alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

PICA Fest 2022 Siap Digelar, Hadirkan 45 Brand Clothing Lokal dan 120 Band

DENPASAR, BALI EXPRESS – Event clothing lokal Bali berskala nasional, PICA Fest, akan kembali hadir pada Agustus 2022. Setelah sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, event ini akan digelar pada tanggal 4-7 Agustus 2022 bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

Dibanderol dengan harga tiket Rp 35 ribu per hari, PICA Fest 2022 juga akan dimeriahkan oleh sebanyak 45 brand lokal Bali, 70 tenant makanan, 120 band baik lokal maupun nasional, dan puluhan komunitas yang ada di Bali.

“Yang membedakannya selain area, tahun ini kami memang pertama di Lapangan Renon. Dari tahun 2020 itu kami sebenarnya sudah persiapan di Lapangan Renon, event-nya rencana April. Tapi karena pandemi Covid-19 dan lockdown (batal),” ujar Vebry Iswara selaku Humas PICA Fest, pada press conference yang diadakan di Bank Mandiri, Denpasar, Senin (1/8).

Menurut Vebry, PICA Fest tahun ini merupakan event PICA ‘paling tempur’. Pasalnya, pada perhelatan PICA Fest tahun 2019, ada peningkatan pengunjung, namun dari segi produksi pihaknya mengalami kerugian. Bahkan, angkanya kerugiannya mencapai Rp 380 juta. Sehingga, PICA Fest kali ini tidak ada bekal kas yang mereka pegang. Namun, kata dia, ada pihak-pihak sponsor yang membantu sehingga PICA Fest kali ini bisa digelar lebih baik. Salah satunya, dengan mendatangkan 16 band nasional.

Baca Juga :  Protokol Cek Rencana Lokasi Kunjungan Wapres di Karangasem

“Tahun ini band-nya ada banyak, pada 2019 itu kami band-nya ada delapan, tahun ini ada double, ada 16 band. Jadi bisa dibilang tahun ini PICA Fest yang paling tempur,” katanya.

Pihaknya membeberkan, selama dua tahun ini, tidak sedikit brand-brand lokal yang mengalami guncangan luar biasa. Sehingga dari 75 brand lokal Bali yang ikut serta pada PICA Fest 2019 lalu, menyusut menjadi 45 brand saja. Sisanya, kata dia, telah gulung tikar. “Malah di F&B tahun ini yang antusiasmenya luar biasa, yang mendaftar terakhir itu 130-an stand. Tapi karena kami takut terlalu banyak F&B jualan, jadi maksimal yang bisa masuk di PICA 70 stand,” terangnya.

Target transaksi tahun ini, pihaknya tak muluk-muluk. Vebry mengatakan, ia berharap antusiasme warga Bali bisa tinggi, sehingga nilai transaksi bisa lebih dari tahun 2019 lalu. Yang mana, untuk nilai transaksi tahun 2019 lalu, dirinya mengakumulasi minimal mencapai Rp 6,5 miliar dari total 65 ribu pengunjung, dengan asumsi keseluruhannya berbekal uang Rp 100 ribu untuk membeli 1 produk.

Baca Juga :  Gara-gara Pil Koplo, Buruh Bangunan Divonis 4 Tahun

Pihaknya pun berharap, PICA Fest 2022 ini bisa menjadi barometer atau ‘tukang ketok palu’ di awal, sehingga event-event serupa di luar Denpasar bisa turut serta digelar. Dengan demikian, diharapkan adanya event ini dapat membantu perekonomian Bali.

Sementara itu, Wakil Ketua PICA Fest, Ida Bagus Agung Brahmadiguna alias Gus Tolet mengatakan, inilah saatnya sisi lain dari Bali, yakni hobi, komunitas, maupun UMKM lokal-nya untuk dapat ditonjolkan. Sebab selama ini, Bali hanya dikenal dengan pariwisatanya. “Ada sisi lain dari Bali yang harus kita angkat dan kita pupuk selain pariwisata. Secara keseluruhan PICA Fest 2022 merupakan sebuah selebrasi dari kerja keras agar industri kreatif di Bali bisa berjalan normal kembali di masa pagebluk yang masih belum berakhir,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Event clothing lokal Bali berskala nasional, PICA Fest, akan kembali hadir pada Agustus 2022. Setelah sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, event ini akan digelar pada tanggal 4-7 Agustus 2022 bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

Dibanderol dengan harga tiket Rp 35 ribu per hari, PICA Fest 2022 juga akan dimeriahkan oleh sebanyak 45 brand lokal Bali, 70 tenant makanan, 120 band baik lokal maupun nasional, dan puluhan komunitas yang ada di Bali.

