alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Sekolah Disediakan Panggung Pentas Seni di Alun-Alun Bangli

BANGLI, BALI EXPRESS- Siswa di Kabupaten Bangli kini mempunyai tempat untuk menyalurkan kreativitas seni dan budaya. Hal itu seiring dengan program Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli yang menyediakan panggung pentas di Alun-Alun Bangli.

Panggung itu bisa dimanfaatkan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMA sederajat, termasuk perguruan tinggi di Bangli juga diharapkan memanfaatkan panggung tersebut. Program itu pun telah diluncurkan oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Senin (31/1) malam. Peluncurannya dimeriahkan pentas seni oleh sejumlah siswa dan lainnya.

Kepala Disdikpora Bangli I Komang Pariartha mengatakan, panggung itu disediakan setiap Sabtu. Tujuannya untuk memberikan ruang generasi muda Bangli menunjukkan bakatnya dalam bidang seni dan budaya, mengingat alun-alun selalu ramai pada akhir pekan, baik itu yang olahraga maupun sekadar jalan-jalan. Dinas setempat akan membuatkan jadwal masing-masing sekolah yang siswa maupun gurunya ingin unjuk kebolehan di alun-alun.

Anak-anak PAUD, TK, SD dan SMP diberikan waktu mulai pukul 16.00 sampai pukul 18.00. Sedangkan siswa tingkat SMA dan perguruan tinggi boleh dari pukul 18.00 hingga pukul 21.00. Untuk Sabtu kapan bisa pentas, akan diatur oleh Disdikpora. “Yang dulu tampil di kelas, sekarang belajar di depan umum. Latihan tampil,” terangya.

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak wajib, tetapi diharapkan semua sekolah ikut berpartisipasi. Sekalian mengajak siswanya jalan-jalan, sambil pentas untuk melatih mental di panggung, termasuk ajang Disdikpora melihat potensi siswa, sebab tidak menutup kemungkinan ada bakat terpendam. “Nanti akan ada pengawas sekolah yang memantau,” terangnya.

Dalam pentas nanti, masing-masing sekolah tidak perlu sibuk menyiapkan sesuatu yang mewah, maupun peralatan yang lengkap. Misalnya seni tari, tidak perlu susah payah mencari gong, harus mepayas dengan pakaian lengkap. Kecuali memang fasilitas tersebut ada di sekolahnya. Sebab, dinas menggagas program ini tidak menyediakan anggaran untuk siswa yang pentas.  “Kami dari dinas hanya menyediakan panggung dan sound sistem. Kalau sekolah punya peralatan lebih lengkap silahkan,” jelasnya.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan, pentas seni dan budaya yang digagas oleh Disdikpora itu sebagai upaya mewadahi kreativitas generasi muda dalam menyalurkan ide dan gagasan dalam bidang seni, budaya dan olahraga, terutama dunia pendidikan. “Saya berharap alun-alun ini menjadi pusat pengembangan kreasi dan kreativitas baru bagi masyarakat berbagai umur khususnya generasi milenial kita,” kata Sedana Arta  saat meluncurkan program itu.


BANGLI, BALI EXPRESS- Siswa di Kabupaten Bangli kini mempunyai tempat untuk menyalurkan kreativitas seni dan budaya. Hal itu seiring dengan program Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli yang menyediakan panggung pentas di Alun-Alun Bangli.

Panggung itu bisa dimanfaatkan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMA sederajat, termasuk perguruan tinggi di Bangli juga diharapkan memanfaatkan panggung tersebut. Program itu pun telah diluncurkan oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Senin (31/1) malam. Peluncurannya dimeriahkan pentas seni oleh sejumlah siswa dan lainnya.

Kepala Disdikpora Bangli I Komang Pariartha mengatakan, panggung itu disediakan setiap Sabtu. Tujuannya untuk memberikan ruang generasi muda Bangli menunjukkan bakatnya dalam bidang seni dan budaya, mengingat alun-alun selalu ramai pada akhir pekan, baik itu yang olahraga maupun sekadar jalan-jalan. Dinas setempat akan membuatkan jadwal masing-masing sekolah yang siswa maupun gurunya ingin unjuk kebolehan di alun-alun.

Anak-anak PAUD, TK, SD dan SMP diberikan waktu mulai pukul 16.00 sampai pukul 18.00. Sedangkan siswa tingkat SMA dan perguruan tinggi boleh dari pukul 18.00 hingga pukul 21.00. Untuk Sabtu kapan bisa pentas, akan diatur oleh Disdikpora. “Yang dulu tampil di kelas, sekarang belajar di depan umum. Latihan tampil,” terangya.

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak wajib, tetapi diharapkan semua sekolah ikut berpartisipasi. Sekalian mengajak siswanya jalan-jalan, sambil pentas untuk melatih mental di panggung, termasuk ajang Disdikpora melihat potensi siswa, sebab tidak menutup kemungkinan ada bakat terpendam. “Nanti akan ada pengawas sekolah yang memantau,” terangnya.

Dalam pentas nanti, masing-masing sekolah tidak perlu sibuk menyiapkan sesuatu yang mewah, maupun peralatan yang lengkap. Misalnya seni tari, tidak perlu susah payah mencari gong, harus mepayas dengan pakaian lengkap. Kecuali memang fasilitas tersebut ada di sekolahnya. Sebab, dinas menggagas program ini tidak menyediakan anggaran untuk siswa yang pentas.  “Kami dari dinas hanya menyediakan panggung dan sound sistem. Kalau sekolah punya peralatan lebih lengkap silahkan,” jelasnya.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan, pentas seni dan budaya yang digagas oleh Disdikpora itu sebagai upaya mewadahi kreativitas generasi muda dalam menyalurkan ide dan gagasan dalam bidang seni, budaya dan olahraga, terutama dunia pendidikan. “Saya berharap alun-alun ini menjadi pusat pengembangan kreasi dan kreativitas baru bagi masyarakat berbagai umur khususnya generasi milenial kita,” kata Sedana Arta  saat meluncurkan program itu.


Most Read

Artikel Terbaru

/