alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Terhimpit Masalah Ekonomi, IRT Nekat Gadaikan Mobil Sewaan

TABANAN, BALI EXPRESS – Dengan alasan terhimpit masalah ekonomi, ibu rumah tangga (IRT) Ni Gusti Ketut Harwati, 54, nekat menggadaikan satu unit mobil yang disewanya dari sebuah rent car di Banjar Anyar Kecamatan Kediri, Tabanan.

Kapolsek Kediri Kompol Kadek Ardika menyebutkan, akibat ulahnya tersebut, Harwati ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

“Statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan penangkapan di kamar kos di Banjar Dukuh Gong, Mengwitani, Badung 29 Juli 2022,” jelasnya.

Kronologi penipuan in, lanjut Kompol Ardika, berawal ketika tersangka pada 25 Mei 2022 menyewa mobil jenis MPV di rent car Usaha Makmur milik korban, H Moch Irfansyah.

Baca Juga :  Masih Bertali Pusar, Jenazah Bayi Ditemukan di Tukad Yeh Sungi

Dalam perjanjian sewa, disebutkan tersangka menyewa selama empat hari untuk digunakan ke Jembrana. Namun setelah lewat empat hari, tersangka tidak mengembalikan kendaraan sesuai dengan perjanjian sewa.

Karena merasa curiga kepada tersangka yang tidak memberikan respons, dan juga mendapatkan informasi jika kendaraan miliknya sudah digadaikan, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kediri.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka menggadaikan kendaraan tersebut karena terhimpit masalah ekonomi dan harus membayar beberapa kewajiban utang. “Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian hingga Rp 160 juta,” tambah Kapolsek Ardika.

 






Reporter: IGA Kusuma Yoni

TABANAN, BALI EXPRESS – Dengan alasan terhimpit masalah ekonomi, ibu rumah tangga (IRT) Ni Gusti Ketut Harwati, 54, nekat menggadaikan satu unit mobil yang disewanya dari sebuah rent car di Banjar Anyar Kecamatan Kediri, Tabanan.

Kapolsek Kediri Kompol Kadek Ardika menyebutkan, akibat ulahnya tersebut, Harwati ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

“Statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan penangkapan di kamar kos di Banjar Dukuh Gong, Mengwitani, Badung 29 Juli 2022,” jelasnya.

Kronologi penipuan in, lanjut Kompol Ardika, berawal ketika tersangka pada 25 Mei 2022 menyewa mobil jenis MPV di rent car Usaha Makmur milik korban, H Moch Irfansyah.

Baca Juga :  Jaga Netralitas ASN, Bawaslu Bangli Pantau Medsos

Dalam perjanjian sewa, disebutkan tersangka menyewa selama empat hari untuk digunakan ke Jembrana. Namun setelah lewat empat hari, tersangka tidak mengembalikan kendaraan sesuai dengan perjanjian sewa.

Karena merasa curiga kepada tersangka yang tidak memberikan respons, dan juga mendapatkan informasi jika kendaraan miliknya sudah digadaikan, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kediri.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka menggadaikan kendaraan tersebut karena terhimpit masalah ekonomi dan harus membayar beberapa kewajiban utang. “Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian hingga Rp 160 juta,” tambah Kapolsek Ardika.

 






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/