alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Urgent Perbaikan, SD 2 Sempidi Diperkirakan Butuh Rp 500 Juta

MANGUPURA, BALI EXPRESS-Kerusakan gedung di Sekolah Dasar (SD) Nomor 2 Sempidi, ditindaklanjuti oleh Pemkab Badung. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) setempat, Senin (1/3) meninjau ke lokasi. 

Kabid  Gedung dan Sarana Disdikpora Badung, Putu Roby Widya Harsana, turun sekaligus melakukan pendataan. Tak hanya kerugian yang diakibatkan bencana alam tersebut, melainkan anggaran yang kira-kira diperlukan untuk perbaikan.

“Sudah kami cek langsung tadi. Ada dua ruangan yang plafonnya hancur, termasuk juga beberapa kursi dan meja siswa,” ungkapnya.

Dikatakan Roby, satu ruangan yang luasnya kurang lebih 5 x 8 meter itu, semua atap dan plafonnya rusak, sehingga harus dibongkar. Kerangka plafon dan atap berbahan baja ringan yang sudah bengkok juga tak bisa digunakan. “Rusak parah atapnya,” katanya.

Berdasarkan kalkulasi sementara, perbaikan gedung yang tertimpa pohon itu, membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 juta. Anggaran diperlukan untuk membangun atap dan juga plafon. Termasuk pembersihan pada ruangan, pengecatan, hingga perbaikan instalasi listrik. “Intinya sampai finishing,” jelasnya.

Terkait perbaikan, nantinya diharapkan menggunakan anggaran dari BPBD Badung. Sebab kerusakan merupakan dampak bencana alam. “Kalau kita disarankan untuk memperbaiki, kita ajukan RAB sekitar Rp 500 juta. Lantaran sudah dilakukan pendataan juga dengan tim kami,” katanya.

Roby menegaskan, kebutuhan perbaikan sangat mendesak guna menghindari bertambahnya kerusakan. “Ini kerusakan berat dan termasuk urgent, meski kini jarang digunakan oleh siswa. Kalau tidak cepat, kami khawatir nanti pintu maupun yang lain cepat rusak juga,” tandas Roby.

Seperti diketahui, atap SD 2 Sempidi rusak parah akibat tertimpa dahan pohon saat hujan deras, Minggu siang (28/2). Genteng hingga plafonnya jebol lantaran tertimpa dahan yang cukup besar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 


MANGUPURA, BALI EXPRESS-Kerusakan gedung di Sekolah Dasar (SD) Nomor 2 Sempidi, ditindaklanjuti oleh Pemkab Badung. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) setempat, Senin (1/3) meninjau ke lokasi. 

Kabid  Gedung dan Sarana Disdikpora Badung, Putu Roby Widya Harsana, turun sekaligus melakukan pendataan. Tak hanya kerugian yang diakibatkan bencana alam tersebut, melainkan anggaran yang kira-kira diperlukan untuk perbaikan.

“Sudah kami cek langsung tadi. Ada dua ruangan yang plafonnya hancur, termasuk juga beberapa kursi dan meja siswa,” ungkapnya.

Dikatakan Roby, satu ruangan yang luasnya kurang lebih 5 x 8 meter itu, semua atap dan plafonnya rusak, sehingga harus dibongkar. Kerangka plafon dan atap berbahan baja ringan yang sudah bengkok juga tak bisa digunakan. “Rusak parah atapnya,” katanya.

Berdasarkan kalkulasi sementara, perbaikan gedung yang tertimpa pohon itu, membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 juta. Anggaran diperlukan untuk membangun atap dan juga plafon. Termasuk pembersihan pada ruangan, pengecatan, hingga perbaikan instalasi listrik. “Intinya sampai finishing,” jelasnya.

Terkait perbaikan, nantinya diharapkan menggunakan anggaran dari BPBD Badung. Sebab kerusakan merupakan dampak bencana alam. “Kalau kita disarankan untuk memperbaiki, kita ajukan RAB sekitar Rp 500 juta. Lantaran sudah dilakukan pendataan juga dengan tim kami,” katanya.

Roby menegaskan, kebutuhan perbaikan sangat mendesak guna menghindari bertambahnya kerusakan. “Ini kerusakan berat dan termasuk urgent, meski kini jarang digunakan oleh siswa. Kalau tidak cepat, kami khawatir nanti pintu maupun yang lain cepat rusak juga,” tandas Roby.

Seperti diketahui, atap SD 2 Sempidi rusak parah akibat tertimpa dahan pohon saat hujan deras, Minggu siang (28/2). Genteng hingga plafonnya jebol lantaran tertimpa dahan yang cukup besar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 


Most Read

Artikel Terbaru

/