alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Terkendala Seragam, Hari Pertama PTM Siswa Berpakaian Seadanya

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Badung berlangsung cukup baik. Penerapan protokol kesehatan juga telah diterapkan dengan baik. Menariknya karena tidak mendapatkan bantuan seragam gratis, sejumlah siswa datang ke sekolah dengan pakaian ala kadarnya.

Dari pemantauan di SMPN 1 Kuta Utara, Jumat (1/10), sejumlah siswa masih ditemukan tidak memakai seragam. Para siswa tersebut ada yang menggunakan pakaian olahraga, pakaian putih hitam, pakaian serba hitam (kemeja dan celana panjang hitam), bahkan ada yang menggunakan baju kemeja dilengkapi dengan celana panjang jeans. Hal ini disinyalir akibat siswa kelas VIII yang sudah dua tahun mengeyam pendidikan SMP belum mendapatkan bantuan seragam gratis. Padahal umumnya pada hari Jumat siswa SMP mengenakan pakaian pramuka.

Plt Kepala SMPN 1 Kuta Utara Wayan Nada mengakui sejumlah siswanya belum menggunakan seragam. Pakaian yang tidak sesuai pakem itu terjadi karena berbagai alasan, mulai dari tidak memiliki seragam, karena menunggu seragam gratis, hingga seragam yang mulai sempit. “Karena tahun sebelumnya kelas VIII belum dapat pakaian, ada juga yang sudah tidak muat, jadinya ada yang pakai blue jeans tadi,” terang Nada yang juga menjabat Kepala SMP 3 Kuta Utara.

Bila kondisi itu berlanjut, pihaknya khawatir para siswa yang tidak memiliki seragam akan mengalami tekanan. “Walaupaun saat ini untuk pakaian masih dibebaskan. Tapi, kasian anak-anak takutnya mereka pasti akan minder,” ujarnya. Lebih lanjut Nada menjelaskan, pihaknya akan berkomunikasi dengan komite sekolah terkait pengadaan seragam siswa. Ia pun telah berkomunikasi dengan sekretaris komite.

Sementara itu, saat peninjauan PTM di sekolah tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengakui program seragam gratis belum bisa dilaksanakan karena anggaran yang difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Pihaknya menyadari PTM bagi para orang tua dihadapkan dengan masalah pakaian. Pihaknya pun membebaskan bilamana orang tua yang membelikan seragam untuk anak-anaknya. “Untuk itu saya sudah minta untuk guru se-Badung, masalah pakaian jangan dipersoalkan. Silahkan mau pakai pakaian apa, silahkan. Yang penting rapi,” tegas Giri Prasta.

Namun demikian, bupati asal Pelaga ini berjanji akan membelikan pakaian dengan catatan pemerintah memiliki dana yang cukup untuk itu. (esa)


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Badung berlangsung cukup baik. Penerapan protokol kesehatan juga telah diterapkan dengan baik. Menariknya karena tidak mendapatkan bantuan seragam gratis, sejumlah siswa datang ke sekolah dengan pakaian ala kadarnya.

Dari pemantauan di SMPN 1 Kuta Utara, Jumat (1/10), sejumlah siswa masih ditemukan tidak memakai seragam. Para siswa tersebut ada yang menggunakan pakaian olahraga, pakaian putih hitam, pakaian serba hitam (kemeja dan celana panjang hitam), bahkan ada yang menggunakan baju kemeja dilengkapi dengan celana panjang jeans. Hal ini disinyalir akibat siswa kelas VIII yang sudah dua tahun mengeyam pendidikan SMP belum mendapatkan bantuan seragam gratis. Padahal umumnya pada hari Jumat siswa SMP mengenakan pakaian pramuka.

Plt Kepala SMPN 1 Kuta Utara Wayan Nada mengakui sejumlah siswanya belum menggunakan seragam. Pakaian yang tidak sesuai pakem itu terjadi karena berbagai alasan, mulai dari tidak memiliki seragam, karena menunggu seragam gratis, hingga seragam yang mulai sempit. “Karena tahun sebelumnya kelas VIII belum dapat pakaian, ada juga yang sudah tidak muat, jadinya ada yang pakai blue jeans tadi,” terang Nada yang juga menjabat Kepala SMP 3 Kuta Utara.

Bila kondisi itu berlanjut, pihaknya khawatir para siswa yang tidak memiliki seragam akan mengalami tekanan. “Walaupaun saat ini untuk pakaian masih dibebaskan. Tapi, kasian anak-anak takutnya mereka pasti akan minder,” ujarnya. Lebih lanjut Nada menjelaskan, pihaknya akan berkomunikasi dengan komite sekolah terkait pengadaan seragam siswa. Ia pun telah berkomunikasi dengan sekretaris komite.

Sementara itu, saat peninjauan PTM di sekolah tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengakui program seragam gratis belum bisa dilaksanakan karena anggaran yang difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Pihaknya menyadari PTM bagi para orang tua dihadapkan dengan masalah pakaian. Pihaknya pun membebaskan bilamana orang tua yang membelikan seragam untuk anak-anaknya. “Untuk itu saya sudah minta untuk guru se-Badung, masalah pakaian jangan dipersoalkan. Silahkan mau pakai pakaian apa, silahkan. Yang penting rapi,” tegas Giri Prasta.

Namun demikian, bupati asal Pelaga ini berjanji akan membelikan pakaian dengan catatan pemerintah memiliki dana yang cukup untuk itu. (esa)


Most Read

Artikel Terbaru

/