alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Sebulan, Enam Penyalahguna Narkoba Digulung di Buleleng

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Peredaran narkoba di Buleleng masih terus terjadi. Dalam bulan Agustus saja, Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng berhasil mengamankan enam tersangka pengedar dan pengguna sabu-sabu. Dari tangkapan ini, polisi juga berhasil menyita barang bukti sabu-sabu dengan berat total  5.7 gram. 

Wakapolres Buleleng, Kompol Loduwyk Tapilaha, menjelaskan, penangkapan ini dilakukan saat Satuan Narkoba menggelar Operasi Antik 2020 yang diselenggarakan sejak dua minggu yang lalu.

Dari Operasi Antik ini, ada dua orang tersangka yang telah dijadikan sebagai Target Operasi (TO). Keduanya yakni tersangka Ketut Adi Sugiarta, 18, warga asal Banjar Dinas Laba Nangga, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, serta Aditya Rahman alias Kedji, 22, warga asal Banjar Dinas Munduk Kunci, Desa Tegal Linggah, Kecamatan Sukasada. 

Kedua TO ini disebut-sebut pernah melakukan transaksi narkoba di wilayah Buleleng. Hingga pada Sabtu (15/8), dinihari, polisi pun mencoba melakukan penyelidikan, di depan sebuah toko Jalan Gajah Mada, Kecamatan Seririt.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi akhirnya berhasil menemukan tersangka Ketut Adi Sugiarta. Pria yang bekerja sebagai seorang teknisi wifi kepergok sedang mengambil pesanan sabunya, dengan cara sistem tempel.  

“Tersangka Sugiarta ini sedang memegang tiga paket sabu dengan berat total 3.18 gram netto saat kami tangkap. Dia mengakui bahwa sabu-sabu itu adalah miliknya. Sehingga dia langsung kami giring ke Mapolres,” terang Kompol Loduwyk kepada awak media di Mapolres Buleleng, Selasa (1/9) pagi. 

Berhasil menangkap tersangka Sugiarta, polisi kembali melanjutkan buruan TO, dengan menangkap Aditya Rahman alias Kedji. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan ini, berhasil ditangkap bersama rekannya Mirza Karpawandi, 18, pada Minggu (16/8) dinihari, di depan sebuah restoran Jalan Cendrawasih, Kelurahan Kaliuntu. 

Ketika ditangkap, Aditya Rahman bersama rekannya terbukti mengantongi barang haram berupa satu paket sabu seberat 0.88 gram brutto. 

Saat diperiksa, tersangka Kedji tak menampik berperan sebagai pengedar narkoba. Dimana, sabu-sabu mulanya ia pesan secara online kepada seorang bandar di wilayah Tabanan. Setelah barang haram tersebut didapatkan, Kedji kemudian menjual kembali sabu-sabu itu kepada temannya di Buleleng. 

“Untuk TO atas nama Sugiarta sementara statusnya sebagai pengguna. Sementara tersangka Kedji sebagai pengedar. Meski masuk sebagai TO, Kedua tersangka ini tidak ada hubungan, dan tidak saling berkaitan. Mereka memeroleh sabu-sabu dari orang yang berbeda,” imbuhnya. 

Perburuan terus berlanjut. Polisi kembali berhasil menangkap tiga orang tersangka. Yakni I Made Budi Saputra, 29, asal Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng. Kadek Saraswastika alias Bobo, 29, asal Banjar Dinas Tampekan, Desa Tampekan, Kecamatan Buleleng. Serta Indri Sulistyaningsih alias Indri, 30, warga asal Banjar Dinas Carik Agung, Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt. 

Tersangka Made Budi Saputra ditangkap Selasa (18/8) pukul 22.30 wita, di Jalan Dewi Kunti, Kelurahan Banjar Jawa. Pria yang berstatus sebagai pengguna ini, kedapatan membawa satu paket sabu seberat 0.50 gran brutto dan satu alat hisap sabu. 

Sedangkan tersangka Bobi, ditangkap Rabu (19/8) dinihari, di depan sebuah dealer Kelurahan Banyuasri. Dari tangannya, polisi menemukan satu paket sabu dengan berat 1.00 gram brutto. Kemudian tersangka Indri, ditangkap Selasa (25/8) sekira pukul 16.00 wita. 

Polisi menangkap ibu rumah tangga ini di rumahnya, dan berhasil menemukan satu paket sabu seberat 1.39 gram brutto, dan satu alat hisap sabu.

