26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Baru Bebas 2 Minggu, Juniantara Dibekuk Polsek Denut untuk Kelima Kalinya

DENPASAR, BALI EXPRESS – Empat kali masuk bui tak juga membuat residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat) bernama I Wayan Gede Juniantara, 28, merasa kapok. Bahkan, pria yang baru bebas dari jeruji besi ini nekat beraksi lagi dengan menyatroni rumah di Jalan Perum Kargo Indah Residence Blok A Nomor 2, Jalan Kargo Indah, Denpasar Utara, Rabu (28/8).
Alhasil, dia harus berurusan dengan polisi untuk kelima kalinya. Kasus ini dibeberkan Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi pada Jumat (2/9). Dijelaskan oleh Carlos, peristiwa tersebut bermula ketika korban Ida Bagus Wipra Atmaja baru pulang dari berolahraga di Lapangan Renon bersama istrinya sekitar pukul 18.00.
“Jadi rumah dalam keadaan kosong dan terkunci,” tuturnya. Namun setibanya di rumah, korban kaget karena didapati keadaan pintu sudah tidak terkunci. Bahkan pintu kamarnya juga terbuka. Wipra lantas mengecek barang-barang berharga miliknya, ternyata ada beberapa yang telah raib. Seperti, satu gelang emas berisi permata seberat empat gram.
Selain itu, sepasang anting emas berisi permata merah seberat dua gram, sebuah liontin emas permata batu samru, serta uang Rp 600 ribu. Total kerugian yang diderita mencapai Rp 16,4 juta. Sehingga ia segera melapor ke pihak berwajib. Menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat, Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda I Ketut Rudana segera melaksanakan penyelidikan.
“Kejahatan tiga C (curat, curas dan curanmor) juga menjadi atensi utama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra, begitu juga Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo untuk ditindak,” beber Perwira Balok Dua di pundak tersebut. Dari hasil Olah TKP dan pengecekan CCTV di seputaran kawasan itu, didapati identitas pelaku yang sangat familiar bagi aparat.
Karena sudah berulang kali berulah di wilayah Denpasar atas kasus yang sama. Akhirnya pada Rabu (31/8), Juniantara dapat diringkus di tempat tinggalnya, daerah Jalan Gunung Agung, Denpasar Barat. Dari tangannya, petugas menyita barang bukti berupa sepasang anting yang belum terjual. Saat dicocokan, korban mengakui anting itu adalah miliknya.
“Dari pengecekan direktori putusan makamah Agung RI diketahui juga diketahui dia pernah dibui pada 2016, 2017, 2018, dan 2019, yang mirisnya baru bebas penjara dua minggu,” tandasnya. Ketika diinterogasi, Juniantara mengakui sudah menjual perhiasan lainnya seharga Rp 2,5 juta di Jalan Diponegoro. Hasilnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta jalan-jalan ke Singaraja, hingga hanya tersisa Rp 159 ribu.
Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan mengajak pelaku untuk menunjukan barang bukti lainnya. Akan tetapi, dia malah mencoba melawan petugas. Sehingga harus diahadiahi timah panas di kaki kirinya. Pelaku pun mengaku menyatroni rumah korban karena ia mengetahui keadaanya kosong.
Apalagi melihat pintu pagar rumah korban dikunci gembok dari luar, sehingga menggugah kembali jiwa malingnya. Pria pengangguran ini lantas memanjat pagar. Lalu membuka rak sepatu di teras untuk mengambil kunci pintu utama dan kamar.
“Untuk itu kami imbau kepada masyarakat, jika mengunci pintu rumah usahakan digembok dari dalam, kalau dari luar pelaku kejahatan mengetahui rumah dalam keadaan kosong yang semakin buat dia berniat mencuri,” ucapnya. Adapun, setelah melancarkan aksinya, kunci itu diletakan di posisi semula. Atas perbuatannya, Juniantara disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.





Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Empat kali masuk bui tak juga membuat residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat) bernama I Wayan Gede Juniantara, 28, merasa kapok. Bahkan, pria yang baru bebas dari jeruji besi ini nekat beraksi lagi dengan menyatroni rumah di Jalan Perum Kargo Indah Residence Blok A Nomor 2, Jalan Kargo Indah, Denpasar Utara, Rabu (28/8).
Alhasil, dia harus berurusan dengan polisi untuk kelima kalinya. Kasus ini dibeberkan Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi pada Jumat (2/9). Dijelaskan oleh Carlos, peristiwa tersebut bermula ketika korban Ida Bagus Wipra Atmaja baru pulang dari berolahraga di Lapangan Renon bersama istrinya sekitar pukul 18.00.
“Jadi rumah dalam keadaan kosong dan terkunci,” tuturnya. Namun setibanya di rumah, korban kaget karena didapati keadaan pintu sudah tidak terkunci. Bahkan pintu kamarnya juga terbuka. Wipra lantas mengecek barang-barang berharga miliknya, ternyata ada beberapa yang telah raib. Seperti, satu gelang emas berisi permata seberat empat gram.
Selain itu, sepasang anting emas berisi permata merah seberat dua gram, sebuah liontin emas permata batu samru, serta uang Rp 600 ribu. Total kerugian yang diderita mencapai Rp 16,4 juta. Sehingga ia segera melapor ke pihak berwajib. Menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat, Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda I Ketut Rudana segera melaksanakan penyelidikan.
“Kejahatan tiga C (curat, curas dan curanmor) juga menjadi atensi utama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra, begitu juga Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo untuk ditindak,” beber Perwira Balok Dua di pundak tersebut. Dari hasil Olah TKP dan pengecekan CCTV di seputaran kawasan itu, didapati identitas pelaku yang sangat familiar bagi aparat.
Karena sudah berulang kali berulah di wilayah Denpasar atas kasus yang sama. Akhirnya pada Rabu (31/8), Juniantara dapat diringkus di tempat tinggalnya, daerah Jalan Gunung Agung, Denpasar Barat. Dari tangannya, petugas menyita barang bukti berupa sepasang anting yang belum terjual. Saat dicocokan, korban mengakui anting itu adalah miliknya.
“Dari pengecekan direktori putusan makamah Agung RI diketahui juga diketahui dia pernah dibui pada 2016, 2017, 2018, dan 2019, yang mirisnya baru bebas penjara dua minggu,” tandasnya. Ketika diinterogasi, Juniantara mengakui sudah menjual perhiasan lainnya seharga Rp 2,5 juta di Jalan Diponegoro. Hasilnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta jalan-jalan ke Singaraja, hingga hanya tersisa Rp 159 ribu.
Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan mengajak pelaku untuk menunjukan barang bukti lainnya. Akan tetapi, dia malah mencoba melawan petugas. Sehingga harus diahadiahi timah panas di kaki kirinya. Pelaku pun mengaku menyatroni rumah korban karena ia mengetahui keadaanya kosong.
Apalagi melihat pintu pagar rumah korban dikunci gembok dari luar, sehingga menggugah kembali jiwa malingnya. Pria pengangguran ini lantas memanjat pagar. Lalu membuka rak sepatu di teras untuk mengambil kunci pintu utama dan kamar.
“Untuk itu kami imbau kepada masyarakat, jika mengunci pintu rumah usahakan digembok dari dalam, kalau dari luar pelaku kejahatan mengetahui rumah dalam keadaan kosong yang semakin buat dia berniat mencuri,” ucapnya. Adapun, setelah melancarkan aksinya, kunci itu diletakan di posisi semula. Atas perbuatannya, Juniantara disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.





Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru