alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Jelang Pilkada Serentak, Satgas Covid-19 Ingatkan Testing KPPS

JAKARTA, BALI EXPRESS – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk melakukan testing atau pemeriksaan kepada seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi agar pilkada yang sebentar lagi diselenggarakan pada 9 Desember 2020 berlangsung aman dan bebas dari risiko penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers yang disiarkan dari Media Center Satgas Covid-19, Selasa (1/12).

“Testing dan tracing juga harus dilakukan dalam rangka antisipasi pilkada serentak yang akan berlangsung sebentar lagi pada 9 Desember 2020,” ujar Prof Wiku dalam keterangannya.

Pihaknya meminta agar seluruh KPPS yang nanti bertugas di setiap TPS dipastikan sehat dan bebas dari Covid-19.

“Selain testing dan treatment (perawatan), tracing atau penelusuran kontak terdekat dengan mereka yang positif Covid-19 penting dilakukan,” jelasnya.

Dikatakan, tracing dilakukan untuk melacak kontak terdekat yang positif agar dapat ditemukan dan diperiksa. Jika hasilnya positif, maka mereka akan memperoleh treatment sehingga dapat segera sembuh.

“Semakin cepat tracing dilakukan, maka kesempatan sembuh juga semakin besar. Karena itu, siapapun, baik masyarakat biasa, maupun tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat, agar sepenuhnya mendukung upaya tracing yang dilakukan tenaga kesehatan,” tegasnya.

Di awal keterangannya, Prof Wiku juga menegaskan bahwa risiko penularan Covid-19 dapat menyerang siapa saja. Termasuk pimpinan daerah. Seperti yang terkonfirmasi pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan agar masyarakat secara disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

“Ini perlu menjadi perhatian siapapun, tidak terkecuali, dia pejabat atau anggota masyarakat biasa agar tetap, sekali lagi, jangan pernah lengah, karena masalah ini (penyebaran Covid-19) tetap masih berada di sekitar kita,” pungkasnya.


JAKARTA, BALI EXPRESS – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk melakukan testing atau pemeriksaan kepada seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi agar pilkada yang sebentar lagi diselenggarakan pada 9 Desember 2020 berlangsung aman dan bebas dari risiko penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers yang disiarkan dari Media Center Satgas Covid-19, Selasa (1/12).

“Testing dan tracing juga harus dilakukan dalam rangka antisipasi pilkada serentak yang akan berlangsung sebentar lagi pada 9 Desember 2020,” ujar Prof Wiku dalam keterangannya.

Pihaknya meminta agar seluruh KPPS yang nanti bertugas di setiap TPS dipastikan sehat dan bebas dari Covid-19.

“Selain testing dan treatment (perawatan), tracing atau penelusuran kontak terdekat dengan mereka yang positif Covid-19 penting dilakukan,” jelasnya.

Dikatakan, tracing dilakukan untuk melacak kontak terdekat yang positif agar dapat ditemukan dan diperiksa. Jika hasilnya positif, maka mereka akan memperoleh treatment sehingga dapat segera sembuh.

“Semakin cepat tracing dilakukan, maka kesempatan sembuh juga semakin besar. Karena itu, siapapun, baik masyarakat biasa, maupun tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat, agar sepenuhnya mendukung upaya tracing yang dilakukan tenaga kesehatan,” tegasnya.

Di awal keterangannya, Prof Wiku juga menegaskan bahwa risiko penularan Covid-19 dapat menyerang siapa saja. Termasuk pimpinan daerah. Seperti yang terkonfirmasi pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Karena itu, pihaknya kembali mengingatkan agar masyarakat secara disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

“Ini perlu menjadi perhatian siapapun, tidak terkecuali, dia pejabat atau anggota masyarakat biasa agar tetap, sekali lagi, jangan pernah lengah, karena masalah ini (penyebaran Covid-19) tetap masih berada di sekitar kita,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/