alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Kasus Covid Belum Reda, Satpol PP Gencarkan Operasi Prokes

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Penyebaran Covid-19 di Karangasem masih terjadi meski jumlahnya tak signifikan seperti sebelumnya. Terbukti, penambahan angka kasus masih terus dicatatkan Gugus Tugas Covid-19 Karangasem. Hingga Senin (30/11) sebanyak tiga kasus terjadi di Kecamatan Karangasem dan Manggis.

Gugus Tugas Covid-19 Karangasem masih berupaya agar penambahan kasus dapat ditekan meski belakangan masyarakat mulai jenuh menerapkan protokol kesehatan (prokes). Satpol PP Karangasem bersama tim gabungan terus gelar operasi pengawasan dan penegakan disiplin prokes.

Pemeriksaan dan pengawasan dilakukan merata di beberapa titik di delapan kecamatan. Namun sayang, jumlah pelanggar prokes mencapai puluhan orang setiap satu kali sidak per harinya. Seperti sidak di wilayah Candidasa, Kecamatan Karangasem dan Kecamatan Manggis, berhasil menjaring total 57 pelanggar. 

Tujuh orang di antaranya tidak memakai masker meski sudah dibawa. Padahal pemakaian masker sangat penting untuk pencegahan penularan korona. Mereka akhirnya dikenai sanksi penundaan layanan administrasi. Sementara itu 50 orang lainnya mendapat peringatan. Mereka notabene sudah memakai masker namun tidak dipakai dengan benar.

Kabid Penegakan UU Daerah Satpol PP Karangasem I Made Aditya Sugiharta menyebut, dari 57 pelanggar itu, 50 orang diberikan pemahaman agar selalu memakai masker dengan benar saat di luar rumah. Sementara tujuh orang lagi diberi sanksi penundaan pelayanan administrasi lantaran tidak memakai masker. “Sedangkan sanksi denda belum ada,” kata Aditya.

Diakui personel gabungan dalam bertugas selalu kedepankan pendekataan atau persuasif. Operasi pengawasaan prokes masih bertumpu pada Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati, tentang upaya menekan penyebaran Covid-19. Selama operasi digelar, petugas mencatat sekitar 2.000 orang pernah terjaring karena melanggar ketentuan dan imbauan pemerintah dalam memakai masker saat ke luar rumah.

Dia menegaskan, operasi ini akan terus digelar. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan prokes. Sebab hanya ini upaya yang bisa dilakukan untuk memutus transmisi Covid-19. Yakni wajib memakai masker, wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan wajib mencuci tangan dengan sabun. “Seperti saat ada warga memakai masker lusuh, kami berikan masker baru. Jadi sanksi tidak asal hantam saja,” tegasnya.

Sekretaris Gugus Tugas yang juga Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta menambahkan, pemakaian masker dan penerapan prokes lainnya sangat penting dilakukan sementara ini guna mencegah penularan korona.

Sedana Merta mengakui, masyarakat sudah mulai jenuh dengan kebiasaan baru tersebut. Terbukti, ada saja warga yang kedapatan tidak memakai masker di luar rumah kendati sudah diketahui tempat itu ramai dan berpotensi. Sedana Merta mengakak masyarakat untuk tetap waspada demi terwujudnya pemutusan rantai penularan.

“Memang saat ini warga sudah mulai kendor prokesnya. Makanya kami tetap optimalkan dengan lakukan sidak dan penertiban jika ada kerumunan. Sidak itu bukan dilihat dendanya. Tapi kami mengingatkan. Kesehatan itu penting meski kita merasa kuat, sehingga jumawa tidak akan tertular, tapi belum tentu bagi keluarga kita di rumah yang imunnya lemah,” tegasnya.


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Penyebaran Covid-19 di Karangasem masih terjadi meski jumlahnya tak signifikan seperti sebelumnya. Terbukti, penambahan angka kasus masih terus dicatatkan Gugus Tugas Covid-19 Karangasem. Hingga Senin (30/11) sebanyak tiga kasus terjadi di Kecamatan Karangasem dan Manggis.

Gugus Tugas Covid-19 Karangasem masih berupaya agar penambahan kasus dapat ditekan meski belakangan masyarakat mulai jenuh menerapkan protokol kesehatan (prokes). Satpol PP Karangasem bersama tim gabungan terus gelar operasi pengawasan dan penegakan disiplin prokes.

Pemeriksaan dan pengawasan dilakukan merata di beberapa titik di delapan kecamatan. Namun sayang, jumlah pelanggar prokes mencapai puluhan orang setiap satu kali sidak per harinya. Seperti sidak di wilayah Candidasa, Kecamatan Karangasem dan Kecamatan Manggis, berhasil menjaring total 57 pelanggar. 

Tujuh orang di antaranya tidak memakai masker meski sudah dibawa. Padahal pemakaian masker sangat penting untuk pencegahan penularan korona. Mereka akhirnya dikenai sanksi penundaan layanan administrasi. Sementara itu 50 orang lainnya mendapat peringatan. Mereka notabene sudah memakai masker namun tidak dipakai dengan benar.

Kabid Penegakan UU Daerah Satpol PP Karangasem I Made Aditya Sugiharta menyebut, dari 57 pelanggar itu, 50 orang diberikan pemahaman agar selalu memakai masker dengan benar saat di luar rumah. Sementara tujuh orang lagi diberi sanksi penundaan pelayanan administrasi lantaran tidak memakai masker. “Sedangkan sanksi denda belum ada,” kata Aditya.

Diakui personel gabungan dalam bertugas selalu kedepankan pendekataan atau persuasif. Operasi pengawasaan prokes masih bertumpu pada Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati, tentang upaya menekan penyebaran Covid-19. Selama operasi digelar, petugas mencatat sekitar 2.000 orang pernah terjaring karena melanggar ketentuan dan imbauan pemerintah dalam memakai masker saat ke luar rumah.

Dia menegaskan, operasi ini akan terus digelar. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan prokes. Sebab hanya ini upaya yang bisa dilakukan untuk memutus transmisi Covid-19. Yakni wajib memakai masker, wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan wajib mencuci tangan dengan sabun. “Seperti saat ada warga memakai masker lusuh, kami berikan masker baru. Jadi sanksi tidak asal hantam saja,” tegasnya.

Sekretaris Gugus Tugas yang juga Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta menambahkan, pemakaian masker dan penerapan prokes lainnya sangat penting dilakukan sementara ini guna mencegah penularan korona.

Sedana Merta mengakui, masyarakat sudah mulai jenuh dengan kebiasaan baru tersebut. Terbukti, ada saja warga yang kedapatan tidak memakai masker di luar rumah kendati sudah diketahui tempat itu ramai dan berpotensi. Sedana Merta mengakak masyarakat untuk tetap waspada demi terwujudnya pemutusan rantai penularan.

“Memang saat ini warga sudah mulai kendor prokesnya. Makanya kami tetap optimalkan dengan lakukan sidak dan penertiban jika ada kerumunan. Sidak itu bukan dilihat dendanya. Tapi kami mengingatkan. Kesehatan itu penting meski kita merasa kuat, sehingga jumawa tidak akan tertular, tapi belum tentu bagi keluarga kita di rumah yang imunnya lemah,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/