alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Pikap Tabrak Merajan Warga, Sopir Tak Bisa Dihubungi Setelah Damai

GIANYAR, BALI EXPRESS – Diduga karena sopir mengantuk, sebuah kendaraan Pikap bermuatan tahu mengalami kecelakaan lalu lintas Out Of Control (OC) di Jalan Raya Banjar Kapal, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Senin (1/8) sekitar pukul 01.30 WITA dan menyebabkan dua buah pelinggih di merajan milik warga rusak.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan jika peristiwa itu bermula ketika pikap bernomor polisi DK 8342 CJ yang dikemudikan oleh Oki Pribadi Subrata, 22, asal Bandung melaju dari arah selatan menuju utara yang diduga mengantuk kehilangan kendali. Pikap tersebut kemudian keluar jalur dan terjun ke merajan milik I Ketut Rutita, 53, yang posisinya lebih rendah dari jalan raya. Akibatnya dua pelinggih di merajan milik warga tersebut rusak. Selanjutnya, kasus tersebut ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Sukawati.

Kanit Lantas Polsek Sukawati, IPTU I Made Weta menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP, penyebab kecelakaan diduga karena sopir pikap mengantuk. Namun kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Dimana pihak pengemudi menyatakan akan mengganti rugi setiap kerusakan yang diakibatkan. Perdamaian tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan di hadapan petugas kepolisian. Hanya saja jika pengemudi mengingkari kesepakatan tersebut, korban akan membawa kasus ini ke penegak hukum. Kesepakatan damai tersebut berlaku selama empat minggu atau satu bulan.

Baca Juga :  Swab Massal Ditarget Hingga Desember, Sehari Sasar 300 Orang 

“Kedua belah pihak sepakat damai, pengendara pikap akan menanggung segala biayanya, mulai dari kerusakan pelinggih sampai upacaranya,” ujarnya Senin (1/8).

Ditambahkannya jika tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja korban mengalami kerugian material yang belum bisa diprediksi jumlahnya. “Pihak pengemudi pikap bersedia dan berjanji memperbaiki tembok rumah dan 2 pelinggih milik korban beserta biaya upacara sampai selesai,” sebutnya.

Sayangnya, menurut korban Nengah Kariasih yang merupakan istri dari I Ketut Rudita, setelah kesepakatan damai ditandatangani, nomor telepon yang ditinggalkan pengemudi pikap justru tidak bisa dihubungi. “Bapaknya (suami) yang ke Polsek, kemudian damai dan sopir yang menanggung semuanya. Dikasi nomor HP, yapi saat saya telepon nomor itu tidak aktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Gondol HP Sebulan Lalu di Tempat Kos, Pria asal Lumajang Ditangkap

Atas kondisi tersebut suaminya berniat mencarinya ke tempat tinggalnya di Tohpati, namun tidak diizinkan oleh anaknya karena takut terjadi apa-apa jika sang suami kesana sendirian. “Kalau ngajak polisi kesana baru dikasi,” imbuhnya.

Padahal, kata dia gelagat pemuda yang mengaku tinggal di Jalan Ulun Carik Nomer Nomer 5, Banjar Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu Kesiman, Denpasar tersebut memang sempat dicurigai ketika itu. Kini mobil pikap tersebut masih ‘bertengger’ di merajan miliknya, sebab pihaknya memang tidak memiliki biaya untuk hal tersebut. “Jangankan bayar tukang derek, untuk mecaru saja kami tak punya,” sebutnya.

Maka dari itu pihaknya berharap pelaku benar-benar memenuhi tanggung jawabnya. “Kalau kerusakan bangunannya tidak begitu banyak, tapi biaya upacaranya yang besar. Mudah-mudahan pelaku tak membohongi kami dan bertanggung jawab sesuai kesepakatan,” tandas Kariasih.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Diduga karena sopir mengantuk, sebuah kendaraan Pikap bermuatan tahu mengalami kecelakaan lalu lintas Out Of Control (OC) di Jalan Raya Banjar Kapal, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Senin (1/8) sekitar pukul 01.30 WITA dan menyebabkan dua buah pelinggih di merajan milik warga rusak.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan jika peristiwa itu bermula ketika pikap bernomor polisi DK 8342 CJ yang dikemudikan oleh Oki Pribadi Subrata, 22, asal Bandung melaju dari arah selatan menuju utara yang diduga mengantuk kehilangan kendali. Pikap tersebut kemudian keluar jalur dan terjun ke merajan milik I Ketut Rutita, 53, yang posisinya lebih rendah dari jalan raya. Akibatnya dua pelinggih di merajan milik warga tersebut rusak. Selanjutnya, kasus tersebut ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Sukawati.

Kanit Lantas Polsek Sukawati, IPTU I Made Weta menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP, penyebab kecelakaan diduga karena sopir pikap mengantuk. Namun kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Dimana pihak pengemudi menyatakan akan mengganti rugi setiap kerusakan yang diakibatkan. Perdamaian tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan di hadapan petugas kepolisian. Hanya saja jika pengemudi mengingkari kesepakatan tersebut, korban akan membawa kasus ini ke penegak hukum. Kesepakatan damai tersebut berlaku selama empat minggu atau satu bulan.

Baca Juga :  Sujana Tembak Tantra, karena Kasus Jual Beli Tanah

“Kedua belah pihak sepakat damai, pengendara pikap akan menanggung segala biayanya, mulai dari kerusakan pelinggih sampai upacaranya,” ujarnya Senin (1/8).

Ditambahkannya jika tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja korban mengalami kerugian material yang belum bisa diprediksi jumlahnya. “Pihak pengemudi pikap bersedia dan berjanji memperbaiki tembok rumah dan 2 pelinggih milik korban beserta biaya upacara sampai selesai,” sebutnya.

Sayangnya, menurut korban Nengah Kariasih yang merupakan istri dari I Ketut Rudita, setelah kesepakatan damai ditandatangani, nomor telepon yang ditinggalkan pengemudi pikap justru tidak bisa dihubungi. “Bapaknya (suami) yang ke Polsek, kemudian damai dan sopir yang menanggung semuanya. Dikasi nomor HP, yapi saat saya telepon nomor itu tidak aktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyebab Warga Sakah Meninggal Beruntun Masih Diselidiki

Atas kondisi tersebut suaminya berniat mencarinya ke tempat tinggalnya di Tohpati, namun tidak diizinkan oleh anaknya karena takut terjadi apa-apa jika sang suami kesana sendirian. “Kalau ngajak polisi kesana baru dikasi,” imbuhnya.

Padahal, kata dia gelagat pemuda yang mengaku tinggal di Jalan Ulun Carik Nomer Nomer 5, Banjar Tohpati, Desa Kesiman Kertalangu Kesiman, Denpasar tersebut memang sempat dicurigai ketika itu. Kini mobil pikap tersebut masih ‘bertengger’ di merajan miliknya, sebab pihaknya memang tidak memiliki biaya untuk hal tersebut. “Jangankan bayar tukang derek, untuk mecaru saja kami tak punya,” sebutnya.

Maka dari itu pihaknya berharap pelaku benar-benar memenuhi tanggung jawabnya. “Kalau kerusakan bangunannya tidak begitu banyak, tapi biaya upacaranya yang besar. Mudah-mudahan pelaku tak membohongi kami dan bertanggung jawab sesuai kesepakatan,” tandas Kariasih.


Most Read

Artikel Terbaru

/