alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Kasus Rebutan Tanah, Hakim Konfrontir Penggugat dan Tergugat

DENPASAR, BALI EXPRESS-Perkara gugatan tanah antara Wayan Djingga Binatra melawan Andra Santosa Pangestu dilanjutkan dengan pemeriksaan setempat (PS), Senin (1/11) di obyek sengketa sekitar proyek pembangunan jembatan di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar. “Sidang pemeriksaan setempat ini kita gelar untuk memastikan ada tidaknya objek sengketa,” ujar majelis hakim pimpinan Wayan Sukranada.

Selama PS, hakim mengkonfrontir keterangan penggugat diwakili penasihat hukumnya, Herry Prasetiyo dkk dengan kuasa hukum tergugat Gede Arya Wijaya dkk. Di obyek sengketa sendiri tengah dalam penguasaan pihak ketiga yaitu kontraktor proyek pembangunan jembatan.

Herry menjelaskan, gugatan yang diajukan adalah untuk obyek tanah seluas 1.200 M2 yang berada tepat diantara proyek jembatan (sebelah barat) dan pembangunan mall  di Jalan Gatsu Timur Kelurahan Kesiman Petilan, Denpasar. Dijelaskan, awalnya pihak penggugat mengajukan sertipikat  kepemilikan tanah ke BPN Denpasar sejak tahun 1999 lengkap dengan persyaratan seperti sporadik penguasaan lahan, surat yuridis tentang tanah dan bukti surat lainnya. Namun dalam prosesnya terkendala dengan rekomendasi dari Dinas Pengairan Kota Denpasar. Nah, saat proses tersebut tiba-tiba pada tahun 2010 terbit sertipikat atas nama tergugat Andra Santosa.

“Kami sudah berproses mengajukan sertipikat sejak 1999. Tapi kok tiba-tiba ada orang yang sudah memiliki sertipikat di atas tanah kami. Kami juga ajukan BPN Denpasar sebagai pihak tergugat II,” terang Herry didampingi keluarga penggugat.

Pihak penggugat heran dengan keluarnya sertipikat dari BPN Denpasar atas nama Andra Santosa. Pasalnya untuk mendapatkan sertipikat itu juga harus mendapat rekomendasi dari Dinas Pengairan. “Tapi kok dengan mudahnya dia bisa mendapatkan rekomendasi itu dan diterbitkan sertipikat. Sementara kami yang sudah berpuluh tahun mengurus sampai sekarang tidak ada kejelasan,” lanjut Herry.

Dalam gugatannya, penggugat memohon kepada majelis hakim PN Denpasar untuk menyatakan tanah seluas 1.200 M2 dengan batas- batasnya adalah sah milik penggugat. “Menyatakan sertipikat hak nomor 6257 dan 6258 atas nama Andra Santosa tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum,” pungkas pengacara asal Surabaya, Jawa Timur ini. 


DENPASAR, BALI EXPRESS-Perkara gugatan tanah antara Wayan Djingga Binatra melawan Andra Santosa Pangestu dilanjutkan dengan pemeriksaan setempat (PS), Senin (1/11) di obyek sengketa sekitar proyek pembangunan jembatan di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar. “Sidang pemeriksaan setempat ini kita gelar untuk memastikan ada tidaknya objek sengketa,” ujar majelis hakim pimpinan Wayan Sukranada.

Selama PS, hakim mengkonfrontir keterangan penggugat diwakili penasihat hukumnya, Herry Prasetiyo dkk dengan kuasa hukum tergugat Gede Arya Wijaya dkk. Di obyek sengketa sendiri tengah dalam penguasaan pihak ketiga yaitu kontraktor proyek pembangunan jembatan.

Herry menjelaskan, gugatan yang diajukan adalah untuk obyek tanah seluas 1.200 M2 yang berada tepat diantara proyek jembatan (sebelah barat) dan pembangunan mall  di Jalan Gatsu Timur Kelurahan Kesiman Petilan, Denpasar. Dijelaskan, awalnya pihak penggugat mengajukan sertipikat  kepemilikan tanah ke BPN Denpasar sejak tahun 1999 lengkap dengan persyaratan seperti sporadik penguasaan lahan, surat yuridis tentang tanah dan bukti surat lainnya. Namun dalam prosesnya terkendala dengan rekomendasi dari Dinas Pengairan Kota Denpasar. Nah, saat proses tersebut tiba-tiba pada tahun 2010 terbit sertipikat atas nama tergugat Andra Santosa.

“Kami sudah berproses mengajukan sertipikat sejak 1999. Tapi kok tiba-tiba ada orang yang sudah memiliki sertipikat di atas tanah kami. Kami juga ajukan BPN Denpasar sebagai pihak tergugat II,” terang Herry didampingi keluarga penggugat.

Pihak penggugat heran dengan keluarnya sertipikat dari BPN Denpasar atas nama Andra Santosa. Pasalnya untuk mendapatkan sertipikat itu juga harus mendapat rekomendasi dari Dinas Pengairan. “Tapi kok dengan mudahnya dia bisa mendapatkan rekomendasi itu dan diterbitkan sertipikat. Sementara kami yang sudah berpuluh tahun mengurus sampai sekarang tidak ada kejelasan,” lanjut Herry.

Dalam gugatannya, penggugat memohon kepada majelis hakim PN Denpasar untuk menyatakan tanah seluas 1.200 M2 dengan batas- batasnya adalah sah milik penggugat. “Menyatakan sertipikat hak nomor 6257 dan 6258 atas nama Andra Santosa tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum,” pungkas pengacara asal Surabaya, Jawa Timur ini. 


Most Read

Artikel Terbaru

/