alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Kebut Kasus PMI, Kejari Gianyar Tunggu Hasil Audit Kerugian dari BPKP

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar telah memeriksa 20 orang saksi terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah ditubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gianyar. Dan saat ini Kejari Gianyar tengah menunggu hasil audit kerugian dari BPKP Propinsi Bali.

 

Kasi Intel Kejari Gianyar, Gede Ancana, mengatakan bahwa pihaknya akan menghadiri ekspose di BPKP Provinsi Bali pada Rabu esok. “Terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana PMI Gianyar kita sudah memeriksa sejumlah saksi, dan Rabu esok kami akan menghadiri ekspose di BPKP Propinsi Bali,” tegasnya Selasa (2/3).

 

Ditambahkannya bahwa setelah Kejari Gianyar memeriksa sejumlah saksi, pihaknya kemudian mengajukan surat kepada BPKP Propinsi Bali untuk menghitung kerugian dalam kasus ini. Dan atas surat permohonan tersebut, maka Kejari Gianyar, Rabu (3/3) diundang untuk mengetahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan dari kejadian tersebut. “Nah dari hasil ekspose itu baru akan kita ketahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan,” lanjutnya.

 

Dan apabila total kerugian telah diketahui maka baru lah pihaknya akan melangkah ke proses hukum selanjutnya. Sehingga saat ini ia menegaskan jika belum ada saksi yang statusnya ditingkatkan menjadi tersangka.

 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kejari Gianyar kini tengah melakukan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah di PMI Gianyar. 

 

PMI Gianyar sendiri secara rutin mendapat dana hibah dari Pemerintah Gianyar setiap tahun. Jumlah hibah yang digelontor pemerintah nilainyapun bervariasi.  Bantuan hibah tahun 2017 mendapat hibah Rp 1,2 Miliar. Kemudian di anggaran induk tahun 2018, mendapat Rp 1,2 Miliar. Ditambah di anggaran perubahan 2018 sebesar Rp 790 juta. Kemudian pada tahun 2019 kembali memperoleh Rp 1,2 Miliar.

 

Namun dari perhitungan sementara Kejari Gianyar kerugian dari penyalahgunaan dana PMI Gianyar ini mencapai Rp. 500 Juta. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar telah memeriksa 20 orang saksi terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah ditubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gianyar. Dan saat ini Kejari Gianyar tengah menunggu hasil audit kerugian dari BPKP Propinsi Bali.

 

Kasi Intel Kejari Gianyar, Gede Ancana, mengatakan bahwa pihaknya akan menghadiri ekspose di BPKP Provinsi Bali pada Rabu esok. “Terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana PMI Gianyar kita sudah memeriksa sejumlah saksi, dan Rabu esok kami akan menghadiri ekspose di BPKP Propinsi Bali,” tegasnya Selasa (2/3).

 

Ditambahkannya bahwa setelah Kejari Gianyar memeriksa sejumlah saksi, pihaknya kemudian mengajukan surat kepada BPKP Propinsi Bali untuk menghitung kerugian dalam kasus ini. Dan atas surat permohonan tersebut, maka Kejari Gianyar, Rabu (3/3) diundang untuk mengetahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan dari kejadian tersebut. “Nah dari hasil ekspose itu baru akan kita ketahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan,” lanjutnya.

 

Dan apabila total kerugian telah diketahui maka baru lah pihaknya akan melangkah ke proses hukum selanjutnya. Sehingga saat ini ia menegaskan jika belum ada saksi yang statusnya ditingkatkan menjadi tersangka.

 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kejari Gianyar kini tengah melakukan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah di PMI Gianyar. 

 

PMI Gianyar sendiri secara rutin mendapat dana hibah dari Pemerintah Gianyar setiap tahun. Jumlah hibah yang digelontor pemerintah nilainyapun bervariasi.  Bantuan hibah tahun 2017 mendapat hibah Rp 1,2 Miliar. Kemudian di anggaran induk tahun 2018, mendapat Rp 1,2 Miliar. Ditambah di anggaran perubahan 2018 sebesar Rp 790 juta. Kemudian pada tahun 2019 kembali memperoleh Rp 1,2 Miliar.

 

Namun dari perhitungan sementara Kejari Gianyar kerugian dari penyalahgunaan dana PMI Gianyar ini mencapai Rp. 500 Juta. 


Most Read

Artikel Terbaru

/