alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Puspa Aman, Wujudkan Ketahanan Pangan Ditengah Pandemi Covid-19

GIANYAR, BALI EXPRESS – Puspa Aman (Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman) Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, dan Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar resmi diluncurkan, Selasa (30/11) oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi, Kepala Dinas Ketahan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) I Gusti Ayu Dewi Hariani, Kepala Dinas Pertanian I Made Raka serta Camat Tegallalang Ni Wayan Trisna Handayani dan Camat Payangan I Wayan Widana. Acara peluncuran Puspa Aman tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

 

Menurut Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kabupaten Gianyar mempunyai program yang bersinergi antara TPS3R, Puspa Aman dan Hatinya PKK, dimana Puspa Aman akan mendukung hatinya PKK, yaitu bagaimana masyarakat memanfaatkan halaman pekarangan rumahnya dengan ditanami tanaman yang bermanfaat bagi keluarga, serta semua tanaman yang ditanam diberikan pupuk organik dari TPS3R. “Sehingga betul-betul organik, tidak ada bahan kimianya,” tegasnya.

 

Sebagai contoh, Desa Pupuan sudah ditetapkan sebagai desa wisata, sehingga sebagai desa wisata tentu alam yang ada di Desa Pupuan sangat mendukung. Ditambah lagi dengan adanya Puspa Aman, sehingga desa wisata yang ada akan dapat dijadikan suatu destinasi wisata tour, dimana Puspa Aman akan menjadi pendukung paket desa wisata tersebut.

 

Selain dijadikan pendukung destinasi desa wisata, Puspa Aman juga bertujuan sebagai edukasi kepada masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan, seperti cabai, terong, sayur-sayuran dan lainnya yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat dengan aman. “Dengan menjaga ketahanan pangan, tentu diharapkan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir,” imbuhnnya.

 

Di Kabupaten Gianyar sendiri, Puspa Aman sudah ada di 33 desa, tentunya perkembangannya akan mengikuti apa yang terjadi di desa, seperti di Desa Pupuan akan dibuka resto, maka apa yang dihasilkan Puspa Aman akan dimanfaatkan di resto sehingga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Jadi agar pandemi Covid-19 tidak menjadikan masyarakat kita hanya berdiam diri, lewat Puspa Aman kita wujudkan ketahanan pangan ditengah pandemi,” sambungnya.

 

Ia pun berharap untuk desa dan TP. PKK desa agar tetap melanjutkan program-program yang sudah dilaksanakan, seperti sekarang bukan hanya saat puspa aman saja mereka hadir ditengah-tengah masyarakat tapi setiap saat. Terutama di rumah tangga karena dalam 10 program pokok PKK yang ada pada program pokja III sandang, pangan dan tata laksana rumah tangga yang merupakan program unggulan dari Aku Hatinya PKK.

 

Sementara itu, Kepala Desa Pupuan I Wayan Sumatra mengatakan dirinya sangat mendukung program-program yang ada di kabupaten, salah satunya bertujuan untuk mensinergikan ketahan pangan melalui puspa aman dan didukung dengan petani yang ada. Dimana pembibitan yang ada akan didistribusikan kepada kader PKK agar dapat ditaman di halaman rumahnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias maupun dapat mengkonsumsinya. Kedepannya puspa aman yang ada akan dikembangkan dengan desa wisata yang ada di desa pupuan dengan alam yang asri serta tanpa harus merusak lingkungan.

 

“Di Desa Pupuan mempunyai 21 potensi yang dapat dikembangkan, diantaranya mulai dari waterfall, cagar budaya, wisata alam, seni ukir perak dan kayu serta wisata sejarahnya. Dimana tinggal digali dan kembangkan dengan tradisi dan kearifan lokalnya,” paparnya.

