alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Penanganan OGDJ Tidak Maksimal, Kapolsek Lakukan Sosialisasi

TABANAN, BALI EXPRESS- Meakipun Dinas Sosial Kabupaten Tabanan memyatakan penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Tabanan sudah terintregasi dengan baik sampai ke perangkat Desa, namun beberapa waktu lalu di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, masih ada ODGJ yang mengamuk dan meresahkan warga.

 

Kapolsek Seltim AKP Ni Luh Komang Sri Subakti, kembali melakukan sosialisasi mengenai penghapusan stigma terhadap ODGJ. “Kejadian OGDJ yang mengamuk ini sebenarnya bisa dicegah, jika semua pihak mau berkoordinasi dan memaksimalkan penanganan terhadap OGDJ,” jelasnya Selasa (2/8).

 

Selama ini, Kapolsek Subakti menilai pennganan OGDJ  belum maksimal.Salah satu contohnya  adalah masih adanya penolakan dan stigmatisasi terhadap ODGJ di masyarakat. Karena stigma negatif inilah membuat banyak ODGJ yang tidak mendapat penanganan yang baik.

Baca Juga :  Terapkan Social Distancing, Disdukcapil Maksimalkan Layanan Online

 

Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat tidak melakukan penolakan atau menunjukkan keengganan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ODGJ dari tingkat pelayann kesehatan terbawah.

Serta melakukan berbagai upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan, mencegah timbulnya dan/atau kambuhnya gangguan jiwa, meminimalisasi faktor risiko masalah kesehatan jiwa, serta mencegah timbulnya dampak psikososial.

 

Khusus untuk masyarakat yang memiliki anggota keluarga ODGJ, Subakti berharap masyarakat segera melaporkan kondisi keluarganya. “Supaya  tidak terlambat dalam memberikan pengobatan dan terapi lainnya, sehingga kondisi keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan bisa tetap stabil,” tambahnya.

Dengan demikian pihak berharap seluruh jajaran Pemerintah khususnya di Desa Bantas dan lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi profesi, dan dunia usaha dan swasta, dapat mendukung upaya Pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa terbaik kepada Masyarakat.

Baca Juga :  Trans Mall Studio Denpasar Terbakar Lagi, Diduga Akibat Tabung Gas

 

“Stigmatisasi dan diskriminasi terhadap siapa pun juga harus dihapuskan dari bumi Indonesia karena bertentangan dengan hak asasi manusia dan berdampak pada munculnya berbagai masalah sosial, ekonomi, dan keamanan di masyarakat,” harapnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

TABANAN, BALI EXPRESS- Meakipun Dinas Sosial Kabupaten Tabanan memyatakan penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Tabanan sudah terintregasi dengan baik sampai ke perangkat Desa, namun beberapa waktu lalu di Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, masih ada ODGJ yang mengamuk dan meresahkan warga.

 

Kapolsek Seltim AKP Ni Luh Komang Sri Subakti, kembali melakukan sosialisasi mengenai penghapusan stigma terhadap ODGJ. “Kejadian OGDJ yang mengamuk ini sebenarnya bisa dicegah, jika semua pihak mau berkoordinasi dan memaksimalkan penanganan terhadap OGDJ,” jelasnya Selasa (2/8).

 

Selama ini, Kapolsek Subakti menilai pennganan OGDJ  belum maksimal.Salah satu contohnya  adalah masih adanya penolakan dan stigmatisasi terhadap ODGJ di masyarakat. Karena stigma negatif inilah membuat banyak ODGJ yang tidak mendapat penanganan yang baik.

Baca Juga :  Pelantikan Presiden RI, Polres Buleleng Siagakan 1.200 Personel

 

Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat tidak melakukan penolakan atau menunjukkan keengganan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ODGJ dari tingkat pelayann kesehatan terbawah.

Serta melakukan berbagai upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya masalah kejiwaan, mencegah timbulnya dan/atau kambuhnya gangguan jiwa, meminimalisasi faktor risiko masalah kesehatan jiwa, serta mencegah timbulnya dampak psikososial.

 

Khusus untuk masyarakat yang memiliki anggota keluarga ODGJ, Subakti berharap masyarakat segera melaporkan kondisi keluarganya. “Supaya  tidak terlambat dalam memberikan pengobatan dan terapi lainnya, sehingga kondisi keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan bisa tetap stabil,” tambahnya.

Dengan demikian pihak berharap seluruh jajaran Pemerintah khususnya di Desa Bantas dan lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi profesi, dan dunia usaha dan swasta, dapat mendukung upaya Pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa terbaik kepada Masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Sosialisasikan Program PPNSB di Provinsi Bali

 

“Stigmatisasi dan diskriminasi terhadap siapa pun juga harus dihapuskan dari bumi Indonesia karena bertentangan dengan hak asasi manusia dan berdampak pada munculnya berbagai masalah sosial, ekonomi, dan keamanan di masyarakat,” harapnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/