alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Selisih Paham, Warga Ini Tantang Oknum Polisi Ditengah Jalan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah video yang memperlihatkan dua orang pria tengah berkelahi viral di media sosial. Dalam video yang banyak diunggah kembali oleh akun-akun berbagi informasi tersebut, terlihat seorang pria plontos menantang pria lainnya berkelahi ditengah jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Dalam video tersebut dituliskan jika TKP ada di Jalan Pasekan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

 

Sedangkan disisi lain, nampak seorang anak kecil menangis berteriak ‘pekak jangan berantem’. Anak kecil itu diduga cucu dari pria plontos tersebut. Namun pria plontos tersebut terus mendesak bahkan pria yang satuna sampai masuk ke sawah yang ada dipinggir jalan.

 

Warga yang ada di TKP dan yang melintas di TKP pun mencoba melerai kedua pria tersebut. Sampai akhirnya salah satu pria berlari meninggalkan TKP.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Sukawati Kompol I Made Ariawan, P., membenarkan perihal peristiwa yang viral tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa salah satu pria dalam tersebut adalah anggota Polri bernama Aiptu I Wayan Suberatha. Dimana menurut keterangan yang bersangkutan peristiwa itu terjadi Kamis (30/6) sekitar pukul 15.30 WITA karena adanya selisih paham dengan warga yang tidak dikenal oleh Aiptu Subertha.

Baca Juga :  Eksekusi Tiga Lahan dan Bangunan di Tabanan Berlangsung Lancar

 

Hal itu bermula ketika Aiptu Suberatha keluar dari rumahnya di Jalan Batu Intan untuk membeli sayur di Jalan Pasekan. Namun setibanya dilokasi, pedagang sayur itu ternyata tutup sehingga yang bersangkutan memutar balik sepeda motornya bermaksud untuk pulang.

 

“Yang bersangkutan menerangkan jika saat tiba di warung sayur itu dia ada di kanan jalan dari arah timur kemudian membelokkan sepeda motor hingga berada disebelah kiri jalan. Dan seingat yang bersangkutan tidak ada menyerempet siapapun,” terangnya Jumat (1/7).

 

Hanya saja tiba-tiba ada seorang pria yang tidak dikenal Aiptu Suberatha berteriak ‘Bangsat saya bunuh kamu’. Mendengar perkataan tersebut yang bersangkutan berhenti sejenak kemudian melanjutkan lagi perjalannya. Sedangkan pria tersebut justru memarkirkan kendaraannya serta meninggalkan anak kecil yang dibonceng dan mengejar Aiptu Suberatha. Dan karena terus diteriaki, maka Aiptu Suberatha pun berhenti dan menanyakan kepada pria tersebut apa yang terjadi.

Baca Juga :  Terungkap Fakta, Sempat Pesta Miras, Toris dan Mas Cekcok Lalu Saling Tantang

 

“Tetapi menurut yang bersangkutan, pria tersebut justru menyerang Aiptu Suberatha sebanyak dua kali. Yang bersangkutan sempat melakukan perlawanan untuk melindungi diri, dan pria yang tidak dikenal it uterus menyerang dan mengajak berkelahi seperti dalam video yang tersebar itu,” imbuhnya.

Bahkan, Aiptu Suberatha sampai terjatuh ke sawah yang ada dipinggir jalan. Dan peristiwa itu pun menimbulkan kemacetan. Sampai akhirnya Aiptu Suberatha meninggalkan sepeda motornya di TKP dan pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah yang bersangkutan kemudian menghubungi Kanit Reskrim Polsek Sukawati dan Kapolsubsektor Batubulan.

 

“Atas peristiwa tersebut kita lakukan interogasi awal terhadap Aiptu Suberatha dan saat ini sedang kita lakukan upaya mediasi karena itu akibat kesalah pahaman,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebuah video yang memperlihatkan dua orang pria tengah berkelahi viral di media sosial. Dalam video yang banyak diunggah kembali oleh akun-akun berbagi informasi tersebut, terlihat seorang pria plontos menantang pria lainnya berkelahi ditengah jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Dalam video tersebut dituliskan jika TKP ada di Jalan Pasekan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

 

Sedangkan disisi lain, nampak seorang anak kecil menangis berteriak ‘pekak jangan berantem’. Anak kecil itu diduga cucu dari pria plontos tersebut. Namun pria plontos tersebut terus mendesak bahkan pria yang satuna sampai masuk ke sawah yang ada dipinggir jalan.

 

Warga yang ada di TKP dan yang melintas di TKP pun mencoba melerai kedua pria tersebut. Sampai akhirnya salah satu pria berlari meninggalkan TKP.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Sukawati Kompol I Made Ariawan, P., membenarkan perihal peristiwa yang viral tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa salah satu pria dalam tersebut adalah anggota Polri bernama Aiptu I Wayan Suberatha. Dimana menurut keterangan yang bersangkutan peristiwa itu terjadi Kamis (30/6) sekitar pukul 15.30 WITA karena adanya selisih paham dengan warga yang tidak dikenal oleh Aiptu Subertha.

Baca Juga :  Pertanian Masih Dinilai Tak Mahapenting, Komunitas ALC Juga Minim

 

Hal itu bermula ketika Aiptu Suberatha keluar dari rumahnya di Jalan Batu Intan untuk membeli sayur di Jalan Pasekan. Namun setibanya dilokasi, pedagang sayur itu ternyata tutup sehingga yang bersangkutan memutar balik sepeda motornya bermaksud untuk pulang.

 

“Yang bersangkutan menerangkan jika saat tiba di warung sayur itu dia ada di kanan jalan dari arah timur kemudian membelokkan sepeda motor hingga berada disebelah kiri jalan. Dan seingat yang bersangkutan tidak ada menyerempet siapapun,” terangnya Jumat (1/7).

 

Hanya saja tiba-tiba ada seorang pria yang tidak dikenal Aiptu Suberatha berteriak ‘Bangsat saya bunuh kamu’. Mendengar perkataan tersebut yang bersangkutan berhenti sejenak kemudian melanjutkan lagi perjalannya. Sedangkan pria tersebut justru memarkirkan kendaraannya serta meninggalkan anak kecil yang dibonceng dan mengejar Aiptu Suberatha. Dan karena terus diteriaki, maka Aiptu Suberatha pun berhenti dan menanyakan kepada pria tersebut apa yang terjadi.

Baca Juga :  Sempat Ramai di Medsos, Sepuluh Pemuda Pelaku Tawuran Diamankan

 

“Tetapi menurut yang bersangkutan, pria tersebut justru menyerang Aiptu Suberatha sebanyak dua kali. Yang bersangkutan sempat melakukan perlawanan untuk melindungi diri, dan pria yang tidak dikenal it uterus menyerang dan mengajak berkelahi seperti dalam video yang tersebar itu,” imbuhnya.

Bahkan, Aiptu Suberatha sampai terjatuh ke sawah yang ada dipinggir jalan. Dan peristiwa itu pun menimbulkan kemacetan. Sampai akhirnya Aiptu Suberatha meninggalkan sepeda motornya di TKP dan pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah yang bersangkutan kemudian menghubungi Kanit Reskrim Polsek Sukawati dan Kapolsubsektor Batubulan.

 

“Atas peristiwa tersebut kita lakukan interogasi awal terhadap Aiptu Suberatha dan saat ini sedang kita lakukan upaya mediasi karena itu akibat kesalah pahaman,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/