alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dikabulkan, Jerinx Pindah ‘Rumah’ dari Salemba ke LP Kerobokan

DENPASAR, BALI EXPRESS- I Gede Aryastina alias Jerinx pindah ‘rumah’ dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba, Jakarta ke LP Kelas II Kerobokan Basung, Badung. Musisi Superman Is Dead (SID) tersebut akan menjalani sisa masa penahanannya atas putusan 1 tahun penjara dan denda Rp 25 juta terkait kasus pengancaman terhadap Adam Deni Gearaka di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Proses pemindahan tersebut didampingi oleh Penasihat Hukum Jerinx, I Wayan Gendo Suardana yang hadir di LP Kerobokan untuk memastikan proses administrasi Jerinx dari Rutan Salemba ke LP Kerobokan yang diurus oleh Jaksa Penuntut Umum Gede Eka Hariana.

Gendo pada wartawan, Sabtu (2/4) menerangkan sebelumnya kuasa hukum Jerinx sudah bersurat ke Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat per 1 Maret 2022, agar pelaksanaan putusan pengadilan tersebut dapat dilakukan dengan menempatkan Jerinx di LP Kerobokan Bali.

Permohonan tersebut ditanggapi oleh Kepala kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dan pada Jumat, 1 April 2022, Jerinx sudah dipindahkan dari Jakarta ke Bali.

“Alasan Jerinx agar dapat menjalani hukumannya di LP Kerobokan karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi ibu terdakwa tinggal, ” ujar Gendo.
Apalagi ibu Jerinx, sambung Gendo, saat ini sudah tua dan sakit-sakitan.

Terlebih dengan adanya pandemi, maka Ibu Jerinx dapat mengunjunginya dengan mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar. “Itulah yang menjadi alasan Jerinx agar dapat menjalani masa hukumannya di LP Kerobokan”, tegas Gendo.

Lebih jauh, Gendo menerangkan Jerinx kurang lebih menjalani masa tahanan selama 8 (delapan) bulan di LP Kerobokan, apabila tidak mengajukan asimilasi atau cuti bersyarat.

Jika Jerinx mengajukan asimilasi atau cuti bersyarat, maka Jerinx tinggal menjalani masa tahanan selama 3 – 4 bulan. “Jika mengajukan dan mendapatkan cuti bersyarat, kira-kira JRX bebas sekitar bulan Juli atau Agustus 2022, ” terang Gendo.

Terkait pengajuan asimilasi atau cuti bersyarat, tim hukum masih berkoordinasi dengan Jerinx, apakah kliennya akan menggunakan hak tersebut atau tidak. Sedangkan denda Rp 25 Juta sudah dibayar oleh Jerinx melalui Tim Advokat Gendo Law Office Jakarta.

“Denda sudah dibayar tuntas di Kejari Jakarta Pusat, sehingga Jerinx saat ini tinggal menjalani masa penahanan pidana pokoknya saja,” tutup Gendo.

 






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS- I Gede Aryastina alias Jerinx pindah ‘rumah’ dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba, Jakarta ke LP Kelas II Kerobokan Basung, Badung. Musisi Superman Is Dead (SID) tersebut akan menjalani sisa masa penahanannya atas putusan 1 tahun penjara dan denda Rp 25 juta terkait kasus pengancaman terhadap Adam Deni Gearaka di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Proses pemindahan tersebut didampingi oleh Penasihat Hukum Jerinx, I Wayan Gendo Suardana yang hadir di LP Kerobokan untuk memastikan proses administrasi Jerinx dari Rutan Salemba ke LP Kerobokan yang diurus oleh Jaksa Penuntut Umum Gede Eka Hariana.

Gendo pada wartawan, Sabtu (2/4) menerangkan sebelumnya kuasa hukum Jerinx sudah bersurat ke Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat per 1 Maret 2022, agar pelaksanaan putusan pengadilan tersebut dapat dilakukan dengan menempatkan Jerinx di LP Kerobokan Bali.

Permohonan tersebut ditanggapi oleh Kepala kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dan pada Jumat, 1 April 2022, Jerinx sudah dipindahkan dari Jakarta ke Bali.

“Alasan Jerinx agar dapat menjalani hukumannya di LP Kerobokan karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi ibu terdakwa tinggal, ” ujar Gendo.
Apalagi ibu Jerinx, sambung Gendo, saat ini sudah tua dan sakit-sakitan.

Terlebih dengan adanya pandemi, maka Ibu Jerinx dapat mengunjunginya dengan mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar. “Itulah yang menjadi alasan Jerinx agar dapat menjalani masa hukumannya di LP Kerobokan”, tegas Gendo.

Lebih jauh, Gendo menerangkan Jerinx kurang lebih menjalani masa tahanan selama 8 (delapan) bulan di LP Kerobokan, apabila tidak mengajukan asimilasi atau cuti bersyarat.

Jika Jerinx mengajukan asimilasi atau cuti bersyarat, maka Jerinx tinggal menjalani masa tahanan selama 3 – 4 bulan. “Jika mengajukan dan mendapatkan cuti bersyarat, kira-kira JRX bebas sekitar bulan Juli atau Agustus 2022, ” terang Gendo.

Terkait pengajuan asimilasi atau cuti bersyarat, tim hukum masih berkoordinasi dengan Jerinx, apakah kliennya akan menggunakan hak tersebut atau tidak. Sedangkan denda Rp 25 Juta sudah dibayar oleh Jerinx melalui Tim Advokat Gendo Law Office Jakarta.

“Denda sudah dibayar tuntas di Kejari Jakarta Pusat, sehingga Jerinx saat ini tinggal menjalani masa penahanan pidana pokoknya saja,” tutup Gendo.

 






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/