alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Cegah Penyebaran Covid-19, Desa Kaliakah Karantina Banjar

NEGARA, BALI EXPRESS – Menyikapi melonjaknya kasus transmisi lokal didesa Kaliakah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana memilih opsi pemberlakuan karantina banjar. Opsi ini guna mencegah makin meluasnya penyebaran virus dari klaster pulang kampung seorang warga asal Denpasar beberapa waktu lalu.

Sebelumnya enam  kasus sudah  terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Desa Berangbang dan Kaliakah. Penambahan ini berasal dari seorang warga berdomisili Denpasar yang sempat pulang kampung ke Desa Kaliakah.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha ,mengatakan, kebijakan karantina banjar ini merupakan satu dari dua opsi yang akhirnya disepakati GTPP bersama warga desa setempat. Kebijakan ini juga sudah disosialisasikan GTPP bersama jajaran perangkat desa dari dua kali rapat sebelumnya.

“Karantina banjar akan dimulai Jumat (3/6) di Banjar Munduk, Desa Kaliakah. Hari pertama karantina juga langsung dilaksanakan rapid test tahap pertama,” ujar Arisantha, seusai rapat teknis penetapan karantina banjar bertempat di Kantor Camat Negara, Kamis sore (2/7).

Rapat teknis membahas kesiapan karantina ini dipimpin Asisten II Pemkab Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya. Turut hadir dalam rapat,  Asisten III, I Ketut Kariadi Erawan, Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta, Perbekel Berangbang I Gusti Putu Supradnya, unsur TNI/Polri  serta perangkat desa serta kelian setempat.

Dalam sosialisasi melalui rapat sebelumnya, ada dua opsi yang dimunculkan guna mencegah makin meluasnya penyebaran virus di Desa Kaliakah. Yang pertama akan melaksankan rapid test massal guna screening awal. Opsi kedua melaksankan karantina banjar disertai  rapid test massal.

“Berdasarkan rapat itu, perangkat desa, adat maupun tokoh menyepakati dilaksanakan karantina banjar. Mekanismenya nanti selama 14 hari kedepan warga akan berdiam diri di rumah dan pelarangan keluar maupun masuk banjar. Bagi yang rapid tesnya reaktif segera akan dilaksankan swab untuk dapat dipisahkan dan diberikan tindakan lanjutan,” papar Arisantha.

Selain pelaksanaan rapid test yang dilaksanakan  dimasing-masing tempek, juga akan diambil test swab untuk beberapa warga. Test swab dilaksankan bagi keluarga dekat, mengingat ada lagi penambahan kasus positif baru di Banjar Munduk. “Nah sisanya warga yang lain kami golongkan kontak jauh, akan diambil rapid test. Sudah disiapkan alat rapid test sebanyak 2.000 buah. Sedangkan petugasnya, selain dari dinas kesehatan sendiri, juga diperbantukan petugas dari perwakilan masing-masing Puskesmas, mengingat warga yang diambil cukup banyak,“ kata Arisantha.

Terkait pelaksanaan karantina banjar ini , Bupati Jembrana I Putu Artha selaku Ketua GTPP Covid-19 Jembrana, dalam arahannya melalui Asistenn II, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, mengatakan, opsi karantina banjar ini dipilih sebagai solusi terbaik menyelamatkan warga dari penularan dan penyebaran virus. Mengingat begitu cepatnya virus dapat menyebar, sehingga tidak hanya melindungi warga satu desa saja, tapi warga lain, khususnya di Kabupaten Jembrana.

Bupati Artha juga memerintahkan seluruh jajaran GTPP bersma jajaran Satgas Gotong Royong melakukan langkah-langkah terbaik mencegah penularan virus. “Dengan adanya karantina nanti, tentu ada sejumlah pembatasan aktivitas warga. Kami harapkan mereka lebih banyak diam di rumah. Nah, untuk kebutuhan logistik akan dipenuhi oleh pihak gugus tugas dalam bentuk bantuan sembako, diantarkan petugas ke rumah masing-masing,” terangnya.

Artha juga berharap, seluruh warga Jembrana melihat kasus di Banjar Munduk ini sebagai cerminan untuk meningkatkan kewaspadaan menangani penyebaran Covid-19. “Saya berharap kita semua bisa belajar dari kasus ini. Bagaimana kewaspadaan, kedisiplinan untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan, tidak boleh lengah dan kendor. Mengingat pandemi ini belum selesai,“ tegasnya.

