alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Waspada Klaster Sekolah, Dua SMP di Klungkung Hentikan PTM Sementara

SEMARAPURA, BALI EXPRESS – Kasus penyebaran Covid-19 di Klungkung makin menjadi. Belakangan kasus penularannya berimbas ke proses pembelajaran di sekolah. Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Semarapura, dan SMP Negeri 3 Dawan, Klungkung yang ditutup selama lima hari.

Penutupan dilakukan setelah diketahui puluhan siswa positif Covid-19 yang merupakan akumulasi dari kasus beberapa hari sebelumnya. Melihat jumlah kasus semakin meningkat, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung memutuskan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) sementara selama lima hari di dua SMP.

Kepala Disdikpora Klungkung I Ketut Sujana menjelaskan, untuk penutupan SMPN 2 Semarapura dimulai Rabu (2/2) kemarin setelah 13 siswa kelas IX positif Covid-19. Mulanya, hanya satu siswa asal salah satu desa di Kecamatan Klungkung yang terkonfirmasi positif dan merupakan klaster keluarga.

Kemudian, dilakukan tracing dan testing terhadap puluhan siswa yang kontak erat. Hasil tes 12 siswa dinyatakan positif Covid-19 sehingga terakumulasi 13 kasus. “Ini hasil tracing kontak erat satu siswa yang sebelumnya dinyatakan positif klaster keluarga. Atas arahan Satgas Covid-19, sekolah tutup selama lima hari,” kata Sujana, saat dikonfirmasi, Rabu (2/2).






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

SEMARAPURA, BALI EXPRESS – Kasus penyebaran Covid-19 di Klungkung makin menjadi. Belakangan kasus penularannya berimbas ke proses pembelajaran di sekolah. Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Semarapura, dan SMP Negeri 3 Dawan, Klungkung yang ditutup selama lima hari.

Penutupan dilakukan setelah diketahui puluhan siswa positif Covid-19 yang merupakan akumulasi dari kasus beberapa hari sebelumnya. Melihat jumlah kasus semakin meningkat, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung memutuskan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) sementara selama lima hari di dua SMP.

Kepala Disdikpora Klungkung I Ketut Sujana menjelaskan, untuk penutupan SMPN 2 Semarapura dimulai Rabu (2/2) kemarin setelah 13 siswa kelas IX positif Covid-19. Mulanya, hanya satu siswa asal salah satu desa di Kecamatan Klungkung yang terkonfirmasi positif dan merupakan klaster keluarga.

Kemudian, dilakukan tracing dan testing terhadap puluhan siswa yang kontak erat. Hasil tes 12 siswa dinyatakan positif Covid-19 sehingga terakumulasi 13 kasus. “Ini hasil tracing kontak erat satu siswa yang sebelumnya dinyatakan positif klaster keluarga. Atas arahan Satgas Covid-19, sekolah tutup selama lima hari,” kata Sujana, saat dikonfirmasi, Rabu (2/2).






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/