alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Tak Direspon Jokowi, Konsep Perkereta-apian Masuk Draf Revisi RTRW

BALI EXPRESS, DENPASAR – Konsep perkereta-apian yang ingin dikembangkan Gubernur Bali Wayan Koster rupanya akan masuk dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Bali 2019-2029. Hanya saja, sejauh ini konsep tersebut belum mendapatkan respon dari Presiden Joko Widodo saat Koster diundang ke Istana Merdeka beberapa waktu lalu.

 

Kendati begitu, Ketua Pansus Revisi RTRW DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, mengungkapkan bahwa dirinya sependapat dengan rencana Gubernur Koster menerapkan konsep perkeretaapian di Bali.

 

Dalam pandangannya, penerapan moda transportasi ini setidaknya akan membantu mengurai sejumlah persoalan yang melanda Bali sejauh ini. Salah satunya yang paling dominan yakni kemacetan.

 

“Kalau tidak dipikirkan dari sekarang, persoalan kemacetan di Bali pasti akan semakin parah,” ujar Kariyasa Adnyana, Kamis  (2/5).

 

Di samping itu, sambung dia, penerapan kereta api sebagai salah satu moda transportasi di Bali juga untuk mengurai persoalan persoalan populasi penduduk. Sejauh ini, populasi di Bali menumpuk pada dua wilayah. Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

 

“Alih fungsi lahan di Sarbagita cukup tinggi (sekarang ini). Dengan adanya moda transportasi yang cepat, persoalan ini bisa direm. Bisa saja yang tinggal di daerah penyangga. Ya sepanjang ditunjang transportasi yang lancar,” sebutnya.

 

Di sisi lain, lanjut Kariyasa, kebutuhan RTH atau ruang terbuka hijau bagi kota-kota modern seperti Denpasar juga sangat diperlukan saat ini. Terlebih Bali merupakan destinasi wisata internasional.

 

“Persoalan lingkungan tentunya harus mendapatkan perhatian lebih. Polusi salah satunya. Tentu harus disesuaikan juga kereta api model apa yang bisa dikembangkan di Bali. Teknologi kan sudah maju,” sebutnya.

 

Menurutnya, sejumlah kota besar di Indonesia sudah melirik kereta api sebagai salah satu sarana transportasi. Dia menyebut MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) sebagai contohnya.

 

“Tapi yang penting, kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum perlu digugah juga. Itu sebabnya saya setuju konsep perkeretaapin diterapkan di Bali. Dan, konsep ini juga dimuat dalam RTRW (yang sedang direvisi),” pungkasnya.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Konsep perkereta-apian yang ingin dikembangkan Gubernur Bali Wayan Koster rupanya akan masuk dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Bali 2019-2029. Hanya saja, sejauh ini konsep tersebut belum mendapatkan respon dari Presiden Joko Widodo saat Koster diundang ke Istana Merdeka beberapa waktu lalu.

 

Kendati begitu, Ketua Pansus Revisi RTRW DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, mengungkapkan bahwa dirinya sependapat dengan rencana Gubernur Koster menerapkan konsep perkeretaapian di Bali.

 

Dalam pandangannya, penerapan moda transportasi ini setidaknya akan membantu mengurai sejumlah persoalan yang melanda Bali sejauh ini. Salah satunya yang paling dominan yakni kemacetan.

 

“Kalau tidak dipikirkan dari sekarang, persoalan kemacetan di Bali pasti akan semakin parah,” ujar Kariyasa Adnyana, Kamis  (2/5).

 

Di samping itu, sambung dia, penerapan kereta api sebagai salah satu moda transportasi di Bali juga untuk mengurai persoalan persoalan populasi penduduk. Sejauh ini, populasi di Bali menumpuk pada dua wilayah. Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

 

“Alih fungsi lahan di Sarbagita cukup tinggi (sekarang ini). Dengan adanya moda transportasi yang cepat, persoalan ini bisa direm. Bisa saja yang tinggal di daerah penyangga. Ya sepanjang ditunjang transportasi yang lancar,” sebutnya.

 

Di sisi lain, lanjut Kariyasa, kebutuhan RTH atau ruang terbuka hijau bagi kota-kota modern seperti Denpasar juga sangat diperlukan saat ini. Terlebih Bali merupakan destinasi wisata internasional.

 

“Persoalan lingkungan tentunya harus mendapatkan perhatian lebih. Polusi salah satunya. Tentu harus disesuaikan juga kereta api model apa yang bisa dikembangkan di Bali. Teknologi kan sudah maju,” sebutnya.

 

Menurutnya, sejumlah kota besar di Indonesia sudah melirik kereta api sebagai salah satu sarana transportasi. Dia menyebut MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) sebagai contohnya.

 

“Tapi yang penting, kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum perlu digugah juga. Itu sebabnya saya setuju konsep perkeretaapin diterapkan di Bali. Dan, konsep ini juga dimuat dalam RTRW (yang sedang direvisi),” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/