Sementara itu, Asisten II, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, mengatakan, dari data yang disampaikan jumlah warga di Banjar  Munduk sebanyak 990 orang atau 289 KK.  Ia berharap dengan dilaksankannya karantina banjar, nanti semua pihak saling bahu membahu menyelesaikan masa karantina. Untuk pemenuhan logistik, selain dibantu pihak gugus tugas, ia juga membuka apabila ada donatur atau warga ingin membantu warga Banjar Munduk.

Ditambahkannya, Pemkab Jembrana melalui gugus tugas dibantu jajaran Polres Jembrana bersama Kodim 1617, juga siap mensupport hingga seluruh tahapan karantina selesai. “Tentu akan selalu mensupoort warga kami di Banjar Munduk dalam proses karantina. Pemerintah siap memfasilitasi untuk selalu hadir dan memberikan bantuan disesuaikan dengan kemampuan daerah,“ ujarnya.

Sementara I Made Bagiarta usai rapat teknis menyatakan siap melakukan sosialisasi kepada warga terkait pelaksanaan karantina banjar. Menurutnya opsi karantina banjar itu juga lahir dari kesepakatan warganya, guna mencegah meluasnya  penyebaran virus, khususnya di Banjar Munduk.

Bagiarta meakukan sosialisasi secara manual melalui kelian, dibantu jajaran gugus , agar warga paham bagaimana mekanisme karantina banjar ini. “Termasuk nanti upaya pengawasan, mengingat akses jalan dan keluar banjar, tidak ditutup, hanya ada pengawasan. Kami berupaya semaksimal mungkin hingga karantina ini sukses dan perlu dukungan semua pihak mengingat karantina ini termasuk hal yang baru bagi warga Desa Kaliakah,“ terangnya.

Di sisi lain, perkembangan jumlah kasus positif di Jembrana, hari ini kembali terjadi penambahan kasus. Dalam sehari ada penambahan enam orang , sehingga jumlah total menjadi 41 dari semula 35 kasus positif. Enam kasus baru itu, tiga orang dari Banjar Munduk dan masih ada hubungan saudara dengan pasien positif sebelumnya.

Sedangkan tiga orang lainnya berasal dari Desa Yeh Embang Kauh Mendoyo, Desa Yeh Sumbul serta Desa Dangin Tukadaya. “Tiga kasus baru di luar Banjar Munduk merupakan screening petugas, baik di Puskesmas maupun RSU Negara. Pihaknya sedang melakukan pelacakan terkait jejak kontak guna mencegah perluasan penyebaran,“ pungkas Arisantha. 


NEGARA, BALI EXPRESS – Menyikapi melonjaknya kasus transmisi lokal didesa Kaliakah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana memilih opsi pemberlakuan karantina banjar. Opsi ini guna mencegah makin meluasnya penyebaran virus dari klaster pulang kampung seorang warga asal Denpasar beberapa waktu lalu.

Sebelumnya enam  kasus sudah  terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Desa Berangbang dan Kaliakah. Penambahan ini berasal dari seorang warga berdomisili Denpasar yang sempat pulang kampung ke Desa Kaliakah.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha ,mengatakan, kebijakan karantina banjar ini merupakan satu dari dua opsi yang akhirnya disepakati GTPP bersama warga desa setempat. Kebijakan ini juga sudah disosialisasikan GTPP bersama jajaran perangkat desa dari dua kali rapat sebelumnya.

“Karantina banjar akan dimulai Jumat (3/6) di Banjar Munduk, Desa Kaliakah. Hari pertama karantina juga langsung dilaksanakan rapid test tahap pertama,” ujar Arisantha, seusai rapat teknis penetapan karantina banjar bertempat di Kantor Camat Negara, Kamis sore (2/7).

Rapat teknis membahas kesiapan karantina ini dipimpin Asisten II Pemkab Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya. Turut hadir dalam rapat,  Asisten III, I Ketut Kariadi Erawan, Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta, Perbekel Berangbang I Gusti Putu Supradnya, unsur TNI/Polri  serta perangkat desa serta kelian setempat.

Dalam sosialisasi melalui rapat sebelumnya, ada dua opsi yang dimunculkan guna mencegah makin meluasnya penyebaran virus di Desa Kaliakah. Yang pertama akan melaksankan rapid test massal guna screening awal. Opsi kedua melaksankan karantina banjar disertai  rapid test massal.

“Berdasarkan rapat itu, perangkat desa, adat maupun tokoh menyepakati dilaksanakan karantina banjar. Mekanismenya nanti selama 14 hari kedepan warga akan berdiam diri di rumah dan pelarangan keluar maupun masuk banjar. Bagi yang rapid tesnya reaktif segera akan dilaksankan swab untuk dapat dipisahkan dan diberikan tindakan lanjutan,” papar Arisantha.

