapid tes antigen, secara tegas bakal mengembalikan ke daerah asalnya. “Jadi, siapapun yang hendak masuk maupun keluar Bali wajib menunjukkan surat hasil rapid antigen negatif Covid-19,” tegas Agus Sugiarta.

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Pemerintah kembali memperketat akses keluar-masuk Bali seiring meningkatnya laporan angka kasus Covid-19. Di Karangasem, Satgas Penanganan Covid-19 di Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem melakukan pengawasan ekstra terhadap penumpang yang masuk Bali.

Sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Desa/Kelurahan, penumpang juga diatur dalam hal administrasi atau kelengkapan perjalanan di masa pandemi. Yakni wajib menunjukkan surat rapid tes antigen 2×24 jam.

 

Imbasnya, pemeriksaan melalui tes GeNose tidak berlaku. Praktis, penumpang atau pelaku perjalanan yang masuk Bali dengan menyertakan hasil tes GeNose tetap tidak bisa masuk. Satgas di Padangbai juga menyetop layanan pemeriksaan Covid-19 dengan tes GeNose.

 

Ketua Satgas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 di Pelabuhan Padangbai I Nyoman Agus Sugiarta mengatakan, Pelabuhan Padangbai tak lagi melayani tes GeNose bagi penumpang mulai Rabu (30/6). Pemeriksaan GeNose terakhir Selasa (29/6) berjumlah 24 orang dengan hasil seluruhnya negatif. Sedangkan pemeriksaan rapid test antigen hanya tiga orang dengan hasil negatif. 

Tak hanya itu, penyeberang yang masuk Bali menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 menggunakan tes GeNose juga tak diterima oleh petugas pelabuhan. “Itu sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2021. Dalam SE tersebut menyatakan masuk Bali melalui pelabuhan wajib menunjukkan surat rapid tes antigen 2×24 jam,” ucapnya, Kamis (30/6).

 

Agus yang menjabat koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali itu menambahkan, diberlakukannya SE ini dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, mengingat memang terjadi lonjakan kasus di Provinsi Bali dan di luar Bali. “Pemeriksaan penumpang di pelabuhan juga diperketat lagi. Mulai dari pemeriksaan identitas, serta surat bebas COVID-19,” katanya.

Dia menjelaskan, bila nantinya ditemukan adanya penumpang yang tak dapat menunjukan surat keterangan bebas COVID-19 dengan rapid tes antigen, secara tegas bakal mengembalikan ke daerah asalnya. “Jadi, siapapun yang hendak masuk maupun keluar Bali wajib menunjukkan surat hasil rapid antigen negatif Covid-19,” tegas Agus Sugiarta.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/