alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, January 26, 2022

Antisipasi Dampak La Nina, Masyarakat Waspada, BPBD Tetap Siaga 247

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menyikapi cuaca ekrim yang terjadi di Buleleng menginstruksikan semua pihak terkait penanganan bencana di Kabupaten Buleleng untuk sigap membantu masyarakat dalam mengantisipasi dampak La Nina. Masyarakat pun diharapkan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan akan potensi dampak bencana. Kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan akan ada peningkatan curah hujan akibat fenomena alam La Nina. Diperkirakan, curah hujan akan meningkat 20 hingga 70 persen pada November hingga Desember 2021 dan Januari hingga Februari 2022. Demikian, diharapkan semua pihak untuk berwaspada dan melakukan langkah antisipasi

Dengan topografi “nyegara gunung”, kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung, angin kencang, banjir, tanah longsor dan banjir bandang. Semuanya harus sigap dan waspada. Langkah-langkah kesiapsiagaan dan antisipasi potensi dampak La Nina di Kabupaten Buleleng yang diharapkan dilakukan pihak-pihak terkait diantaranya memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air sehingga siap untuk mengantisipasi curah hujan tinggi, pemangkasan dahan maupun ranting pohon yang rapuh.

Kapolres Buleleng AKBP Adrian ditemui usai memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Antisipasi Potensi Dampak La Nina menyebutkan persiapan sarana dan prasarana telah siap. Personil gabungan dalam antisipasi dampak La Nina diharapkan siap merespon laporan masyarakat. “Kami siap secara sarana prasarana, material, dan personil, semuanya siap. Nanti pelaksanaannya apabila ada laporan dari masyarakat respon dari personil kami harapkan cepat dan tanggap,” ungkap Andrian. 

Baca Juga :  Antisipasi Masuknya Sekte Berbahaya, Desa Adat Harus Diperkokoh

 

Sementara itu,  Kalakhar BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, Rabu (17/11) menerangkan, Tim Reaksi Cepat yang dibentuk BPBD Buleleng pada kondisi saat ini selalu disiagakan dalam waktu 24 jam selama 7 hari. Personil yang disiagakan setiap kali pergantian kurang lebih 8 personil. “Ada 26 orang. Dibagi menjadi 3 regu. Jadi masing-masing yang disiagakan secara bergiliran adalah 8 orang. Tim ini akan dikerahkan langsung dengan melakukan assement kelapangan yang akan mendata kodisi kejadian di lokasi, baik itu jumlah korban jiwa, kerugian harta benta atau yang lainnya. Mereka siaga 247,” ujar Ariadi.

Penanganan bencana yang terjadi di Buleleng tidak serta merta akan ditangani sendiri oleh BPBD. Tim BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas PUTR Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng. “Kami selalu bersinergi untuk penanganan bencana. Terkait dengan laporan jika terjadi bencana, masyarakat, perbekel setempat ataupun camat bisa langsung menghubungi nomor telepon BPBD 0362 23022 atau layanan BPBD 247 yaitu 08113892247,” terang Mantan Camat Gerokgak ini. 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menyikapi cuaca ekrim yang terjadi di Buleleng menginstruksikan semua pihak terkait penanganan bencana di Kabupaten Buleleng untuk sigap membantu masyarakat dalam mengantisipasi dampak La Nina. Masyarakat pun diharapkan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan akan potensi dampak bencana. Kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan akan ada peningkatan curah hujan akibat fenomena alam La Nina. Diperkirakan, curah hujan akan meningkat 20 hingga 70 persen pada November hingga Desember 2021 dan Januari hingga Februari 2022. Demikian, diharapkan semua pihak untuk berwaspada dan melakukan langkah antisipasi

Dengan topografi “nyegara gunung”, kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung, angin kencang, banjir, tanah longsor dan banjir bandang. Semuanya harus sigap dan waspada. Langkah-langkah kesiapsiagaan dan antisipasi potensi dampak La Nina di Kabupaten Buleleng yang diharapkan dilakukan pihak-pihak terkait diantaranya memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air sehingga siap untuk mengantisipasi curah hujan tinggi, pemangkasan dahan maupun ranting pohon yang rapuh.

Kapolres Buleleng AKBP Adrian ditemui usai memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Antisipasi Potensi Dampak La Nina menyebutkan persiapan sarana dan prasarana telah siap. Personil gabungan dalam antisipasi dampak La Nina diharapkan siap merespon laporan masyarakat. “Kami siap secara sarana prasarana, material, dan personil, semuanya siap. Nanti pelaksanaannya apabila ada laporan dari masyarakat respon dari personil kami harapkan cepat dan tanggap,” ungkap Andrian. 

Baca Juga :  Antisipasi Trek-trekan, Tim Serigala Sisir Jalur Selatan

 

Sementara itu,  Kalakhar BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, Rabu (17/11) menerangkan, Tim Reaksi Cepat yang dibentuk BPBD Buleleng pada kondisi saat ini selalu disiagakan dalam waktu 24 jam selama 7 hari. Personil yang disiagakan setiap kali pergantian kurang lebih 8 personil. “Ada 26 orang. Dibagi menjadi 3 regu. Jadi masing-masing yang disiagakan secara bergiliran adalah 8 orang. Tim ini akan dikerahkan langsung dengan melakukan assement kelapangan yang akan mendata kodisi kejadian di lokasi, baik itu jumlah korban jiwa, kerugian harta benta atau yang lainnya. Mereka siaga 247,” ujar Ariadi.

Penanganan bencana yang terjadi di Buleleng tidak serta merta akan ditangani sendiri oleh BPBD. Tim BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas PUTR Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng. “Kami selalu bersinergi untuk penanganan bencana. Terkait dengan laporan jika terjadi bencana, masyarakat, perbekel setempat ataupun camat bisa langsung menghubungi nomor telepon BPBD 0362 23022 atau layanan BPBD 247 yaitu 08113892247,” terang Mantan Camat Gerokgak ini. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru