alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pindah Domisili, 407 Pemilih Masih Terdaftar di Kedisan

BANGLI, BALI EXPRESS –  Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pilkada Bangli melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih mulai 15 Juli. Berbagai persoalan ditemui dalam melakukan tugasnya. Salah satunya, pemilih yang sudah pindah domisili masih terdaftar sebagai pemilih di daerah asal.

Hal tersebut terjadi di beberapa desa. Sejauh ini paling banyak ditemukan di Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani. Sekitar 407 warga Kedisan sudah pindah domisili, namun masih tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Mereka masih tercatat sebagai pemilih di Kedisan.  Padahal datanya sudah dihapus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli. “Di Disdukcapil sudah dilakukan penghapusan,” ungkap Komisioner KPU Bangli Ni Putu Anom Januwintari, Minggu (2/8).

Baca Juga :  Penyebab Kebakaran Atap Discovery Mall Kuta Diduga Akibat Puntung Rokok

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdukcapil, Januwintari mengatakan, penghapusan sudah dilakukan November 2019. Sedangkan KPU Bangli menerima DP4 yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Maret 2020. “Tapi masih saja muncul di DP4,” sebutnya.

Selain persoalan itu, masih banyak persoalan lain disampaikan PPDP secara berjenjang ke KPU Bangli. Di antaranya, satu orang dengan dua NIK berbeda, orang meninggal terdaftar di DP4, warga baru belum tercatat sebagai pemilih karena belum mengurus administrasi kependuduk di tempat baru. “Dari data yang naik, kami belum memprediksi berapa persen warga yang belum terdaftar dalam daftar pemilih,” terang satu-satunya komisioner perempuan KPU Bangli ini.

Ditambahkannya, sejumlah PPDP di wilayah Kintamani harus melakukan coklit malam hari, karena banyak warga setempat sibuk bekerja di kebun pagi hingga sore. Mereka hanya bisa ditemui malam hari. Meski demikian, hal tersebut masih bisa diatasi. Pun demikian dengan persoalan lainnya, juga masih bisa ditangani. Diharapkan PPDP bisa menuntaskan pekerjaannya tepat waktu.

Baca Juga :  Diduga Korsleting, Tiga Ruangan Rumah di Peringsari Terbakar

Seperti diketahui, coklit dilaksanakan 15 Juli-13 Agustus. KPU melibatkan 568 PPDP, sesuai jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Satu orang PPDP bertanggung jawab melakukan coklit terhadap pemilih di satu TPS.


BANGLI, BALI EXPRESS –  Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pilkada Bangli melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih mulai 15 Juli. Berbagai persoalan ditemui dalam melakukan tugasnya. Salah satunya, pemilih yang sudah pindah domisili masih terdaftar sebagai pemilih di daerah asal.

Hal tersebut terjadi di beberapa desa. Sejauh ini paling banyak ditemukan di Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani. Sekitar 407 warga Kedisan sudah pindah domisili, namun masih tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Mereka masih tercatat sebagai pemilih di Kedisan.  Padahal datanya sudah dihapus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli. “Di Disdukcapil sudah dilakukan penghapusan,” ungkap Komisioner KPU Bangli Ni Putu Anom Januwintari, Minggu (2/8).

Baca Juga :  Polisi Klaim Asesmen dan Perpol Dasar RJ Kasus Narkoba Cicit Sam Ratulangi

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdukcapil, Januwintari mengatakan, penghapusan sudah dilakukan November 2019. Sedangkan KPU Bangli menerima DP4 yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Maret 2020. “Tapi masih saja muncul di DP4,” sebutnya.

Selain persoalan itu, masih banyak persoalan lain disampaikan PPDP secara berjenjang ke KPU Bangli. Di antaranya, satu orang dengan dua NIK berbeda, orang meninggal terdaftar di DP4, warga baru belum tercatat sebagai pemilih karena belum mengurus administrasi kependuduk di tempat baru. “Dari data yang naik, kami belum memprediksi berapa persen warga yang belum terdaftar dalam daftar pemilih,” terang satu-satunya komisioner perempuan KPU Bangli ini.

Ditambahkannya, sejumlah PPDP di wilayah Kintamani harus melakukan coklit malam hari, karena banyak warga setempat sibuk bekerja di kebun pagi hingga sore. Mereka hanya bisa ditemui malam hari. Meski demikian, hal tersebut masih bisa diatasi. Pun demikian dengan persoalan lainnya, juga masih bisa ditangani. Diharapkan PPDP bisa menuntaskan pekerjaannya tepat waktu.

Baca Juga :  Puskesmas IV Densel Ditutup, 40 Orang Diisolasi

Seperti diketahui, coklit dilaksanakan 15 Juli-13 Agustus. KPU melibatkan 568 PPDP, sesuai jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Satu orang PPDP bertanggung jawab melakukan coklit terhadap pemilih di satu TPS.


Most Read

Artikel Terbaru

/