alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

PPKM Darurat, Bangli Toleransi Upacara yang Telanjur Persiapan

BANGLI, BALI EXPRESS- Kabupaten Bangli menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 pada 3-20 Juli 2021. Selama itu, sejumlah kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dibatasi, bahkan ada yang tidak diizinkan.

Namun demikian, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyatakan bahwa masih memberikan toleransi bagi masyarakat Bangli untuk melaksanakan kegiatan upacara adat dan agama yang sudah telanjur mulai atau sudah persiapan dan memang tidak bisa ditunda. Misalnya upacara ngaben, nyekah, mapandes, ngenteg linggih dan lainnya.

Kegiatan itu bisa dilakukan dengan catatan mengikuti protokol kesehatan (prokes). Salah satu satunya menghindari terjadinya kerumunan. Sedana Arta menyebutkan belakangan banyak krama Bangli menggelar upacara seperti itu. “Dengan kesepakatan yang sudah dibuat, tentu yang pertama harus prokes dipatuhi dengan sangat ketat, maksimal 30 orang,” tegas Sedana Arta usai rapat persiapan PPKM Darurat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli, PHDI dan pihak terkait lainnya, Jumat (2/7).

Selain memberikan toleransi upacara yang tahapannya telanjur sudah berjalan, Sedana Arta juga menegaskan bahwa selama PPKM Darurat tidak akan menghadiri undangan masyarakat, baik itu Manusia Yadnya, Dewa Yadnya dan lainnya. Keputusan itu mengacu masukan dalam rapat. Pertimbangannya, apabila mengundang bupati atau wakil, maka masyarakat akan melakukan persiapan, tentu melibatkan sejumlah orang. “Jadi kami putuskan tidak akan menghadiri,” tegas Sedana Arta didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar.

Selain keputusan itu, Sedana Arta memastikan, kegiatan PPKM Darurat di Kabupaten Bangli sama dengan daerah lainnya di Bali, yakni mengacu Surat Edaran Gubernur Bali Nomor  09 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Jawa dan Bali. Sedana Arta berharap semua pihak mengikuti PPKM Darurat sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Disinggung terkait Covid-19 di Gumi Sejuk, bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini menegaskan, Bangli sebenarnya masuk zona orange. Tidak terjadi lonjakan kasus yang signifikan. Tetapi karena sudah merupakan keputusan pemerintah pusat bahwa Bangli harus melaksanakan PPKM Darurat, maka harus diikuti. “Sebenarana (Bangli) tidak zona merah, tetapi karena sudah keputusan Kemendagri, tentu kriteria di sana lebih tahu,” terang Sedana Arta.


BANGLI, BALI EXPRESS- Kabupaten Bangli menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 pada 3-20 Juli 2021. Selama itu, sejumlah kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dibatasi, bahkan ada yang tidak diizinkan.

Namun demikian, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyatakan bahwa masih memberikan toleransi bagi masyarakat Bangli untuk melaksanakan kegiatan upacara adat dan agama yang sudah telanjur mulai atau sudah persiapan dan memang tidak bisa ditunda. Misalnya upacara ngaben, nyekah, mapandes, ngenteg linggih dan lainnya.

Kegiatan itu bisa dilakukan dengan catatan mengikuti protokol kesehatan (prokes). Salah satu satunya menghindari terjadinya kerumunan. Sedana Arta menyebutkan belakangan banyak krama Bangli menggelar upacara seperti itu. “Dengan kesepakatan yang sudah dibuat, tentu yang pertama harus prokes dipatuhi dengan sangat ketat, maksimal 30 orang,” tegas Sedana Arta usai rapat persiapan PPKM Darurat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Majelis Desa Adat Kabupaten Bangli, PHDI dan pihak terkait lainnya, Jumat (2/7).

Selain memberikan toleransi upacara yang tahapannya telanjur sudah berjalan, Sedana Arta juga menegaskan bahwa selama PPKM Darurat tidak akan menghadiri undangan masyarakat, baik itu Manusia Yadnya, Dewa Yadnya dan lainnya. Keputusan itu mengacu masukan dalam rapat. Pertimbangannya, apabila mengundang bupati atau wakil, maka masyarakat akan melakukan persiapan, tentu melibatkan sejumlah orang. “Jadi kami putuskan tidak akan menghadiri,” tegas Sedana Arta didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar.

Selain keputusan itu, Sedana Arta memastikan, kegiatan PPKM Darurat di Kabupaten Bangli sama dengan daerah lainnya di Bali, yakni mengacu Surat Edaran Gubernur Bali Nomor  09 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Jawa dan Bali. Sedana Arta berharap semua pihak mengikuti PPKM Darurat sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Disinggung terkait Covid-19 di Gumi Sejuk, bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini menegaskan, Bangli sebenarnya masuk zona orange. Tidak terjadi lonjakan kasus yang signifikan. Tetapi karena sudah merupakan keputusan pemerintah pusat bahwa Bangli harus melaksanakan PPKM Darurat, maka harus diikuti. “Sebenarana (Bangli) tidak zona merah, tetapi karena sudah keputusan Kemendagri, tentu kriteria di sana lebih tahu,” terang Sedana Arta.


Most Read

Artikel Terbaru

/