 

Dirinya berharap kedepannya supaya puspa aman dapat berkelanjuatan dan berkembang sampai ke pelosok, menjaga ketahanan pangan sehingga kita tidak perlu membeli bibit lagi. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Puspa Aman (Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman) Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, dan Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar resmi diluncurkan, Selasa (30/11) oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi, Kepala Dinas Ketahan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) I Gusti Ayu Dewi Hariani, Kepala Dinas Pertanian I Made Raka serta Camat Tegallalang Ni Wayan Trisna Handayani dan Camat Payangan I Wayan Widana. Acara peluncuran Puspa Aman tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

 

Menurut Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kabupaten Gianyar mempunyai program yang bersinergi antara TPS3R, Puspa Aman dan Hatinya PKK, dimana Puspa Aman akan mendukung hatinya PKK, yaitu bagaimana masyarakat memanfaatkan halaman pekarangan rumahnya dengan ditanami tanaman yang bermanfaat bagi keluarga, serta semua tanaman yang ditanam diberikan pupuk organik dari TPS3R. “Sehingga betul-betul organik, tidak ada bahan kimianya,” tegasnya.

 

Sebagai contoh, Desa Pupuan sudah ditetapkan sebagai desa wisata, sehingga sebagai desa wisata tentu alam yang ada di Desa Pupuan sangat mendukung. Ditambah lagi dengan adanya Puspa Aman, sehingga desa wisata yang ada akan dapat dijadikan suatu destinasi wisata tour, dimana Puspa Aman akan menjadi pendukung paket desa wisata tersebut.

 

Selain dijadikan pendukung destinasi desa wisata, Puspa Aman juga bertujuan sebagai edukasi kepada masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan, seperti cabai, terong, sayur-sayuran dan lainnya yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat dengan aman. “Dengan menjaga ketahanan pangan, tentu diharapkan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir,” imbuhnnya.

 

Di Kabupaten Gianyar sendiri, Puspa Aman sudah ada di 33 desa, tentunya perkembangannya akan mengikuti apa yang terjadi di desa, seperti di Desa Pupuan akan dibuka resto, maka apa yang dihasilkan Puspa Aman akan dimanfaatkan di resto sehingga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Jadi agar pandemi Covid-19 tidak menjadikan masyarakat kita hanya berdiam diri, lewat Puspa Aman kita wujudkan ketahanan pangan ditengah pandemi,” sambungnya.

 

Ia pun berharap untuk desa dan TP. PKK desa agar tetap melanjutkan program-program yang sudah dilaksanakan, seperti sekarang bukan hanya saat puspa aman saja mereka hadir ditengah-tengah masyarakat tapi setiap saat. Terutama di rumah tangga karena dalam 10 program pokok PKK yang ada pada program pokja III sandang, pangan dan tata laksana rumah tangga yang merupakan program unggulan dari Aku Hatinya PKK.

 

Sementara itu, Kepala Desa Pupuan I Wayan Sumatra mengatakan dirinya sangat mendukung program-program yang ada di kabupaten, salah satunya bertujuan untuk mensinergikan ketahan pangan melalui puspa aman dan didukung dengan petani yang ada. Dimana pembibitan yang ada akan didistribusikan kepada kader PKK agar dapat ditaman di halaman rumahnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias maupun dapat mengkonsumsinya. Kedepannya puspa aman yang ada akan dikembangkan dengan desa wisata yang ada di desa pupuan dengan alam yang asri serta tanpa harus merusak lingkungan.

 

“Di Desa Pupuan mempunyai 21 potensi yang dapat dikembangkan, diantaranya mulai dari waterfall, cagar budaya, wisata alam, seni ukir perak dan kayu serta wisata sejarahnya. Dimana tinggal digali dan kembangkan dengan tradisi dan kearifan lokalnya,” paparnya.

 

Dirinya berharap kedepannya supaya puspa aman dapat berkelanjuatan dan berkembang sampai ke pelosok, menjaga ketahanan pangan sehingga kita tidak perlu membeli bibit lagi. 


Most Read

Artikel Terbaru

/