alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Dua Pekan, Polda Bali Bekuk 71 Tersangka Narkoba

DENPASAR, BALI EXPRESS – Direktorat Resnarkoba Polda Bali mengungkap 55 kasus narkoba berbagai jenis selama operasi Antik Agung 2020. Dari 55 kasus tersebut, ada 71 tersangka yang ditangkap dengan berbagai peran, seperti pengedar dan pengguna.

Direktur Resnarkoba Polda Bali Kombespol M. Khozin, Rabu (2/9), menerangkan, pengungkapan puluhan kasus narkoba tersebut merupakan hasil Operasi Antik Agung ke-2 yang dilakukan mulai 15 hingga 31 Agustus lalu. “Dalam Operasi Antik Agung ini kami menargetkan 34 Target Operasi untuk ditangkap, dan itu tercapai semua, 100 persen,” jelas Kombespol M. Khozin.

Selain 34 target operasi, Polda Bali juga berhasil mengungkap 21 kasus non-TO. “Kami juga berhasil mengungkap 21 kasus non-TO, 20 kasus narkotika dan 1 kasus kosmetik,” jelasnya lagi.

Dari 71 tersangka yang ditangkap oleh Polda Bali dan jajaran Polres se-Bali, ditemukan enam orang perempuan yang terlibat kasus narkoba. Mengenai barang bukti, berhasil diungkap ganja dalam jumlah yang cukup signifikan. “Kami berhasil menyita sabu seberat 390,902 gram, disusul kemudian ganja kering 3 kilogram,  ganja 3 kilogram, ekstasi 240 butir, uang tunai Rp 2 juta dan kosmetik 563 buah kotak,” beber Khozin.

Para tersangka yang ditangkap ini memiliki berbagai peran dan modus dalam mengedarkan barang haram tersebut. “Ada mereka sebagai pengedar dengan modus menempel, bagian dari jaringan, ada juga sebagai pengguna,” jelasnya.

Dari 71 satu tersangka, terdapat 31 orang lokal Bali dan 39 orang luar Bali dan 1 orang warga negara asing (WNA) asal Prancis.

Dari semua Polresta dan Polres se-Bali, Polresta Denpasar paling menonjol dalam mengungkap kasus narkoba. “Tentu yang paling menonjol Polresta Denpasar, yang paling banyak mengungkap,” jelasnya lagi.

Khozin juga mengungkapkan bahwa pihaknya memberi perhatian pada wilayah zona merah yang menjadi pusat peredaran dan penggunaan narkoba seperti Sidatapa di Kabupaten Buleleng. “Kami akan bersinergi dengan BNN untuk sebuah program yang nantinya bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam mencegah peredaran narkoba,” tandasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Direktorat Resnarkoba Polda Bali mengungkap 55 kasus narkoba berbagai jenis selama operasi Antik Agung 2020. Dari 55 kasus tersebut, ada 71 tersangka yang ditangkap dengan berbagai peran, seperti pengedar dan pengguna.

Direktur Resnarkoba Polda Bali Kombespol M. Khozin, Rabu (2/9), menerangkan, pengungkapan puluhan kasus narkoba tersebut merupakan hasil Operasi Antik Agung ke-2 yang dilakukan mulai 15 hingga 31 Agustus lalu. “Dalam Operasi Antik Agung ini kami menargetkan 34 Target Operasi untuk ditangkap, dan itu tercapai semua, 100 persen,” jelas Kombespol M. Khozin.

Selain 34 target operasi, Polda Bali juga berhasil mengungkap 21 kasus non-TO. “Kami juga berhasil mengungkap 21 kasus non-TO, 20 kasus narkotika dan 1 kasus kosmetik,” jelasnya lagi.

Dari 71 tersangka yang ditangkap oleh Polda Bali dan jajaran Polres se-Bali, ditemukan enam orang perempuan yang terlibat kasus narkoba. Mengenai barang bukti, berhasil diungkap ganja dalam jumlah yang cukup signifikan. “Kami berhasil menyita sabu seberat 390,902 gram, disusul kemudian ganja kering 3 kilogram,  ganja 3 kilogram, ekstasi 240 butir, uang tunai Rp 2 juta dan kosmetik 563 buah kotak,” beber Khozin.

Para tersangka yang ditangkap ini memiliki berbagai peran dan modus dalam mengedarkan barang haram tersebut. “Ada mereka sebagai pengedar dengan modus menempel, bagian dari jaringan, ada juga sebagai pengguna,” jelasnya.

Dari 71 satu tersangka, terdapat 31 orang lokal Bali dan 39 orang luar Bali dan 1 orang warga negara asing (WNA) asal Prancis.

Dari semua Polresta dan Polres se-Bali, Polresta Denpasar paling menonjol dalam mengungkap kasus narkoba. “Tentu yang paling menonjol Polresta Denpasar, yang paling banyak mengungkap,” jelasnya lagi.

Khozin juga mengungkapkan bahwa pihaknya memberi perhatian pada wilayah zona merah yang menjadi pusat peredaran dan penggunaan narkoba seperti Sidatapa di Kabupaten Buleleng. “Kami akan bersinergi dengan BNN untuk sebuah program yang nantinya bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam mencegah peredaran narkoba,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/