Selain pelaksanaan rapid test yang dilaksanakan  dimasing-masing tempek, juga akan diambil test swab untuk beberapa warga. Test swab dilaksankan bagi keluarga dekat, mengingat ada lagi penambahan kasus positif baru di Banjar Munduk. “Nah sisanya warga yang lain kami golongkan kontak jauh, akan diambil rapid test. Sudah disiapkan alat rapid test sebanyak 2.000 buah. Sedangkan petugasnya, selain dari dinas kesehatan sendiri, juga diperbantukan petugas dari perwakilan masing-masing Puskesmas, mengingat warga yang diambil cukup banyak,“ kata Arisantha.

Terkait pelaksanaan karantina banjar ini , Bupati Jembrana I Putu Artha selaku Ketua GTPP Covid-19 Jembrana, dalam arahannya melalui Asistenn II, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, mengatakan, opsi karantina banjar ini dipilih sebagai solusi terbaik menyelamatkan warga dari penularan dan penyebaran virus. Mengingat begitu cepatnya virus dapat menyebar, sehingga tidak hanya melindungi warga satu desa saja, tapi warga lain, khususnya di Kabupaten Jembrana.

Bupati Artha juga memerintahkan seluruh jajaran GTPP bersma jajaran Satgas Gotong Royong melakukan langkah-langkah terbaik mencegah penularan virus. “Dengan adanya karantina nanti, tentu ada sejumlah pembatasan aktivitas warga. Kami harapkan mereka lebih banyak diam di rumah. Nah, untuk kebutuhan logistik akan dipenuhi oleh pihak gugus tugas dalam bentuk bantuan sembako, diantarkan petugas ke rumah masing-masing,” terangnya.

Artha juga berharap, seluruh warga Jembrana melihat kasus di Banjar Munduk ini sebagai cerminan untuk meningkatkan kewaspadaan menangani penyebaran Covid-19. “Saya berharap kita semua bisa belajar dari kasus ini. Bagaimana kewaspadaan, kedisiplinan untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan, tidak boleh lengah dan kendor. Mengingat pandemi ini belum selesai,“ tegasnya.

Sementara itu, Asisten II, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, mengatakan, dari data yang disampaikan jumlah warga di Banjar  Munduk sebanyak 990 orang atau 289 KK.  Ia berharap dengan dilaksankannya karantina banjar, nanti semua pihak saling bahu membahu menyelesaikan masa karantina. Untuk pemenuhan logistik, selain dibantu pihak gugus tugas, ia juga membuka apabila ada donatur atau warga ingin membantu warga Banjar Munduk.

Ditambahkannya, Pemkab Jembrana melalui gugus tugas dibantu jajaran Polres Jembrana bersama Kodim 1617, juga siap mensupport hingga seluruh tahapan karantina selesai. “Tentu akan selalu mensupoort warga kami di Banjar Munduk dalam proses karantina. Pemerintah siap memfasilitasi untuk selalu hadir dan memberikan bantuan disesuaikan dengan kemampuan daerah,“ ujarnya.

Sementara I Made Bagiarta usai rapat teknis menyatakan siap melakukan sosialisasi kepada warga terkait pelaksanaan karantina banjar. Menurutnya opsi karantina banjar itu juga lahir dari kesepakatan warganya, guna mencegah meluasnya  penyebaran virus, khususnya di Banjar Munduk.

Bagiarta meakukan sosialisasi secara manual melalui kelian, dibantu jajaran gugus , agar warga paham bagaimana mekanisme karantina banjar ini. “Termasuk nanti upaya pengawasan, mengingat akses jalan dan keluar banjar, tidak ditutup, hanya ada pengawasan. Kami berupaya semaksimal mungkin hingga karantina ini sukses dan perlu dukungan semua pihak mengingat karantina ini termasuk hal yang baru bagi warga Desa Kaliakah,“ terangnya.

Di sisi lain, perkembangan jumlah kasus positif di Jembrana, hari ini kembali terjadi penambahan kasus. Dalam sehari ada penambahan enam orang , sehingga jumlah total menjadi 41 dari semula 35 kasus positif. Enam kasus baru itu, tiga orang dari Banjar Munduk dan masih ada hubungan saudara dengan pasien positif sebelumnya.

Sedangkan tiga orang lainnya berasal dari Desa Yeh Embang Kauh Mendoyo, Desa Yeh Sumbul serta Desa Dangin Tukadaya. “Tiga kasus baru di luar Banjar Munduk merupakan screening petugas, baik di Puskesmas maupun RSU Negara. Pihaknya sedang melakukan pelacakan terkait jejak kontak guna mencegah perluasan penyebaran,“ pungkas Arisantha. 


Most Read

Artikel Terbaru

/