alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Ekonomi Bali Minus 10,98 Persen, Koster Ingatkan Disiplin Prokes

DENPASAR, BALI EXPRESS – Presiden Joko Widodo menyebutkan tiga daerah di Indonesia yang mengalami kontraksi paling dalam selama pandemi Covid-19. Provinsi Bali paling tinggi persentasenya, yakni minus 10,98 persen. Ini terungkap dalam pengarahan presiden kepada para gubernur melalui live streaming yang dipusatkan di Istana Bogor awal bulan ini.

Kontraksi yang cukup tajam itu tidak dipungkiri Gubernur Bali Wayan Koster. Situasi itu sudah pasti akan dialami Bali. Mengingat sektor pariwisata di Bali belum bisa jalan sepenuhnya. Karena sampai sejauh ini, sektor pariwisata baru dibuka untuk kedatangan wisatawan nusantara atau turis domestik.

“Sudah pasti, karena pariwisata belum jalan. Wisatawan nggak boleh datang, ya otomatis nggak jalan. Hotel kosong, restoran kosong. Karena 53 persen lebih perekonomian Bali ditopang pariwisata. Begitu pariwisata terhenti, otomatis (perekonomian Bali) drop,” jelas Koster usai menghadiri upacara Melaspas dan Rsi Gana Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Rabu (2/9).

Meski demikian, pihaknya optimis recovery di sektor pariwisata akan berjalan cepat. “Tapi pariwisata itu cepat jatuh, cepat juga bangun. Begitu (situasi) ini normal, maka orang akan datang ke Bali. Wisatawan nusantara kan sudah datang,” sebutnya.

Karena itu, dia memperkirakan dalam triwulan ketiga, kondisi perekonomian di Bali tidak mengalami penurunan yang tajam seperti yang tercatat pada triwulan kedua. “Karena sudah mulai aktivitas wisatawan nusantara,” imbuh Koster.

Namun, dia tetap memberikan catatan, untuk memulihkan situasi ekonomi di Bali saat ini, penanganan Covid-19 harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, belum lama ini dia mengeluarkan rangkaian kebijakan. Salah satunya Pergub Nomor 46 Tahun 2020 tentang Disiplin Protokol Kesehatan untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

“Harus dikelola dengan baik. Kebijakan sudah dikeluarkan. Sekarang masyarakat yang harus tertib dan disiplin. Supaya penanganan Covid-19 berjalan baik. Tidak terjadi penambahan kasus yang banyak. Angka kesembuhannya naik. Dan angka kematiannya bisa dikendalikan. Untuk pemulihan ekonomi di Bali, kuncinya ada di pariwisata,” tegasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Presiden Joko Widodo menyebutkan tiga daerah di Indonesia yang mengalami kontraksi paling dalam selama pandemi Covid-19. Provinsi Bali paling tinggi persentasenya, yakni minus 10,98 persen. Ini terungkap dalam pengarahan presiden kepada para gubernur melalui live streaming yang dipusatkan di Istana Bogor awal bulan ini.

Kontraksi yang cukup tajam itu tidak dipungkiri Gubernur Bali Wayan Koster. Situasi itu sudah pasti akan dialami Bali. Mengingat sektor pariwisata di Bali belum bisa jalan sepenuhnya. Karena sampai sejauh ini, sektor pariwisata baru dibuka untuk kedatangan wisatawan nusantara atau turis domestik.

“Sudah pasti, karena pariwisata belum jalan. Wisatawan nggak boleh datang, ya otomatis nggak jalan. Hotel kosong, restoran kosong. Karena 53 persen lebih perekonomian Bali ditopang pariwisata. Begitu pariwisata terhenti, otomatis (perekonomian Bali) drop,” jelas Koster usai menghadiri upacara Melaspas dan Rsi Gana Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Rabu (2/9).

Meski demikian, pihaknya optimis recovery di sektor pariwisata akan berjalan cepat. “Tapi pariwisata itu cepat jatuh, cepat juga bangun. Begitu (situasi) ini normal, maka orang akan datang ke Bali. Wisatawan nusantara kan sudah datang,” sebutnya.

Karena itu, dia memperkirakan dalam triwulan ketiga, kondisi perekonomian di Bali tidak mengalami penurunan yang tajam seperti yang tercatat pada triwulan kedua. “Karena sudah mulai aktivitas wisatawan nusantara,” imbuh Koster.

Namun, dia tetap memberikan catatan, untuk memulihkan situasi ekonomi di Bali saat ini, penanganan Covid-19 harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, belum lama ini dia mengeluarkan rangkaian kebijakan. Salah satunya Pergub Nomor 46 Tahun 2020 tentang Disiplin Protokol Kesehatan untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

“Harus dikelola dengan baik. Kebijakan sudah dikeluarkan. Sekarang masyarakat yang harus tertib dan disiplin. Supaya penanganan Covid-19 berjalan baik. Tidak terjadi penambahan kasus yang banyak. Angka kesembuhannya naik. Dan angka kematiannya bisa dikendalikan. Untuk pemulihan ekonomi di Bali, kuncinya ada di pariwisata,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/