alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Komisi IV Temui Beberapa Masalah Saat Monitoring RSUD Karangasem

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Komisi IV DPRD Karangasem datangi RSUD Karangasem Selasa (31/5). Kedatangannya kali ini bertujuan untuk  melakukan monitoring pelayanan petugas kepada pasien. Namun, dalam kunjungannya tersebut, didapati beberapa kendala yang terjadi, diantaranya ketimpangan pemberian jasa pelayanan (jaspel) antar petugas.

Kegiatan monitoring dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Karangasem I Nyoman Rena, beserta beberapa anggota Komisi IV lainnya. Rombongan langsung menyasar IGD untuk  menanyakan pelayanan terhadap pasien.

Dari aduan yang diterima, menurut pasien pelayanan sudah cukup bagus. “Kita tanya ke pasien, bukan petugas. Pasien mengatakan pelayanan di RSUD cukup bagus, sudah bagus. Saya lihat kebersihannya sudah bagus,” ujar Rena.

Selanjutnya, Rena mengaku ada kesenjangan pemberian jaspel yang terjadi antara petugas IGD dengan petugas yang lainnya. Baginya, ketimpangan tersebut harus diperhatikan, karena petugas di IGD juga merupakan garda terdepan dalam melakukan penanganan, terlebih saat pandemi Covid-19.

“Jaspel antara petugas IGD dengan petugs lainnya itu ada kesenjangan. Dan kita tahu di IGD itu garda terdepan, apalagi pada masa pandemi, dia itu menjadi garda depan. Harusnya ini lebih diperhatikan nanti terkait kesenjangan jaspel,” lanjut Rena.

Tak cukup sampai disitu, ketika mendatangi kamar jenazah, para anggota dewan yang didampingi Kabag TU RSUD Karangasem, I Noman Sudiatmika kembali menemui kendala. Disana terdapat dua freezer, akan tetapi satu sudah mati, sedangkan satu lagi dalam kondisi sudah rawan rusak.

Menurut Rena, kendala ini merupakan permasalahan lama, karena saat ia melakukan monitoring sebelumnya, ketika itu masih dipimpin direktur lama, pihaknya juga menemui kendala serupa di ruang jenazah itu.

“Ini menjadi masukan nanti ke pemerintah, misalnya RSUD menganggarkan itu, karena besar nilainya, mungkin kita masukkan usulan ke pemerintah, di APBD nanti,” imbuh politisi asal Desa Pempatan, Rendang itu.

Selain itu, pihaknya juga menemukan permasalahan pada portal. Dibandingkannya dengan portal RSUD lain sudah menggunakan portal elektrik, sedangkan di RSUD Karangasem masih ada yang tidak membayar parkir.

Di samping itu, pihaknya juga melihat ada tumpukan barang-barang medis yang sudah tidak digunakan lagi, seperti kasur, dan barang lainnya. “Kalau disini saya lihat, ada orang masuk, kalau dibayar ya diterima, kalau tidak ya tidak masalah. Itu kan sumber pendapatan juga tiket masuknya, nanti tolong diperhatikan itu,” tegasnya.

Sementara Kabag TU RSUD Karangasem, I Nyoman Sudiatmika ketika disinggung terkait tumpukan barang-barang seperti Kasur dan lain-lain, Sudiatmika mengaku belum ada penghapusan barang-barang. Rencananya, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan bagian aset. Kemudian akan diajukan ke Pemerintah Daerah (pemda). Namun sebelum diajukan ke Pemda, lebih dulu dilakukan penilaian. “Pasti kita akan follow up apa yang disampaikan tadi oleh Komisi IV,” terangnya. (dir)

 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Komisi IV DPRD Karangasem datangi RSUD Karangasem Selasa (31/5). Kedatangannya kali ini bertujuan untuk  melakukan monitoring pelayanan petugas kepada pasien. Namun, dalam kunjungannya tersebut, didapati beberapa kendala yang terjadi, diantaranya ketimpangan pemberian jasa pelayanan (jaspel) antar petugas.

Kegiatan monitoring dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Karangasem I Nyoman Rena, beserta beberapa anggota Komisi IV lainnya. Rombongan langsung menyasar IGD untuk  menanyakan pelayanan terhadap pasien.

Dari aduan yang diterima, menurut pasien pelayanan sudah cukup bagus. “Kita tanya ke pasien, bukan petugas. Pasien mengatakan pelayanan di RSUD cukup bagus, sudah bagus. Saya lihat kebersihannya sudah bagus,” ujar Rena.

Selanjutnya, Rena mengaku ada kesenjangan pemberian jaspel yang terjadi antara petugas IGD dengan petugas yang lainnya. Baginya, ketimpangan tersebut harus diperhatikan, karena petugas di IGD juga merupakan garda terdepan dalam melakukan penanganan, terlebih saat pandemi Covid-19.

“Jaspel antara petugas IGD dengan petugs lainnya itu ada kesenjangan. Dan kita tahu di IGD itu garda terdepan, apalagi pada masa pandemi, dia itu menjadi garda depan. Harusnya ini lebih diperhatikan nanti terkait kesenjangan jaspel,” lanjut Rena.

Tak cukup sampai disitu, ketika mendatangi kamar jenazah, para anggota dewan yang didampingi Kabag TU RSUD Karangasem, I Noman Sudiatmika kembali menemui kendala. Disana terdapat dua freezer, akan tetapi satu sudah mati, sedangkan satu lagi dalam kondisi sudah rawan rusak.

Menurut Rena, kendala ini merupakan permasalahan lama, karena saat ia melakukan monitoring sebelumnya, ketika itu masih dipimpin direktur lama, pihaknya juga menemui kendala serupa di ruang jenazah itu.

“Ini menjadi masukan nanti ke pemerintah, misalnya RSUD menganggarkan itu, karena besar nilainya, mungkin kita masukkan usulan ke pemerintah, di APBD nanti,” imbuh politisi asal Desa Pempatan, Rendang itu.

Selain itu, pihaknya juga menemukan permasalahan pada portal. Dibandingkannya dengan portal RSUD lain sudah menggunakan portal elektrik, sedangkan di RSUD Karangasem masih ada yang tidak membayar parkir.

Di samping itu, pihaknya juga melihat ada tumpukan barang-barang medis yang sudah tidak digunakan lagi, seperti kasur, dan barang lainnya. “Kalau disini saya lihat, ada orang masuk, kalau dibayar ya diterima, kalau tidak ya tidak masalah. Itu kan sumber pendapatan juga tiket masuknya, nanti tolong diperhatikan itu,” tegasnya.

Sementara Kabag TU RSUD Karangasem, I Nyoman Sudiatmika ketika disinggung terkait tumpukan barang-barang seperti Kasur dan lain-lain, Sudiatmika mengaku belum ada penghapusan barang-barang. Rencananya, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan bagian aset. Kemudian akan diajukan ke Pemerintah Daerah (pemda). Namun sebelum diajukan ke Pemda, lebih dulu dilakukan penilaian. “Pasti kita akan follow up apa yang disampaikan tadi oleh Komisi IV,” terangnya. (dir)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/