“Yang membedakannya selain area, tahun ini kami memang pertama di Lapangan Renon. Dari tahun 2020 itu kami sebenarnya sudah persiapan di Lapangan Renon, event-nya rencana April. Tapi karena pandemi Covid-19 dan lockdown (batal),” ujar Vebry Iswara selaku Humas PICA Fest, pada press conference yang diadakan di Bank Mandiri, Denpasar, Senin (1/8).

Menurut Vebry, PICA Fest tahun ini merupakan event PICA ‘paling tempur’. Pasalnya, pada perhelatan PICA Fest tahun 2019, ada peningkatan pengunjung, namun dari segi produksi pihaknya mengalami kerugian. Bahkan, angkanya kerugiannya mencapai Rp 380 juta. Sehingga, PICA Fest kali ini tidak ada bekal kas yang mereka pegang. Namun, kata dia, ada pihak-pihak sponsor yang membantu sehingga PICA Fest kali ini bisa digelar lebih baik. Salah satunya, dengan mendatangkan 16 band nasional.

Baca Juga :  Kapolres Bangli Ingatkan Anggota Disiplin Isolasi

“Tahun ini band-nya ada banyak, pada 2019 itu kami band-nya ada delapan, tahun ini ada double, ada 16 band. Jadi bisa dibilang tahun ini PICA Fest yang paling tempur,” katanya.

Pihaknya membeberkan, selama dua tahun ini, tidak sedikit brand-brand lokal yang mengalami guncangan luar biasa. Sehingga dari 75 brand lokal Bali yang ikut serta pada PICA Fest 2019 lalu, menyusut menjadi 45 brand saja. Sisanya, kata dia, telah gulung tikar. “Malah di F&B tahun ini yang antusiasmenya luar biasa, yang mendaftar terakhir itu 130-an stand. Tapi karena kami takut terlalu banyak F&B jualan, jadi maksimal yang bisa masuk di PICA 70 stand,” terangnya.

Target transaksi tahun ini, pihaknya tak muluk-muluk. Vebry mengatakan, ia berharap antusiasme warga Bali bisa tinggi, sehingga nilai transaksi bisa lebih dari tahun 2019 lalu. Yang mana, untuk nilai transaksi tahun 2019 lalu, dirinya mengakumulasi minimal mencapai Rp 6,5 miliar dari total 65 ribu pengunjung, dengan asumsi keseluruhannya berbekal uang Rp 100 ribu untuk membeli 1 produk.

Baca Juga :  Showcase Citra Positif Indonesia, Side Events Presidensi G20 Siap Digelar

Pihaknya pun berharap, PICA Fest 2022 ini bisa menjadi barometer atau ‘tukang ketok palu’ di awal, sehingga event-event serupa di luar Denpasar bisa turut serta digelar. Dengan demikian, diharapkan adanya event ini dapat membantu perekonomian Bali.

Sementara itu, Wakil Ketua PICA Fest, Ida Bagus Agung Brahmadiguna alias Gus Tolet mengatakan, inilah saatnya sisi lain dari Bali, yakni hobi, komunitas, maupun UMKM lokal-nya untuk dapat ditonjolkan. Sebab selama ini, Bali hanya dikenal dengan pariwisatanya. “Ada sisi lain dari Bali yang harus kita angkat dan kita pupuk selain pariwisata. Secara keseluruhan PICA Fest 2022 merupakan sebuah selebrasi dari kerja keras agar industri kreatif di Bali bisa berjalan normal kembali di masa pagebluk yang masih belum berakhir,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/