“Tersangka Indri tidak bisa kami hadirkan dalam rilis karena yang bersangkutan sedang sakit flu dan batuk. Dia kami tahan di Mapolsek Gerokgak. Statusnya dia sebagai pengguna. Mungkin dia menggunakan narkoba karena mengalami permasalahan di internal keluarganya mungkin,” tutupnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Peredaran narkoba di Buleleng masih terus terjadi. Dalam bulan Agustus saja, Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng berhasil mengamankan enam tersangka pengedar dan pengguna sabu-sabu. Dari tangkapan ini, polisi juga berhasil menyita barang bukti sabu-sabu dengan berat total  5.7 gram. 

Wakapolres Buleleng, Kompol Loduwyk Tapilaha, menjelaskan, penangkapan ini dilakukan saat Satuan Narkoba menggelar Operasi Antik 2020 yang diselenggarakan sejak dua minggu yang lalu.

Dari Operasi Antik ini, ada dua orang tersangka yang telah dijadikan sebagai Target Operasi (TO). Keduanya yakni tersangka Ketut Adi Sugiarta, 18, warga asal Banjar Dinas Laba Nangga, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, serta Aditya Rahman alias Kedji, 22, warga asal Banjar Dinas Munduk Kunci, Desa Tegal Linggah, Kecamatan Sukasada. 

Kedua TO ini disebut-sebut pernah melakukan transaksi narkoba di wilayah Buleleng. Hingga pada Sabtu (15/8), dinihari, polisi pun mencoba melakukan penyelidikan, di depan sebuah toko Jalan Gajah Mada, Kecamatan Seririt.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi akhirnya berhasil menemukan tersangka Ketut Adi Sugiarta. Pria yang bekerja sebagai seorang teknisi wifi kepergok sedang mengambil pesanan sabunya, dengan cara sistem tempel.  

“Tersangka Sugiarta ini sedang memegang tiga paket sabu dengan berat total 3.18 gram netto saat kami tangkap. Dia mengakui bahwa sabu-sabu itu adalah miliknya. Sehingga dia langsung kami giring ke Mapolres,” terang Kompol Loduwyk kepada awak media di Mapolres Buleleng, Selasa (1/9) pagi. 

Berhasil menangkap tersangka Sugiarta, polisi kembali melanjutkan buruan TO, dengan menangkap Aditya Rahman alias Kedji. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan ini, berhasil ditangkap bersama rekannya Mirza Karpawandi, 18, pada Minggu (16/8) dinihari, di depan sebuah restoran Jalan Cendrawasih, Kelurahan Kaliuntu. 

Ketika ditangkap, Aditya Rahman bersama rekannya terbukti mengantongi barang haram berupa satu paket sabu seberat 0.88 gram brutto. 

Saat diperiksa, tersangka Kedji tak menampik berperan sebagai pengedar narkoba. Dimana, sabu-sabu mulanya ia pesan secara online kepada seorang bandar di wilayah Tabanan. Setelah barang haram tersebut didapatkan, Kedji kemudian menjual kembali sabu-sabu itu kepada temannya di Buleleng. 

“Untuk TO atas nama Sugiarta sementara statusnya sebagai pengguna. Sementara tersangka Kedji sebagai pengedar. Meski masuk sebagai TO, Kedua tersangka ini tidak ada hubungan, dan tidak saling berkaitan. Mereka memeroleh sabu-sabu dari orang yang berbeda,” imbuhnya. 

Perburuan terus berlanjut. Polisi kembali berhasil menangkap tiga orang tersangka. Yakni I Made Budi Saputra, 29, asal Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng. Kadek Saraswastika alias Bobo, 29, asal Banjar Dinas Tampekan, Desa Tampekan, Kecamatan Buleleng. Serta Indri Sulistyaningsih alias Indri, 30, warga asal Banjar Dinas Carik Agung, Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt. 

Tersangka Made Budi Saputra ditangkap Selasa (18/8) pukul 22.30 wita, di Jalan Dewi Kunti, Kelurahan Banjar Jawa. Pria yang berstatus sebagai pengguna ini, kedapatan membawa satu paket sabu seberat 0.50 gran brutto dan satu alat hisap sabu. 

Sedangkan tersangka Bobi, ditangkap Rabu (19/8) dinihari, di depan sebuah dealer Kelurahan Banyuasri. Dari tangannya, polisi menemukan satu paket sabu dengan berat 1.00 gram brutto. Kemudian tersangka Indri, ditangkap Selasa (25/8) sekira pukul 16.00 wita. 

Polisi menangkap ibu rumah tangga ini di rumahnya, dan berhasil menemukan satu paket sabu seberat 1.39 gram brutto, dan satu alat hisap sabu.

“Tersangka Indri tidak bisa kami hadirkan dalam rilis karena yang bersangkutan sedang sakit flu dan batuk. Dia kami tahan di Mapolsek Gerokgak. Statusnya dia sebagai pengguna. Mungkin dia menggunakan narkoba karena mengalami permasalahan di internal keluarganya mungkin,” tutupnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/