alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Suami Tak Punya Biaya ke RS, Istri Muda Meninggal Sesak Nafas

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sungguh malang nasib dialami sorang perempuan muda bernama Astriana Yanthy, 21. Ia tewas di kos Jalan Cokrominoto Gang Mawar II No 9, Denpasar, lantaran sakit yang diderita tak diperiksakan ke dokter atau rumah sakit.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/8) pukul 14.00. Korban disebut tinggal bersama suaminya bernama Harianto dan adik iparnya bernama Hadi Pramana. Perempuan asal Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur itu ternyata telah menderita sakit perut dan sesak nafas sejak Jumat (30/7).

“Karena suami korban tak ada biaya, makannya belum dibawa ke dokter atau rumah sakit, dan hanya dirawat di kos,” ujarnya. Kendala yang dihadapi untuk membawa Astriana ke Dokter memaksanya agar dirawat di kos hanya diberikan obat sakit perut Entrostop. Tapi hal itu malah berakibat fatal pada kondisinya yang semakin memburuk.

Hingga pada Minggu (1/8) pukul 11.00, perempuan muda yang malang itu duduk di depan teras rumah sambil ditemani sang suami dan Hadi Pramana. Korban hendak diberikan air kelapa kala itu namun tak bisa masuk ke mulutnya. Ironisnya pukul 11.45, Astriana mulai lemas dan hilang kesadaran. 

Suami korban coba cek  denyut nadi dan nafas, tapi sudah tidak ada lagi. Sehingga perempuan itu diangkat oleh suaminya ke dalam dan dibaringkan di atas kasur. Harianto menyadari istrinya meninggal waktu itu. Hadi yang turut mengetahui lalu mengubungi kerabatnya untuk datang. Selanjutnya pada pukul 14.38,  tim identifikasi dari Polresta Denpasar datang untuk cek jenazah korban dan olah TKP. 

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” tandasnya. Kini, Jenazah Astriana telah dievakuasi oleh tim medis dari PMI Kota Denpasar dengan satu unit ambulan menuju Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. (ges)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sungguh malang nasib dialami sorang perempuan muda bernama Astriana Yanthy, 21. Ia tewas di kos Jalan Cokrominoto Gang Mawar II No 9, Denpasar, lantaran sakit yang diderita tak diperiksakan ke dokter atau rumah sakit.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/8) pukul 14.00. Korban disebut tinggal bersama suaminya bernama Harianto dan adik iparnya bernama Hadi Pramana. Perempuan asal Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur itu ternyata telah menderita sakit perut dan sesak nafas sejak Jumat (30/7).

“Karena suami korban tak ada biaya, makannya belum dibawa ke dokter atau rumah sakit, dan hanya dirawat di kos,” ujarnya. Kendala yang dihadapi untuk membawa Astriana ke Dokter memaksanya agar dirawat di kos hanya diberikan obat sakit perut Entrostop. Tapi hal itu malah berakibat fatal pada kondisinya yang semakin memburuk.

Hingga pada Minggu (1/8) pukul 11.00, perempuan muda yang malang itu duduk di depan teras rumah sambil ditemani sang suami dan Hadi Pramana. Korban hendak diberikan air kelapa kala itu namun tak bisa masuk ke mulutnya. Ironisnya pukul 11.45, Astriana mulai lemas dan hilang kesadaran. 

Suami korban coba cek  denyut nadi dan nafas, tapi sudah tidak ada lagi. Sehingga perempuan itu diangkat oleh suaminya ke dalam dan dibaringkan di atas kasur. Harianto menyadari istrinya meninggal waktu itu. Hadi yang turut mengetahui lalu mengubungi kerabatnya untuk datang. Selanjutnya pada pukul 14.38,  tim identifikasi dari Polresta Denpasar datang untuk cek jenazah korban dan olah TKP. 

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” tandasnya. Kini, Jenazah Astriana telah dievakuasi oleh tim medis dari PMI Kota Denpasar dengan satu unit ambulan menuju Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/