alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Musim Kemarau, Seluas 175 Hektar Lahan Ditanami Tembakau dan Palawija

GIANYAR, BALI EXPRESS – Seluas 175 hektar lahan di subak wilayah Sukawati ditanami komoditi palawija dan tembakau. Penanaman komoditi ini dilakukan karena memasuki musim kemarau dan tidak mendapat giliran air irigasi.

Kabid Pertanian, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Gusti Nyoman Raka, menyampaikan bahwa penanaman palawija terbanyak dialami subak wilayah Kecamatan Sukawati. Hal itu dikarenakan sistem pembagian air irigasi, yang tahun ini mengarah ke Batubulan atau wilayah Subak Pering. “Jadi ada seluas 175 hektar ditanami tembakau, palawija atau bunga kebutuhan upakara,” ujarnya Senin (1/8).

Ditambahkannya jika pada tahun sebelumnya, luas lahan yang ditanami palawija dan tembakau seluas 201 hektar oleh 302 petani di wilayah Kecamatan Sukawati. Dimana luasan tersebut ada di bagian selatan, kawasan By Pass IB Mantra ke selatan. “Tidak semua wilayah Sukawati nanam palawija, dan untuk hasil tembakau tahun lalu sebanyak 1.157 ton,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dari 40 Petani Porang di Gianyar, Baru Tiga yang Lahannya Bersertifikat GAP

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika penanaman palawija juga dialami dua kecamatan lain, yakni Payangan dan Tegalalang. Namun luas lahan keseluruhan hanya 12 hektar dengan produksi 9 ton tembakau.

Hanya saja pihaknya mengakui jika penanaman palawija ini, pendapatan petani menurun sekitar 20 persen. “Tetapi penurunan pendapatan ini tidak memengaruhi pendapatan keseluruhan petani, mengingat biaya produksi untuk pengolahan lahan lebih sedikit dibandingkan dengan menanam padi,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Seluas 175 hektar lahan di subak wilayah Sukawati ditanami komoditi palawija dan tembakau. Penanaman komoditi ini dilakukan karena memasuki musim kemarau dan tidak mendapat giliran air irigasi.

Kabid Pertanian, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Gusti Nyoman Raka, menyampaikan bahwa penanaman palawija terbanyak dialami subak wilayah Kecamatan Sukawati. Hal itu dikarenakan sistem pembagian air irigasi, yang tahun ini mengarah ke Batubulan atau wilayah Subak Pering. “Jadi ada seluas 175 hektar ditanami tembakau, palawija atau bunga kebutuhan upakara,” ujarnya Senin (1/8).

Ditambahkannya jika pada tahun sebelumnya, luas lahan yang ditanami palawija dan tembakau seluas 201 hektar oleh 302 petani di wilayah Kecamatan Sukawati. Dimana luasan tersebut ada di bagian selatan, kawasan By Pass IB Mantra ke selatan. “Tidak semua wilayah Sukawati nanam palawija, dan untuk hasil tembakau tahun lalu sebanyak 1.157 ton,” imbuhnya.

Baca Juga :  Curi Drone Milik Bos, Penjaga Toko Dibekuk Saat Tidur di Emperan Toko

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika penanaman palawija juga dialami dua kecamatan lain, yakni Payangan dan Tegalalang. Namun luas lahan keseluruhan hanya 12 hektar dengan produksi 9 ton tembakau.

Hanya saja pihaknya mengakui jika penanaman palawija ini, pendapatan petani menurun sekitar 20 persen. “Tetapi penurunan pendapatan ini tidak memengaruhi pendapatan keseluruhan petani, mengingat biaya produksi untuk pengolahan lahan lebih sedikit dibandingkan dengan menanam padi,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/