alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Pengusaha Diberi Kelonggaran, Syaratnya Bikin Satgas Covid 19 Internal

DENPASAR, BALI EXPRESS –  Penegakkan penerapan protokol kesehatan Covid 19 saat ini masing diawasi ketat oleh Satun Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama instansi terkait. Supaya tidak ketat saat petugas melakukan sidak saja, pelaku usaha saat ini diberikan kelonggaran.  Syaratnya membentuk tim satgas covid 19 di masing-masing.

Langkah itu diambil bentuk dari mengedukasi masyarakat, sehingga dengan dibentuknya satgas internal mereka memiliki rasa tanggungjawab bersama. Dipastikan mereka tidak akan ketat prokes ketika petugas datang saja, melainkan setiap saat karena satgas internal mereka bentuk sendiri. “Tetap menjadi imbauan kita untuk taati aturan prokes. Kita tekankan membentuk satgas di internal,” jelas Rai Darmadi, Senin (1/11).

Disinggung dengan tempat usaha yang melebihi kapasitas dari aturan, dia menerangkan di dalamnya harus dicek terlebih dahulu.  Kebanyakan kafe, restoran, hingga club malam kelihatan ramai dari luar karena parkirnya banyak, namun orangnya sedikit di dalam.

“Memang kalau sekarang buka tempat usaha,  sepertinya ramai dari luar, tapi isinya tidak sampai 100 persen. Biasanya masih jauh dari 70 persen dari kapasitas. Sebab sudah lama kita lihat sepi pengunjung, sekarang buka, kan kelihatan ramai,” ujarnya.

Hal itu juga dipengaruhi oleh beberapa usaha memberikan diskon. Maka Rai Darmadi berharap agar tidak adanya saling lapor oleh para pelaku usaha. “Pengamatan di lapangan agar tidak adanya saling lapor saja. Kenapa di sini rame dan di sana sepi. Namanya persaingan kan biasa itu,” katanya.

Jika ada tempat usaha yang  melanggar, pihaknya akan mengambil sikap yang tegas. Salah satunya pemberian sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha itu sendiri. “Kalau kedapatan melanggar prokes  tentu kita akan berikan sanksi. Sesuai tingkatan kesalahannya apa,” tegas pria yang juga sebagai Plt Kepala Kesbangpol Bali ini.


DENPASAR, BALI EXPRESS –  Penegakkan penerapan protokol kesehatan Covid 19 saat ini masing diawasi ketat oleh Satun Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama instansi terkait. Supaya tidak ketat saat petugas melakukan sidak saja, pelaku usaha saat ini diberikan kelonggaran.  Syaratnya membentuk tim satgas covid 19 di masing-masing.

Langkah itu diambil bentuk dari mengedukasi masyarakat, sehingga dengan dibentuknya satgas internal mereka memiliki rasa tanggungjawab bersama. Dipastikan mereka tidak akan ketat prokes ketika petugas datang saja, melainkan setiap saat karena satgas internal mereka bentuk sendiri. “Tetap menjadi imbauan kita untuk taati aturan prokes. Kita tekankan membentuk satgas di internal,” jelas Rai Darmadi, Senin (1/11).

Disinggung dengan tempat usaha yang melebihi kapasitas dari aturan, dia menerangkan di dalamnya harus dicek terlebih dahulu.  Kebanyakan kafe, restoran, hingga club malam kelihatan ramai dari luar karena parkirnya banyak, namun orangnya sedikit di dalam.

“Memang kalau sekarang buka tempat usaha,  sepertinya ramai dari luar, tapi isinya tidak sampai 100 persen. Biasanya masih jauh dari 70 persen dari kapasitas. Sebab sudah lama kita lihat sepi pengunjung, sekarang buka, kan kelihatan ramai,” ujarnya.

Hal itu juga dipengaruhi oleh beberapa usaha memberikan diskon. Maka Rai Darmadi berharap agar tidak adanya saling lapor oleh para pelaku usaha. “Pengamatan di lapangan agar tidak adanya saling lapor saja. Kenapa di sini rame dan di sana sepi. Namanya persaingan kan biasa itu,” katanya.

Jika ada tempat usaha yang  melanggar, pihaknya akan mengambil sikap yang tegas. Salah satunya pemberian sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha itu sendiri. “Kalau kedapatan melanggar prokes  tentu kita akan berikan sanksi. Sesuai tingkatan kesalahannya apa,” tegas pria yang juga sebagai Plt Kepala Kesbangpol Bali ini.


Most Read

Artikel Terbaru

/