alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Sejumlah Siswa di Karangasem Positif Covid-19

AMLAPURA, BALI EXPRESS- Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem menegaskan kepada para tenaga pendidik agar teguh menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat selama pelaksanaan belajar tatap muka berlangsung. Ini menyusul adanya laporan satu guru dan satu siswa di salah satu SD di Kelurahan Karangasem, terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Disdikpora Karangasem I Wayan Sutrisna membenarkan, guru dan siswa di satu sekolah terkonfirmasi Covid-19. Kasus tersebut diketahui bermula dari laporan pada 31 Oktober lalu yang membenarkan salah seorang guru positif Covid-19 sesuai hasil swab antigen.

Atas dasar laporan tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Karangasem memutuskan melakukan tracing terhadap belasan siswa di sekolah tersebut, Selasa (2/11) pagi. Pemeriksaan difokuskan terhadap belasan siswa di dua kelas. Hasil swab tes antigen menunjukkan, satu siswa positif Covid-19.

Meski begitu, Sutrisna menyebut, kasus tersebut bukan tergolong klaster sekolah. Meskipun siswa yang positif diketahui tertular dari gurunya. “Sebab guru yang positif ini tertularnya di luar aktivitas mengajar. Karena sempat kontak dengan siswa ini sehingga dilakukan tracing,” kata Sutrisna, Selasa (2/11).

Dia menerangkan, guru tersebut sempat membimbing para siswa dalam rangka gladi asesmen nasional berbasis komputer (ASBK) selama dua hari sejak Senin (25/10). Empat hari kemudian, yang bersangkutan tidak mengajar karena sakit, dilengkapi surat keterangan dokter. Hingga pihak sekolah menerima laporan hasil tes positif Covid-19 guru tersebut pada Minggu (31/10).

Siswa yang sudah terlanjur masuk sekolah pada Senin (1/11), harus dipulangkan. Pelaksanaan ASBK gelombang tiga waktu itu ditiadakan. “Siswa yang kontak erat sudah dites. Mereka isolasi mandiri selama lima hari dan belajar daring. Nanti akan dites swab lagi di hari keenam. Sedangkan siswa lainnya tetap belajar tatap muka,” tegasnya.

Berkaca pada masalah tersebut, Disdikpora mewanti-wanti agar para guru menerapkan prokes dengan sungguh-sungguh. Jika merasa tidak enak badan, pihaknya menganjurkan agar guru sebaiknya istirahat tidak ke sekolah sampai kondisi tubuh optimal. Termasuk pengawasan terhadap siswa diperketat. “Siswa harus memanfaatkan waktunya di rumah jika belajar tatap muka selesai,” ujarnya.

 

Sementara itu, dua siswa di salah satu SMP di Karangasem dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19, Minggu (31/10). Mantan Kepala Disperindag ini menegaskan, dua siswa tersebut tidak masuk sekolah sejak Sabtu (30/10) lalu. Dia diketahui tertular dari lingkungan rumah yang juga ada keluarga positif korona. “Sehingga bukan tertular dari aktivitas di sekolah,” ucapnya.

Sejak awal pekan ini, siswa di SMP itu libur. Pelaksanaan PTM hanya berlangsung tiap tiga hari. Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 juga sudah melakukan tracing dan tes swab antigen terhadap kontak erat di SMP itu dan kini tinggal menunggu hasilnya.

 


AMLAPURA, BALI EXPRESS- Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem menegaskan kepada para tenaga pendidik agar teguh menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat selama pelaksanaan belajar tatap muka berlangsung. Ini menyusul adanya laporan satu guru dan satu siswa di salah satu SD di Kelurahan Karangasem, terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Disdikpora Karangasem I Wayan Sutrisna membenarkan, guru dan siswa di satu sekolah terkonfirmasi Covid-19. Kasus tersebut diketahui bermula dari laporan pada 31 Oktober lalu yang membenarkan salah seorang guru positif Covid-19 sesuai hasil swab antigen.

Atas dasar laporan tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Karangasem memutuskan melakukan tracing terhadap belasan siswa di sekolah tersebut, Selasa (2/11) pagi. Pemeriksaan difokuskan terhadap belasan siswa di dua kelas. Hasil swab tes antigen menunjukkan, satu siswa positif Covid-19.

Meski begitu, Sutrisna menyebut, kasus tersebut bukan tergolong klaster sekolah. Meskipun siswa yang positif diketahui tertular dari gurunya. “Sebab guru yang positif ini tertularnya di luar aktivitas mengajar. Karena sempat kontak dengan siswa ini sehingga dilakukan tracing,” kata Sutrisna, Selasa (2/11).

Dia menerangkan, guru tersebut sempat membimbing para siswa dalam rangka gladi asesmen nasional berbasis komputer (ASBK) selama dua hari sejak Senin (25/10). Empat hari kemudian, yang bersangkutan tidak mengajar karena sakit, dilengkapi surat keterangan dokter. Hingga pihak sekolah menerima laporan hasil tes positif Covid-19 guru tersebut pada Minggu (31/10).

Siswa yang sudah terlanjur masuk sekolah pada Senin (1/11), harus dipulangkan. Pelaksanaan ASBK gelombang tiga waktu itu ditiadakan. “Siswa yang kontak erat sudah dites. Mereka isolasi mandiri selama lima hari dan belajar daring. Nanti akan dites swab lagi di hari keenam. Sedangkan siswa lainnya tetap belajar tatap muka,” tegasnya.

Berkaca pada masalah tersebut, Disdikpora mewanti-wanti agar para guru menerapkan prokes dengan sungguh-sungguh. Jika merasa tidak enak badan, pihaknya menganjurkan agar guru sebaiknya istirahat tidak ke sekolah sampai kondisi tubuh optimal. Termasuk pengawasan terhadap siswa diperketat. “Siswa harus memanfaatkan waktunya di rumah jika belajar tatap muka selesai,” ujarnya.

 

Sementara itu, dua siswa di salah satu SMP di Karangasem dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19, Minggu (31/10). Mantan Kepala Disperindag ini menegaskan, dua siswa tersebut tidak masuk sekolah sejak Sabtu (30/10) lalu. Dia diketahui tertular dari lingkungan rumah yang juga ada keluarga positif korona. “Sehingga bukan tertular dari aktivitas di sekolah,” ucapnya.

Sejak awal pekan ini, siswa di SMP itu libur. Pelaksanaan PTM hanya berlangsung tiap tiga hari. Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 juga sudah melakukan tracing dan tes swab antigen terhadap kontak erat di SMP itu dan kini tinggal menunggu hasilnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/