alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

18 Petahana Maju Lagi dalam Pilkel 22 Desa di Tabanan

TABANAN, BALI EXPRESS – Pemilihan perbekel atau pilkel serentak di 22 desa di Kabupaten Tabanan pada akhir bulan ini masih direncanakan sesuai jadwal. Yakni pada 31 Oktober 2021 mendatang.

 

Proses pemilihan kepala desa ini juga sudah dan sedang berlangsung. Bahkan terkait tahap pencalonan, sebanyak 18 orang calon petahana dipastikan ikut tarung lagi dalam pilkel kali ini. Mereka tergabung ke dalam 59 orang calon perbekel yang telah mencalonkan diri.

 

Dengan jumlah calon yang ada sekarang, sebagian besar desa telah memenuhi syarat untuk melaksanakan pilkel. Yakni syarat minimal dua calon. Bahkan ada beberapa desa yang calonnya sampai empat hingga lima orang. Meski proses penetapan masih sedang berlangsung.

 

“Prosesnya masih berlangsung. Saat ini lagi tahap penetapan calon di masing-masing desa yang menyelenggarakan pilkel,” jelas Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabanan, I Wayan Carma, Jumat (1/10).

 

Desa dengan jumlah calon yang ramai di antaranya Bajera di Kecamatan Selemadeg. Kemudian Desa Tegal Jadi di Kecamatan Marga. Desa Kebon Padangan dan Desa Sai di Kecamatan Pupuan.

 

Kendati dari sisi jadwal dan tahapan belum ada perubahan, Carma menjelaskan pihaknya di DPMD masih tetap menunggu petunjuk lebih lanjut dari kementerian. Paling tidak sampai dengan 9 Oktober 2021 mendatang.

 

Ini dilakukan karena terkait dengan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat. Semula dari 9 Agustus 2021 sampai dengan tiga bulan berikutnya dilakukan penundaan tahapan. Untuk menghindari terjadinya kerumunan. Hal ini berlaku bukan saja di kabupaten/kota di Bali saja, namun di Jawa juga.

 

“Kami tetap dalam posisi masih menunggu petunjuk dari kementerian sampai 9 Oktober nanti. Karena semula ada penundaan selama tiga bulan sejak 9 Agustus yang lalu. Ini berlaku di semua daerah di Jawa dan Bali. Tanpa melihat status level PPKM,” sebutnya.

 

Setelah ada kepastian dari kementerian, sambungnya, proses pilkel akan berlanjut sesuai tahapan berikutnya. Yakni pengundian nomor urut bagi calon perbekel. Kemudian masa kampanye yang lamanya tiga hari.

Jika sudah ada kepastian lagi dari pusat, tentunya proses akan dilanjutkan dengan tahapan pengundian nomor bagi calon perbekel serta masa kampanye selama tiga hari.

 

“Sejauh ini belum ada perubahan jadwal. Mudah-mudahan tidak ada perubahan. Sehingga bisa dilaksanakan sesuai jadwal yakni 31 Oktober 2021,” pungkasnya.


TABANAN, BALI EXPRESS – Pemilihan perbekel atau pilkel serentak di 22 desa di Kabupaten Tabanan pada akhir bulan ini masih direncanakan sesuai jadwal. Yakni pada 31 Oktober 2021 mendatang.

 

Proses pemilihan kepala desa ini juga sudah dan sedang berlangsung. Bahkan terkait tahap pencalonan, sebanyak 18 orang calon petahana dipastikan ikut tarung lagi dalam pilkel kali ini. Mereka tergabung ke dalam 59 orang calon perbekel yang telah mencalonkan diri.

 

Dengan jumlah calon yang ada sekarang, sebagian besar desa telah memenuhi syarat untuk melaksanakan pilkel. Yakni syarat minimal dua calon. Bahkan ada beberapa desa yang calonnya sampai empat hingga lima orang. Meski proses penetapan masih sedang berlangsung.

 

“Prosesnya masih berlangsung. Saat ini lagi tahap penetapan calon di masing-masing desa yang menyelenggarakan pilkel,” jelas Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabanan, I Wayan Carma, Jumat (1/10).

 

Desa dengan jumlah calon yang ramai di antaranya Bajera di Kecamatan Selemadeg. Kemudian Desa Tegal Jadi di Kecamatan Marga. Desa Kebon Padangan dan Desa Sai di Kecamatan Pupuan.

 

Kendati dari sisi jadwal dan tahapan belum ada perubahan, Carma menjelaskan pihaknya di DPMD masih tetap menunggu petunjuk lebih lanjut dari kementerian. Paling tidak sampai dengan 9 Oktober 2021 mendatang.

 

Ini dilakukan karena terkait dengan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat. Semula dari 9 Agustus 2021 sampai dengan tiga bulan berikutnya dilakukan penundaan tahapan. Untuk menghindari terjadinya kerumunan. Hal ini berlaku bukan saja di kabupaten/kota di Bali saja, namun di Jawa juga.

 

“Kami tetap dalam posisi masih menunggu petunjuk dari kementerian sampai 9 Oktober nanti. Karena semula ada penundaan selama tiga bulan sejak 9 Agustus yang lalu. Ini berlaku di semua daerah di Jawa dan Bali. Tanpa melihat status level PPKM,” sebutnya.

 

Setelah ada kepastian dari kementerian, sambungnya, proses pilkel akan berlanjut sesuai tahapan berikutnya. Yakni pengundian nomor urut bagi calon perbekel. Kemudian masa kampanye yang lamanya tiga hari.

Jika sudah ada kepastian lagi dari pusat, tentunya proses akan dilanjutkan dengan tahapan pengundian nomor bagi calon perbekel serta masa kampanye selama tiga hari.

 

“Sejauh ini belum ada perubahan jadwal. Mudah-mudahan tidak ada perubahan. Sehingga bisa dilaksanakan sesuai jadwal yakni 31 Oktober 2021,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/