alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Kuota Internet Siswa Belum Cair, Orang Tua Diminta Sabar

AMLAPURA, BALI EXPRESS- Proses pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2021-2022 sudah berjalan. Di masa pandemi Covid-19, beberapa daerah termasuk di Karangasem menerapkan belajar dalam jaringan (daring) atau online. Kebijakan pengendalian penyebaran Covid-19 mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan jarak jauh secara daring.

Sayangnya bantuan kuota internet dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), belum cair.

Pemerintah Kabupaten Karangasem belum bisa berbuat banyak lantaran bantuan itu diberikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak menganggarkan secara khusus bantuan paket internet. “Ya sementara seperti itu (dibelikan orang tua). Karena ini kebijakan pemerintah pusat, tidak dari kabupaten,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, Minggu (1/8).

Dia mengatakan, bantuan kuota internet memang dilanjutkan kembali. Namun pihaknya masih menunggu perkembangan informasinya. Seperti wacana pemerintah, bantuan paket internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen dimulai Agustus tahun ini. “Kami tidak ada mengurus itu. Bantuan langsung dari pemerintah pusat karena data penerimanya mengacu Data Pokok Pendidikan langsung ke Kemendikbud,” terangnya.

Terkait bantuan yang belum diterima, pihaknya tak bisa mengambil langkah apapun dan menunggu perkembangan. Disdikpora telah mengimbau masing-masing sekolah untuk menyampaikan ke orang tua agar sabar menunggu. “Jadi sekolah yang memasukkan datanya siapa-siapa saja yang memerlukan melalui Dapodik yang langsung ke Kemendikbud,” ujar birokrat asal Sidemen ini.

Pihaknya mengakui, bantuan itu sangat diperlukan orang tua siswa. Terlebih dalam penerapan PPKM, masyarakat cukup terdampak. Pengeluaran semakin bertambah untuk membeli kuota internet. “Kendalanya ada. Siswa masih memakai nomor orang tua, ada yang tidak aktif, dan data itu harus benar akurat,” ujarnya.

Data sekolah dan siswa di Karangasem, mengacu Dapodik per 1 Agustus, menerangkan jumlah siswa SD berjumlah 23.262 orang dan guru 1.604 orang. Sedangkan siswa SMP 10.684 orang dan guru 672 orang. Jumlah sekolah, baik negeri dan swasta yakni SD 356, SMP 48, SMA 19, SMK 13 sekolah.

Pemerintah merancang besaran bantuan berbeda-beda tiap bulannya. Untuk PAUD besaran kuota internet yang diberikan 20 GB per bulan, jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar 35 GB per bulan. Sedangkan bagi Pendidik jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah mendapatkan kuota internet sebesar 42 GB per bulan.


AMLAPURA, BALI EXPRESS- Proses pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2021-2022 sudah berjalan. Di masa pandemi Covid-19, beberapa daerah termasuk di Karangasem menerapkan belajar dalam jaringan (daring) atau online. Kebijakan pengendalian penyebaran Covid-19 mengharuskan kegiatan pembelajaran dilakukan jarak jauh secara daring.

Sayangnya bantuan kuota internet dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), belum cair.

Pemerintah Kabupaten Karangasem belum bisa berbuat banyak lantaran bantuan itu diberikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak menganggarkan secara khusus bantuan paket internet. “Ya sementara seperti itu (dibelikan orang tua). Karena ini kebijakan pemerintah pusat, tidak dari kabupaten,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, Minggu (1/8).

Dia mengatakan, bantuan kuota internet memang dilanjutkan kembali. Namun pihaknya masih menunggu perkembangan informasinya. Seperti wacana pemerintah, bantuan paket internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen dimulai Agustus tahun ini. “Kami tidak ada mengurus itu. Bantuan langsung dari pemerintah pusat karena data penerimanya mengacu Data Pokok Pendidikan langsung ke Kemendikbud,” terangnya.

Terkait bantuan yang belum diterima, pihaknya tak bisa mengambil langkah apapun dan menunggu perkembangan. Disdikpora telah mengimbau masing-masing sekolah untuk menyampaikan ke orang tua agar sabar menunggu. “Jadi sekolah yang memasukkan datanya siapa-siapa saja yang memerlukan melalui Dapodik yang langsung ke Kemendikbud,” ujar birokrat asal Sidemen ini.

Pihaknya mengakui, bantuan itu sangat diperlukan orang tua siswa. Terlebih dalam penerapan PPKM, masyarakat cukup terdampak. Pengeluaran semakin bertambah untuk membeli kuota internet. “Kendalanya ada. Siswa masih memakai nomor orang tua, ada yang tidak aktif, dan data itu harus benar akurat,” ujarnya.

Data sekolah dan siswa di Karangasem, mengacu Dapodik per 1 Agustus, menerangkan jumlah siswa SD berjumlah 23.262 orang dan guru 1.604 orang. Sedangkan siswa SMP 10.684 orang dan guru 672 orang. Jumlah sekolah, baik negeri dan swasta yakni SD 356, SMP 48, SMA 19, SMK 13 sekolah.

Pemerintah merancang besaran bantuan berbeda-beda tiap bulannya. Untuk PAUD besaran kuota internet yang diberikan 20 GB per bulan, jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar 35 GB per bulan. Sedangkan bagi Pendidik jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah mendapatkan kuota internet sebesar 42 GB per bulan.


Most Read

Artikel Terbaru

/