alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Prosedur Keamanan Kejati Bali Dipertanyakan 

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tragedi di dalam toilet Kejaksaan Tinggi Bali hingga hari ini masih menimbulkan pertanyaan dari beberapa pihak mengenai lolosnya pistol Tri Nugraha. 

Hingga tengah malam, polisi selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), belum bisa menyimpulkan mengenai tragedi dugaan bunuh diri dengan senjata api yang dilakukan mantan Kepala BPN Badung, Tri Nugraha, Senin (31/8). Penyidikan kasus ini pun langsung diambil alih Polda Bali. 

Dari pantauan di lapangan, Senin (31/8) tengah malam, tampak Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Dodi Rahmawan langsung terjun ke tempat kejadian perkara. Selain itu, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan juga hadir. 

Kombespol Dodi Rahmawan mengungkapkan bahwa telah melakukan oleh tempatbkejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti. “Kami masih melakukan penyelidikan mencari penyebab kematiannya, memastikan jenis senjata yang digunakan, dan bukti kepemilikan senjata,” jelasnya pada awak media.

Kombespol Dodi Rahmawan belum membeberkan jenis senjata apa yang digunakan oleh mantan Kepala BPN Badung tersebut. “Kami masih cek semuanya, belum bisa saya berikan itu jenis senjata apa, yang jelas dalam pistol itu ada lima proyektil, yang digunakan satu,” jelasnya. 

Menjelang pukul 12.00 malam, Tim Lab Forensik keluar dari gedung Kejati dengan membawa barang bukti  yang langsung dimasukkan ke dalam mobil. 

Dikonfirmasi terpisah, rekan satu organisasi Tri Nugraha di Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI), Didi Supriyadi, menyesalkan terjadinya kasus tersebut.

Dia mempertanyakan prosedur keamanan Kejati Bali. “Berarti di Kejati Bali tidak ada sekuritas jelas, sehingga terjadi seperti ini, kami sangat menyayangkan kejadian ini,” terangnya. 

Didi yang juga masih keluarga dari Almarhum Tri Nugraha, menegaskan, kasus tersebut harus dibuka secara terang. “Harus dibuka secara terang benderang kenapa bisa terjadi,” ungkapnya lagi.

Tri Nugraha merupakan Ketua FKPPI Bali yang dilantik tahun 2016. Dalam pelantikan tersebut hadir juga Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta memberi sambutan. Mantan Wakil Gubernur yang kini mendekam di LP Kerobokan Denpasar tersebut, santer disebut memberikan gratifikasi ke Tri Nugraha. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tragedi di dalam toilet Kejaksaan Tinggi Bali hingga hari ini masih menimbulkan pertanyaan dari beberapa pihak mengenai lolosnya pistol Tri Nugraha. 

Hingga tengah malam, polisi selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), belum bisa menyimpulkan mengenai tragedi dugaan bunuh diri dengan senjata api yang dilakukan mantan Kepala BPN Badung, Tri Nugraha, Senin (31/8). Penyidikan kasus ini pun langsung diambil alih Polda Bali. 

Dari pantauan di lapangan, Senin (31/8) tengah malam, tampak Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Dodi Rahmawan langsung terjun ke tempat kejadian perkara. Selain itu, Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan juga hadir. 

Kombespol Dodi Rahmawan mengungkapkan bahwa telah melakukan oleh tempatbkejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti. “Kami masih melakukan penyelidikan mencari penyebab kematiannya, memastikan jenis senjata yang digunakan, dan bukti kepemilikan senjata,” jelasnya pada awak media.

Kombespol Dodi Rahmawan belum membeberkan jenis senjata apa yang digunakan oleh mantan Kepala BPN Badung tersebut. “Kami masih cek semuanya, belum bisa saya berikan itu jenis senjata apa, yang jelas dalam pistol itu ada lima proyektil, yang digunakan satu,” jelasnya. 

Menjelang pukul 12.00 malam, Tim Lab Forensik keluar dari gedung Kejati dengan membawa barang bukti  yang langsung dimasukkan ke dalam mobil. 

Dikonfirmasi terpisah, rekan satu organisasi Tri Nugraha di Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI), Didi Supriyadi, menyesalkan terjadinya kasus tersebut.

Dia mempertanyakan prosedur keamanan Kejati Bali. “Berarti di Kejati Bali tidak ada sekuritas jelas, sehingga terjadi seperti ini, kami sangat menyayangkan kejadian ini,” terangnya. 

Didi yang juga masih keluarga dari Almarhum Tri Nugraha, menegaskan, kasus tersebut harus dibuka secara terang. “Harus dibuka secara terang benderang kenapa bisa terjadi,” ungkapnya lagi.

Tri Nugraha merupakan Ketua FKPPI Bali yang dilantik tahun 2016. Dalam pelantikan tersebut hadir juga Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta memberi sambutan. Mantan Wakil Gubernur yang kini mendekam di LP Kerobokan Denpasar tersebut, santer disebut memberikan gratifikasi ke Tri Nugraha. 


Most Read

Artikel Terbaru

/