alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Polresta Denpasar Tangkap 22 Tersangka Narkoba

DENPASAR, BALI EXPRESS – Satuan  Reserse Narkoba Polresta Denpasar berhasil menangkap puluhan pelaku pengedar dan pengguna narkoba selama operasi Antik Agung 2 yang digelar dari (15/8) hingga Sabtu (30/8).

Selama operasi Antik Agung, Polresta Denpasar yang di-backup Satgas CTOC Polda Bali berhasil mengungkap 18 kasus narkotika dengan 22 tersangka, 8 tersangka di antaranya merupakan target operasi petugas.

Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, dari puluhan tersangka tersebut, polisi menyita barang bukti ganja sebanyak 2.958 gram, sabu    53,47 gram, ekstasi 31 butir setara dengan 12,19 gram. “Selain itu kami juga mendapatkan barang bukti berupa pecahan biskuit mengandung narkotika 0,28 gram,” jelas Jansen.

Selain menangkap para tersangka yang sudah di-TO, operasi di beberapa club malam di wilayah hukum Polresta Denpasar juga mengamankan puluhan botol minuman keras. “Kami berhasil mengamankan 59 botol Engine Room Super Club yang berada di Jalan Legian Kuta Badung,” bebernya.

Sementara itu, Kapolresta juga menyoroti  meningkatnya pemakai dan pengedar narkoba dari Bali. “Jika dilihat dari asal wilayah, 5 tersangka berasal dari Jawa dan 12 orang dari Bali. Dari Medan, Manado, Pekanbaru, Jambi, Flores masing-masing 1 orang. Kami sangat menyayangkan masyarakat Bali mulai meningkat memakai narkoba,” tandasnya.

Para tersangka yang tertangkap sebagai pengedar ada 11 orang, sedangkan sebagai pengguna sebanyak 11 orang. “Di antara 22 tersangka ini, 2 orang di antaranya perempuan sebagai pengguna,” ungkapnya.

Polresta Denpasar juga menangkap satu orang residivis bernama karyawan yang pernah dipenjara pada tahun 2013. “Dia pernah dipenjara selama 6 tahun, dan kembali lagi mengedarkan narkoba,” ungkapnya lagi

Sementara itu, tersangka yang membawa 2,7 kg ganja adalah Janurinton, 37, ditangkap di Seminyak, Kuta. Tersangka lainnya, Budiarta, 27, Zaibul, Andika, 42, Putra, 25, Krisnantara, 28. Mereka merupakan target operasi. Sedangkan tersangka non-TO sebanyak 12 orang, antara lain Taufiq, 21, Geovany, 24, Krisna, 27, Ellia, 28, Anggita, 28, Rizkyadi, 22, Mamanto, 29, Abdullah, 26, Pramana, 21, Satria, 21, Wartana, 41, Suwantra, 39, Purnama, 24, Etmundus, 36.

“Motif para tersangka ini mengedarkan narkoba, sebagian karena bagian dari sindikat. Motif lainnya karena faktor ekonomi,” ungkapnya.

Para tersangka narkotika ini dijerat Pasal 111 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Pasal 111 Ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana  penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) ditambah 1/3.

Pasal 112 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda Rp 800 juta s/d Rp 8 miliar. 

Pasal 112 Ayat (2) UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. 

Perda Kab Badung No. 11 Tahun 2017 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol dengan ancaman pidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Satuan  Reserse Narkoba Polresta Denpasar berhasil menangkap puluhan pelaku pengedar dan pengguna narkoba selama operasi Antik Agung 2 yang digelar dari (15/8) hingga Sabtu (30/8).

Selama operasi Antik Agung, Polresta Denpasar yang di-backup Satgas CTOC Polda Bali berhasil mengungkap 18 kasus narkotika dengan 22 tersangka, 8 tersangka di antaranya merupakan target operasi petugas.

Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, dari puluhan tersangka tersebut, polisi menyita barang bukti ganja sebanyak 2.958 gram, sabu    53,47 gram, ekstasi 31 butir setara dengan 12,19 gram. “Selain itu kami juga mendapatkan barang bukti berupa pecahan biskuit mengandung narkotika 0,28 gram,” jelas Jansen.

Selain menangkap para tersangka yang sudah di-TO, operasi di beberapa club malam di wilayah hukum Polresta Denpasar juga mengamankan puluhan botol minuman keras. “Kami berhasil mengamankan 59 botol Engine Room Super Club yang berada di Jalan Legian Kuta Badung,” bebernya.

Sementara itu, Kapolresta juga menyoroti  meningkatnya pemakai dan pengedar narkoba dari Bali. “Jika dilihat dari asal wilayah, 5 tersangka berasal dari Jawa dan 12 orang dari Bali. Dari Medan, Manado, Pekanbaru, Jambi, Flores masing-masing 1 orang. Kami sangat menyayangkan masyarakat Bali mulai meningkat memakai narkoba,” tandasnya.

Para tersangka yang tertangkap sebagai pengedar ada 11 orang, sedangkan sebagai pengguna sebanyak 11 orang. “Di antara 22 tersangka ini, 2 orang di antaranya perempuan sebagai pengguna,” ungkapnya.

Polresta Denpasar juga menangkap satu orang residivis bernama karyawan yang pernah dipenjara pada tahun 2013. “Dia pernah dipenjara selama 6 tahun, dan kembali lagi mengedarkan narkoba,” ungkapnya lagi

Sementara itu, tersangka yang membawa 2,7 kg ganja adalah Janurinton, 37, ditangkap di Seminyak, Kuta. Tersangka lainnya, Budiarta, 27, Zaibul, Andika, 42, Putra, 25, Krisnantara, 28. Mereka merupakan target operasi. Sedangkan tersangka non-TO sebanyak 12 orang, antara lain Taufiq, 21, Geovany, 24, Krisna, 27, Ellia, 28, Anggita, 28, Rizkyadi, 22, Mamanto, 29, Abdullah, 26, Pramana, 21, Satria, 21, Wartana, 41, Suwantra, 39, Purnama, 24, Etmundus, 36.

“Motif para tersangka ini mengedarkan narkoba, sebagian karena bagian dari sindikat. Motif lainnya karena faktor ekonomi,” ungkapnya.

Para tersangka narkotika ini dijerat Pasal 111 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Pasal 111 Ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana  penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) ditambah 1/3.

Pasal 112 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda Rp 800 juta s/d Rp 8 miliar. 

Pasal 112 Ayat (2) UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. 

Perda Kab Badung No. 11 Tahun 2017 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol dengan ancaman pidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.


Most Read

Artikel Terbaru

/